Catatan Harianku

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Penghafal Al-Quran Berzina


Kemarin malam, saya berkunjung ke tempat teman, eks teman satu wisma dulu. Beliau dulunya dari fakultas teknik. Meskipun demikian, kesibukannya kini bukan di perusahaan, karena ia memilih untuk menyibukkan diri dengan menghafalkan Al-Qur’an. Bahkan, bukan hanya menghafalkan Al-Qur’an semata, tetapi beliau juga berazzam untuk mengambil sanad minimal satu dari 10 qiraat.

Secara pribadi, saya paling suka kalau main ke tempat beliau, karena “pembicaraannya” tidak seperti pembicaraan manusia pada umumnya. Banyak nasehat yang dinukil dari kalamullah, hadits, atau petuah salaf sehingga membuat hati tidak bosan untuk mengambil faidah. Demikianlah persangkaan saya berdasar dzahir yang saya lihat, dan tidak bermaksud menyucikan seorang pun di hadapan Allah ta’ala.

Maka, tanpa terasa kunjungan saya pun sampai terlalu larut hingga jam dinding menunjukkan waktu hampir pukul dua belas malam. Di antara nasehat terakhir sebelum berpisah; beliau mewanti-wanti untuk menjauhi tempat-tempat dan sebab-sebab fitnah yang merusak. Katanya, nabi memberikan pesan bahwa jika seseorang mendengar kemunculan Dajjal di akhir zaman nanti, jangan penasaran untuk melihatnya, tetapi begitu mendengar nama Dajjal, segeralah lari menjauh. Ini juga merupakan petunjuk bahwa kita jangan main-main dan merasa aman dari fitnah yang merusak. Seseorang yang lama belajar agama, tidak bisa dijamin dirinya akan selamat di akhir hidupnya nanti. Maka, jauhilah fitnah yang merusak sejauh mungkin, jangan coba-coba penasaran lalu mencicipi masuk ke dalamnya.

 

Terdapat sebuah kisah nyata yang belum lama ini terjadi, ada seorang ikhwan, kesibukannya adalah menghafal Al-Qur’an, bahkan katanya sudah disebut hafizd. Di tempat lain, ada juga seorang akhwat yang hafizhah.

 

Dalam suatu waktu, diselenggarakan daurah kajian Ustadz di tempat yang tidak jauh dari mereka berdua berada. Entah karena sekadar ingin mencoba ta’aruf, atau sekadar ingin mengenal satu sama lain, atau entahlah alasan-alasan yang lain, mereka bersepakat untuk hadir dalam daurah Ustadz tersebut.

 

Usai daurah, mereka berdua bersepakat untuk berpapasan. Qadarullah, di saat mereka berpapasan, Allah menurunkan hujan. Karena basah kuyup, mereka mencari tempat untuk berteduh. Di saat mereka berada di tempat berteduh tersebut, setan menggoda mereka akhirnya terjadilah perbuatan yang menyedihkan, zina. Na’udzubillahi min dzalik.

 

Kisah di atas bukan fiksi, tetapi kisah nyata yang belum lama terjadi. Alhamdulillah pelaku zina tersebut kini sudah bertaubat (mudah-mudahan Allah menerima taubatnya dan menutup aibnya), dan membolehkan cerita ini disampaikan untuk menjadi ibrah (pelajaran), dengan tidak menyebut nama pelaku.

 

Usai menceritakan kisah tersebut, kawan saya ini mengingatkan bahwa tujuan kita hidup ini adalah mencari jalan menuju surga, yang belum pernah kita rasakan. Nah, tidakkah kita ingat bahwa nabi Adam alaihis-salam yang sudah merasakan kenikmatan surga tanpa kekurangan suatu apapun, masih saja terkena godaaan iblis untuk mendekati pohon yang dilarang Allah untuk didekati? Apalagi kita yang hidup di bumi yang penuh kekurangan, ketidaknikmatan, dan kalaupun ada kenikmatan, belum ada apa-apanya dengan kenikmatan surga? Maka, kemungkinan untuk termakan godaan iblis untuk menikmati kenikmatan tipuan lebih besar lagi. Wal’iyadzu billah.

 

Lihatlah contoh pemuda-pemudi penghafal Al-Qur’an ini. Bandingkan dengan kita yang mungkin minim atau hampir tidak punya hafalan Al-Qur’an, apalagi belajar agama. Apalagi perhatikan, mereka berdua tidak janjian di tempat pelacuran, tempat cafe, atau karaoke malam, tetapi janjian di tempat daurah, tempat majelis ilmu. Maka, ingatlah bahwa iblis tidak akan menyerah menggoda anak keturunan Adam. Apalagi, iblis memilki pengalaman dari zaman Adam hinggga zaman sekarang untuk menyesatkan manusia. Kurang pengalaman apa lagi? Jika orang shalih saja masih terkena rayuan iblis, maka kita yang pas-pasan ini harus lebih ekstra hati-hati.

 

Bersyukurlah kita yang masih diselamatkan Allah ta’ala dari maksiat besar. Namun, kita tidak tahu besok apakah kita masih aman dari maksiat atau tidak. Boleh jadi, sekarang kita memang di jalan yang lurus, tetapi besok? Maka, jika kita menyadari ini, masih ada waktu untuk mengistiqomahkan diri, dan bertaubat dari kesalahan-kesalahan yang dulu pernah kita perbuat. Dan jangan lupa teruslah berdoa kepada Allah agar selalu istiqomah, karena keistiqomahan merupakan anugerah Allah.

 

Janganlah sekali-kali kita aman dari pebuatan maksiat. Maka, jauhilah sebab-sebab fitnah yang merusak. Jauhilah tempat-tempat yang bisa menimbulkan fitnah yang merusak. Selalu luruskanlah niat kita, karena kalau hati ini tidak lurus, amalan shalih yang selama ini kita lakukan tidak ada artinya.

 

* Demikianlah faidah yang saya rangkum dari pembicaraan dengan kawan saya ini. Mudah-mudahan bisa jadi pengingat bagi diri saya sendiri dan siapa saja yang membaca catatatan ini.

 

Yogyakarta, Akhir Muharram 1433 – 24 Desember 2011 M

Abu Muhammad Al-’Ashri

About these ads

Filed under: Kisah

33 Responses

  1. izin share boleh bang gin?

  2. Sucipto Hadi Saputro mengatakan:

    wanita itu fitnah, demikian pula laki-laki. pokoknya fitnah kabeh kalo bukan mahrom

  3. doyi_odoy mengatakan:

    kisahnya menginspirasi.. :) ..

  4. abu ahnaf mengatakan:

    masya Allah..
    artikel yang menarik dari sebuah blog yang inspiratif..

  5. asp mengatakan:

    kisah nya menarik tapi menyedihkan……..

  6. asp mengatakan:

    Assalamu’alaikum….afwan…yang jadi pertanyaan saya,, bagaimana jika hubungan mereka ketika Allah menganugerahkan seorang bayi, bagaimana status bayi tersebut???? kan mereka bukan mahrom?/berarti mereka berdosa atau bagaimana ??? bisakah bayi tesebut diaku sebagai anaknya,,sementara hal demikian yang mereka lakukan??????????

    afwan ana tunggu sekali jawabannya….
    syukron,,,,
    Baarokallahu lanaaa……
    Wassalam…..
    asp…

  7. @Asp

    Wa’alaikumussalaam.
    > Setelah berzina, lalu bertaubat. Masing2 pelaku zina diperbolehkan menikah jika mau.
    > Status bayi yg lahir krn zina, tidak boleh dinasabkan kepada Bapak biologisnya, tetapi dinasabkan kepada ibunya.
    > Artinya, jika A berzina dengan B, kemudian lahir C. Si C tidak boleh disebut sebagai anak A. Namun, ia hanya boleh disebut anak B.
    > Jika C adalah wanita, maka ketika ia menikah nanti, A tidak bisa jadi walinya. Yg bisa jadi wali C adalah wali hakim.

    Wallahu a’lam.

  8. Ibnu Ibrahim mengatakan:

    ijin share :)

  9. mujib mengatakan:

    assalaamualaikum, akh, izin shre

  10. Agus FaQikhudin mengatakan:

    Sebuah renungan hati

  11. Wa’alaikumussalaam. Silakan.

  12. inata mengatakan:

    izin share ya bang…

  13. penanya mengatakan:

    Bagaimana jika sang wanita bertaubat, tapi akhirnya tidak menikah dengan laki-laki tersebut?

  14. bagus mengatakan:

    Assalamualaikum
    Apakah orang berzina tdk boleh menjadi imam dlm sholat?
    Jazakallah

  15. bambang mengatakan:

    Assalaamu’alaikum…
    Masya Alloh…
    insyaaAlloh sangat bermanfaat.
    ijin share ya akhi…
    Jazakallohu khoiron…

  16. Wa’alaikumussalaam wa jazakallah khaira. Silakan.

  17. luthfiah mengatakan:

    Rabana laa tuzigh quluubanaa bada idzin hadaitanaa..

  18. ridwan al-banjari mengatakan:

    kata guru saya kunci nya wanita kalau wanita nya gak mau pasti gak terjadi.

  19. Abu Umamah mengatakan:

    Assalamu’alaikum, jazakallahu khairan banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sini, Insya Allah. Semoga Allah menjaga kita dan anak keturunan kita dari buruknya zina..

  20. Arif Rahman Ginanjar mengatakan:

    Akhil kariieemm. Mengapakah anda sandingkan kata “Penghafal Al-quran ” dg kata “Ber-zina” apkah kata2 itu tak ada kata lain yang lbh bagus, pemaknaannya,,Hanya di karenakan Saling ber-kebalikan, Jika untuk meng-hardikpun Hendaknya gunakan kata2 yg sopan,,Apakah sdh tdk ada nilai Tersirat dari yang tersurat??? Kata dalam Al-quran begitu lembut tetapi lantaran kita yang memberi Note yg tak selayaknya,,akan diterima oleh hamba2 yg lagi sakit hatinya melainkan ia akan Mnggambarkan Al-Quran tiada lebih berharga,,Nas alulloh salamh wal `afiah..

  21. Arif Rahman Ginanjar mengatakan:

    Apakah tak layak judulnya dirubah;
    “Penghafal Al`Quran Ter-perangkap Pada Dosa Besar”

  22. Al-Quran sangat tinggi nilainya. Adapun orang yg menghafalnya tidak ma’shum. Jadi, mungkin saja ada orang yg menghafal Al-Qur’an melakukan perbuatan dosa.
    Judul, di atas merupakan intisari dari isi artikel, dan peringatan bagi orang2 yg mengemban Al-Quran untuk menjaga dirinya dari perbuatan nista. Orang yang membaca artikel, insya Allah bisa memahami korelasi isi artikel dan judul.
    Baarakallah fiik

  23. ajieb.69 mengatakan:

    assallamu’allaikum mohon maaf sebelumnnya bang, saya mau Sare agar semua teman-teman bisa lebih mengrti lagi
    jika seorang Hafidz harus bisa menjadi panutan kaum muslimin di sekitarnya. jangan sampai ceroboh dengan tindakan yang senono….

  24. andunisiy mengatakan:

    orang sholeh pun bisa terjatuh dalam dosa besar(zina)…apalagi saya yang jauh dari kesholehan,lebih memungkinkan lagi akan terjatuh….na’udzubillahi min dzalik..

  25. andunisiy mengatakan:

    sungguh sangat bermanfaat sekali tulisan ini bagi saya..barokallahu fiikum…

  26. martini banuseti mengatakan:

    dulu waktu masih gadis walaupun msh awan dlm beragama ana tdk mlakukan pacaran dsb. bukan krn takut dosa melainkan krn harga diri ana yg tinggi utk tdk melakukan hal yg rendah. bahkan ada seorang kawan yg memaksa utk memegang tangan ana. rasanya jijik tdk karuan. lalu bagaimana org bs mlakukan zina? dimana harga dirinya? kehormatannnya? apalagi jika sdh mengaji? di mana Allah? bukankan Alloh melihat perbuatannya. jika amalan hanya dhozirnya aja. hati tdk menyertai. mk Alloh juga tdk menjaganya…

  27. bucheabud mengatakan:

    Assalaamualaikum, ijin shre / kopas

  28. Wa’alaikumussalaam. Silakan.

  29. abu zakariyya mengatakan:

    afwan akhi, insya allah ana teringat kisah nyata ini, afwan kl bs jangan dicritakan lg kasian ikhwan dan akhwatnya, walau pun antum nda menyebutkan namanya, minimal ikhwan yg tahu kejadiannya akhirnya teringat lg. bahwa mereka dulu pernah berzina. afwan barokallah fiik.

  30. @Abu Zakariyya

    Saya sendiri juga tidak tahu nama & person orang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya.

My Twitter

Copyright

“Aku akan merasa bahagia, jika semua orang mempelajari ilmu ini, dan sama sekali tidak menyandarkannya padaku.” -Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i-

Milis Sunni Homeschooling

YM: ginanjar.indrajati

Perhatikan Temanmu

صديقي من صادقني لا من صدقني وعليك بمن ينظر الإفلاس والإبلاس وإياك من يقول لا باس لا باس. Teman baikku adalah orang yang jujur kepadaku, bukan orang yang suka membenarkanku. Bertemanlah dengan orang yang mengingatkan akan kerugian-kerugian. Dan hati-hatilah terhadap orang yang suka mengatakan: Tidak mengapa… Tidak mengapa…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: