<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Harianku</title>
	<atom:link href="http://alashree.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alashree.wordpress.com</link>
	<description>العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka.  (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Jan 2012 11:57:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alashree.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/724af6f6ababd4b9d4b344e62689db42?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Catatan Harianku</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alashree.wordpress.com/osd.xml" title="Catatan Harianku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alashree.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Penghafal Al-Quran Berzina</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/12/24/penghafal-alquran-berzina/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/12/24/penghafal-alquran-berzina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 16:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1954</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin malam, saya berkunjung ke tempat teman, eks teman satu wisma dulu. Beliau dulunya dari fakultas teknik. Meskipun demikian, kesibukannya kini bukan di perusahaan, karena ia memilih untuk menyibukkan diri dengan menghafalkan Al-Qur&#8217;an. Bahkan, bukan hanya menghafalkan Al-Qur&#8217;an semata, tetapi beliau juga berazzam untuk mengambil sanad minimal satu dari 10 qiraat. Secara pribadi, saya paling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1954&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/12/no-ikhtilath.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1955" title="no ikhtilath" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/12/no-ikhtilath.jpg?w=406" alt=""   /></a>Kemarin malam, saya berkunjung ke tempat teman, <em>eks</em> teman satu wisma dulu. Beliau dulunya dari fakultas teknik. Meskipun demikian, kesibukannya kini bukan di perusahaan, karena ia memilih untuk menyibukkan diri dengan menghafalkan Al-Qur&#8217;an. Bahkan, bukan hanya menghafalkan Al-Qur&#8217;an semata, tetapi beliau juga berazzam untuk mengambil <em>sanad</em> minimal satu dari 10 <em>qiraat</em>.</p>
<p>Secara pribadi, saya paling suka kalau main ke tempat beliau, karena &#8220;pembicaraannya&#8221; tidak seperti pembicaraan manusia pada umumnya. Banyak nasehat yang dinukil dari kalamullah, hadits, atau petuah salaf sehingga membuat hati tidak bosan untuk mengambil faidah. Demikianlah persangkaan saya berdasar dzahir yang saya lihat, dan tidak bermaksud menyucikan seorang pun di hadapan Allah ta&#8217;ala.</p>
<p><span id="more-1954"></span></p>
<p>Maka, tanpa terasa kunjungan saya pun sampai terlalu larut hingga jam dinding menunjukkan waktu hampir pukul dua belas malam. Di antara nasehat terakhir sebelum berpisah; beliau mewanti-wanti untuk menjauhi tempat-tempat dan sebab-sebab fitnah yang merusak. Katanya, nabi memberikan pesan bahwa jika seseorang mendengar kemunculan Dajjal di akhir zaman nanti, jangan penasaran untuk melihatnya, tetapi begitu mendengar nama Dajjal, segeralah lari menjauh. Ini juga merupakan petunjuk bahwa kita jangan main-main dan merasa aman dari fitnah yang merusak. Seseorang yang lama belajar agama, tidak bisa dijamin dirinya akan selamat di akhir hidupnya nanti. Maka, jauhilah fitnah yang merusak sejauh mungkin, jangan coba-coba penasaran lalu mencicipi masuk ke dalamnya.</p>
<blockquote><p>&nbsp;</p>
<p>Terdapat sebuah kisah nyata yang belum lama ini terjadi, ada seorang ikhwan, kesibukannya adalah menghafal Al-Qur&#8217;an, bahkan katanya sudah disebut hafizd. Di tempat lain, ada juga seorang akhwat yang hafizhah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam suatu waktu, diselenggarakan daurah kajian Ustadz di tempat yang tidak jauh dari mereka berdua berada. Entah karena sekadar ingin mencoba ta&#8217;aruf, atau sekadar ingin mengenal satu sama lain, atau entahlah alasan-alasan yang lain, mereka bersepakat untuk hadir dalam daurah Ustadz tersebut.</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Usai daurah, mereka berdua bersepakat untuk berpapasan. Qadarullah, di saat mereka berpapasan, Allah menurunkan hujan. Karena basah kuyup, mereka mencari tempat untuk berteduh. Di saat mereka berada di tempat berteduh tersebut, setan menggoda mereka akhirnya terjadilah perbuatan yang menyedihkan, zina. Na&#8217;udzubillahi min dzalik.</p>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p>Kisah di atas bukan fiksi, tetapi kisah nyata yang belum lama terjadi. Alhamdulillah pelaku zina tersebut kini sudah bertaubat (<em>mudah-mudahan Allah menerima taubatnya dan menutup aibnya</em>), dan membolehkan cerita ini disampaikan untuk menjadi ibrah (pelajaran), dengan tidak menyebut nama pelaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Usai menceritakan kisah tersebut, kawan saya ini mengingatkan bahwa tujuan kita hidup ini adalah mencari jalan menuju surga, yang belum pernah kita rasakan. Nah, <strong>tidakkah kita ingat bahwa nabi Adam <em>alaihis-salam</em> yang sudah merasakan kenikmatan surga tanpa kekurangan suatu apapun, masih saja terkena godaaan iblis untuk mendekati pohon yang dilarang Allah untuk didekati</strong>? Apalagi kita yang hidup di bumi yang penuh kekurangan, ketidaknikmatan, dan kalaupun ada kenikmatan, belum ada apa-apanya dengan kenikmatan surga? Maka, kemungkinan untuk termakan godaan iblis untuk menikmati kenikmatan tipuan lebih besar lagi. <em>Wal&#8217;iyadzu billah</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lihatlah contoh pemuda-pemudi penghafal Al-Qur&#8217;an ini. Bandingkan dengan kita yang mungkin minim atau hampir tidak punya hafalan Al-Qur&#8217;an, apalagi belajar agama. Apalagi perhatikan, mereka berdua tidak janjian di tempat pelacuran, tempat cafe, atau karaoke malam, <strong>tetapi janjian di tempat daurah</strong>, tempat majelis ilmu. Maka, ingatlah bahwa iblis tidak akan menyerah menggoda anak keturunan Adam. Apalagi, iblis memilki pengalaman dari zaman Adam hinggga zaman sekarang untuk menyesatkan manusia. Kurang pengalaman apa lagi? Jika orang shalih saja masih terkena rayuan iblis, maka kita yang <em>pas-pasan</em> ini harus lebih ekstra hati-hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bersyukurlah kita yang masih diselamatkan Allah <em>ta&#8217;ala</em> dari maksiat besar. Namun, kita tidak tahu besok apakah kita masih aman dari maksiat atau tidak. Boleh jadi, sekarang kita memang di jalan yang lurus, tetapi besok? Maka, jika kita menyadari ini, masih ada waktu untuk mengistiqomahkan diri, dan bertaubat dari kesalahan-kesalahan yang dulu pernah kita perbuat. Dan jangan lupa teruslah berdoa kepada Allah agar selalu istiqomah, karena keistiqomahan merupakan anugerah Allah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Janganlah sekali-kali kita aman dari pebuatan maksiat. Maka, jauhilah sebab-sebab fitnah yang merusak. Jauhilah tempat-tempat yang bisa menimbulkan fitnah yang merusak. Selalu luruskanlah niat kita, karena kalau hati ini tidak lurus, amalan shalih yang selama ini kita lakukan tidak ada artinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* Demikianlah faidah yang saya rangkum dari pembicaraan dengan kawan saya ini. Mudah-mudahan bisa jadi pengingat bagi diri saya sendiri dan siapa saja yang membaca catatatan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;"><em>Yogyakarta, Akhir Muharram 1433 &#8211; 24 Desember 2011 M</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Abu Muhammad Al-&#8217;Ashri</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1954/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1954/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1954&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/12/24/penghafal-alquran-berzina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<georss:point>-7.770106 110.370363</georss:point>
		<geo:lat>-7.770106</geo:lat>
		<geo:long>110.370363</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/12/no-ikhtilath.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">no ikhtilath</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian: Jurus Jitu Membuat Anak Menjadi Sholeh dan Sholehah &#8211; Masjid Kampus UGM</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/11/25/kajian-pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/11/25/kajian-pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 04:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1945</guid>
		<description><![CDATA[Insya Allah, akan diadakan kajian umum: Tema: Jurus Jitu Membuat Anak Menjadi Sholeh dan Sholehah Pemateri: Ustadz Abdullah Zaen, M.A Tempat : Masjid Kampus UGM Hari, Tanggal : Jumat, tgl 2 Desember 2011 Waktu: Bada Maghrib &#8211; 20.30 WIB Insya Allah, disiarkan live via  www.radiomuslim.com Terbuka Untuk Untuk Umum, Putra dan Putri. Sangat baik bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1945&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/11/ust-zain.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1946" title="ust zain" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/11/ust-zain.jpg?w=406&#038;h=575" alt="" width="406" height="575" /></a></p>
<p>Insya Allah, akan diadakan kajian umum:<span id="more-1945"></span></p>
<ul>
<li><strong>Tema</strong>: Jurus Jitu Membuat Anak Menjadi Sholeh dan Sholehah</li>
<li><strong>Pemateri</strong>: Ustadz Abdullah Zaen, M.A</li>
<li><strong>Tempat</strong> : Masjid Kampus UGM</li>
<li><strong>Hari, Tanggal</strong> : Jumat, tgl 2 Desember 2011</li>
<li><strong>Waktu</strong>: Bada Maghrib &#8211; 20.30 WIB</li>
</ul>
<p>Insya Allah, disiarkan live via  <a href="http://radiomuslim.com">www.radiomuslim.com</a></p>
<blockquote><p>Terbuka Untuk Untuk Umum, Putra dan Putri.<br />
Sangat baik bagi tenaga pendidik dan para orang tua.</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/informasi-kajian/'>Informasi Kajian</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/pendidikan-anak/'>Pendidikan Anak</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/kajian/'>Kajian</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/pendidikan-anak/'>Pendidikan Anak</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1945/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1945&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/11/25/kajian-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-7.770106 110.370363</georss:point>
		<geo:lat>-7.770106</geo:lat>
		<geo:long>110.370363</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/11/ust-zain.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ust zain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sesuatu yang Hilang: Harian Seputar Indonesia 22 juli 2010</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/11/20/sesuatu-yang-hilang/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/11/20/sesuatu-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 01:50:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Rhenald Kasali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1934</guid>
		<description><![CDATA[SALAH seorang mahasiswa saya,seorang dosen,suatu ketika datang dengan penuh kegelisahan.Rupanya dia baru saja menerima sebuah surat yang mengusulkan untuk memberhentikan yang bersangkutan. ”Apakah Anda melakukan kesalahan fatal?” Dia menggelengkan kepalanya. ”Ini baru usulan Pak. Semua rekan saya pun ikut heran. Tak ada alasan yang spesifik, kami hanya bisa berandai-andai saja. Katanya karena masa studi saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1934&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SALAH seorang mahasiswa saya,seorang dosen,suatu ketika datang dengan penuh kegelisahan.Rupanya dia baru saja menerima sebuah surat yang mengusulkan untuk memberhentikan yang bersangkutan.</p>
<blockquote><p>”Apakah Anda melakukan kesalahan fatal?” Dia menggelengkan kepalanya. ”Ini baru usulan Pak. Semua rekan saya pun ikut heran. Tak ada alasan yang spesifik, kami hanya bisa berandai-andai saja. Katanya karena masa studi saya sudah lewat batas waktu.” Saya tertegun sejenak. Dia memang bukan <span id="more-1934"></span>dosen yang cemerlang, secemerlang rekannya yang bisa menyelesaikan program doktornya dua atau tiga tahun.</p></blockquote>
<p>Bahkan sewaktu saya menyelesaikan program doktor di Amerika Serikat (AS), saya butuh waktu lima tahun. Itu pun sudah yang tercepat di antara seluruh kandidat doktor. Profesor-profesor saya di AS selalu mengingatkan saya <strong>agar utamakan prosedur, jalankan birokrasi keilmuan dengan penuh tanggung jawab</strong>.</p>
<p>.<br />
<span style="text-decoration:underline;"><strong>Namun, di sini, saat ini, situasinya sudah sangat berbeda,orang semua ingin serbacepat, serbainstan</strong></span>. Masa studi program doktor dipatok maksimal lima tahun.Lewat itu mahasiswa dikeluarkan. Namun, lima tahun sesungguhnya bukanlah waktu yang lama. Mahasiswa saya tadi baru saja menghabiskan waktu empat tahun, tapi sudah akan diberhentikan oleh atasannya.</p>
<p>.<br />
<strong>Sebuah Ancaman</strong></p>
<blockquote><p>Saya pun teringat dengan kejadian-kejadian yang pernah saya alami sepanjang karier saya.Surat-surat ancaman bukanlahsesuatuyangasingsepanjang hidup saya.Orang yang merasa dirinya sebagai atasan bisa berubah menjadi tidak senang karena alasan yang tidak masuk akal. Jangankan atasan dalam birokrasi,yang sejajar saja,asal dia ”merasa”senior dan lebih berkuasa,mampu menulis surat hingga berlembar-lembar dengan dalil-dalil hukum yang muaranya sangat jelas: dia ingin memecat kita.</p></blockquote>
<p>Ada modus lain lagi yang sedikit lebih canggih. Membisiki orang-orang yang berkuasa hingga dia tiba-tiba menjadi sangat tidak suka dan tidak mau membantu atau mendukung Anda.Atau yang lebih menyakitkan lagi,memerintahkan pemeriksaan keuangan dan seakan-akan menemukan adanya kejahatan yang telah Anda lakukan,lalu suratnya disebarluaskan ke mana-mana.</p>
<p>.<br />
Maka itu, maaf saja, tuduhantuduhan korupsi yang belakangan banyak beredar dan asal saja diucapkan masyarakat selalu harus saya pahami dengan penuh kehatihatian. Selalu saja kita temui rivalitas di balik tudingan-tudingan itu. Pernah saya bertanya kepada orang-orang yang keasyikan bermain api dan melempar bensin tentang hal-hal tersebut.Namun, ternyata percuma saja, mereka pun berpura-pura tidak tahu atau yang lebih manis lagi selalu mengatakan, ”Wah, saya kan cuma menjalankan perintah.</p>
<p>.</p>
<p>”Atau,”Habis bagaimana, saya ditanya-tanya banyak orang,ya saya tulis saja biar jelas.” Saya sangat heran orang-orang tersebut seharusnya dapat menyalurkan keahliannya menulis untuk mendapatkan <em>kum</em> atau angka kredit agar bisa menjadi guru besar.Bukankah karya ilmiah sangat mereka butuhkan dan ilmu yang mereka miliki sangat tinggi? Nyatanya mereka tidak melakukannya.</p>
<blockquote><p>Mereka memilih memupukkan amarah demi memuaskan hawa nafsu yang ada dalam pikirannya. Mahasiswa saya tadi tidak bisa lulus cepat karena <em><strong>karya ilmiahnya memang kaya prosedur</strong></em>, dia harus menguji datanya berulang-ulang dan memperbaikinya setahap demi setahap. <em><strong>Saat-saat seperti ini sesungguhnya dia membutuhkan lebih banyak dukungan daripada ancaman</strong></em>.</p>
<p>Namun, <strong><em>entah mengapa orang-orang hebat tidak memedulikannya</em></strong>. Padahal, kalau dia lulus dan berhasil meraih gelar doktor, dia akan menjadi aset yang penting bagi universitas yang membiayai studinya, bukankah universitas membutuhkan tenaga edukatif yang berkompetensi tinggi dan lulus dari universitas terkemuka? Lalu apa jadinya kalau dia diberhentikan begitu saja? Berapa banyak biaya yang telah dikeluarkan?</p></blockquote>
<p>.</p>
<p><strong>Kehilangan</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ungkapan lama menyatakan</span>,</p>
<blockquote><p>”Kita sering kali tidak merasa memiliki sampai tiba-tiba kita kehilangan.” Seorang suami yang sering kali mengancam dan menghina istrinya tidak pernah merasa memiliki sampai suatu ketika istrinya itu pergi meninggalkannya. Demikianlah sikap orang-perseorangan yang tidak matang dalam memahami orang lain.&#8221;</p></blockquote>
<p><span style="text-decoration:underline;">Ungkapan lainnya menyatakan</span>,</p>
<blockquote><p>”Hanya orang–orang bodoh yang ingin menguasai orang lain, sedangkan orang-orang pintar selalu ingin menguasai dirinya sendiri, menaklukkannya agar tidak liar dalam berperilaku.”</p></blockquote>
<p>.</p>
<p>Khusus untuk aset-aset yang bersifat <em>intangibles</em> seperti pengetahuan dan SDM, kita memang sulit melihat saat dia kehilangan, seorang yang membuang <em>intangibles</em> sesuka hatinya karena hidupnya terancam tidak dapat dipidanakan. Dia tidak dianggap merugikan lembaganya karena intangibles tidak tercatat dalam daftar aset di neraca perusahaan. Padahal harta terpenting itu sesungguhnya adalah harta-harta yang tidak berwujud, yang hanya dapat dirasakan keberadaannya, tapi tidak dapat dilihat dengan kasatmata, apalagi disentuh atau diraba.</p>
<p>.</p>
<p>Pengetahuan, keterampilan, reputasi, nilai-nilai baik dan produktif, daya juang, <em>brand image</em>, <em>gestures</em>, dan seterusnya adalah <em>intangibles asset</em> yang jauh lebih penting daripada sekadar hartaharta yang kelihatan. Dulu bahkan pengarang terkenal Mark Twain pernah berujar,</p>
<blockquote><p>”Mereka yang mencuri uang saya tak akan membuat saya jatuh miskin. Tapi dia yang mencuri nama baik (reputasi) sayalah yang membuat hidup saya menjadi susah.”</p></blockquote>
<p>.<br />
Saya ingin membangunkan orang-orang yang menerima mandat atau amanah untuk menjaga lembaga-lembaga apa saja agar jangan membiarkan orang-orang yang kerdil asyik terlibat dalam konflik dan tenggelam dalam intrik atau takut kehilangan karena persaingan.</p>
<p>.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Orang-orang seperti itu akan menghabiskan harta-harta tak kelihatan milik kita dan nilainya jauh lebih besar dari sekadar korupsi yang mudah dideteksi para auditor</span>. Mari selamatkan harta-harta tak kelihatan milik kita yang tidak bisa dibeli di mana saja, bahkan tidak bisa diperoleh dalam tempo sekejap.(*)<br />
<em><strong></strong></em></p>
<p>.</p>
<p style="text-align:right;"><em><strong>RHENALD KASALI</strong></em><br />
<em><strong>Ketua Program MM UI</strong></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/pendidikan-2/'>Pendidikan</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/rhenald-kasali/'>Rhenald Kasali</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1934/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1934/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1934&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/11/20/sesuatu-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-7.770106 110.370363</georss:point>
		<geo:lat>-7.770106</geo:lat>
		<geo:long>110.370363</geo:long>
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Hal Penyebab Seseorang Terhalang dari Taufik Allah</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/11/03/enam-hal-penyebab-seseorang-terhalang-dari-taufik-allah/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/11/03/enam-hal-penyebab-seseorang-terhalang-dari-taufik-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 00:31:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Petuah Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[Taufik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1918</guid>
		<description><![CDATA[Syaqiq bin Ibrahim rahimahullah berkata, “Enam hal yang menyebabkan seseorang terhalang untuk mendapatkan taufik dari Allah, yaitu: Mereka sibuk dengan kenikmatan, tetapi lalai untuk mensyukurinya. Mereka cinta kepada ilmu, tetapi tidak mengamalkannya. Mereka bersegera berbuat dosa, tetapi menunda-nunda taubat. Tertipu: Berteman dengan orang-orang shalih, tetapi tidak mau meneladani perbuatan mereka. Mereka tahu bahwa dunia berpaling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1918&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Syaqiq bin Ibrahim</strong> <em>rahimahullah </em>berkata, “Enam hal yang menyebabkan seseorang terhalang untuk mendapatkan taufik dari Allah, yaitu:</p>
<ol>
<li>Mereka sibuk dengan kenikmatan, tetapi lalai untuk mensyukurinya.</li>
<li>Mereka cinta kepada ilmu, tetapi tidak mengamalkannya.</li>
<li>Mereka bersegera berbuat dosa, tetapi menunda-nunda taubat.</li>
<li>Tertipu: Berteman dengan orang-orang shalih, tetapi tidak mau meneladani perbuatan mereka.<span id="more-1918"></span></li>
<li>Mereka tahu bahwa dunia berpaling menjauhi mereka, tetapi mereka berusaha mengejarnya.</li>
<li>Mereka tahu akhirat mendatangi mereka, tetapi mereka justru berpaling menjauhinya.</li>
</ol>
<p>&#8212;-</p>
<p><em>Faidah ini saya dapatkan dari <strong>Ustadz Abu Muhammad Harits Abrar Thalib</strong>, dalam pengantar beliau untuk terjemah kitab Nubdzah Mukhtasharah <strong>Ummu Abdillah Al-Wadi&#8217;iyyah</strong>.</em></p>
<p align="center">
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/petuah-salaf/'>Petuah Salaf</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/hati/'>Hati</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/hidayah/'>Hidayah</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/taufik/'>Taufik</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1918/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1918/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1918&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/11/03/enam-hal-penyebab-seseorang-terhalang-dari-taufik-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makna dan Standar Perbuatan Dzalim</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/11/02/makna-dan-batasan-dzalim/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/11/02/makna-dan-batasan-dzalim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 00:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanyaan Teman]]></category>
		<category><![CDATA[dzalim]]></category>
		<category><![CDATA[zalim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1908</guid>
		<description><![CDATA[Satu hari yang lalu, saya mendapatkan sms dari teman yang menanyakan suatu permasalahan. Awalnya, ingin saya balas secara personal, tetapi karena tidak sadar jawaban menjadi panjang, saya postingkan di blog ini sekalian.   Pertanyaan: Sebenarnya, apa makna dari mendzolimi? Dan apa standar suatu perbuatan dikatakan mendzolimi? Apakah sebuah kata-kata marah atau tegas itu bisa dikatakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1908&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Satu hari yang lalu, saya mendapatkan sms dari teman yang menanyakan suatu permasalahan. Awalnya, ingin saya balas secara personal, tetapi karena tidak sadar jawaban menjadi panjang, saya postingkan di blog ini sekalian.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Pertanyaan:</strong></span></p>
<blockquote><p>Sebenarnya, apa makna dari mendzolimi? Dan apa standar suatu perbuatan dikatakan mendzolimi? Apakah sebuah kata-kata marah atau tegas itu bisa dikatakan mendzolimi?”</p></blockquote>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Jawaban:</strong></span></p>
<p>Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu kita kembalikan pada <strong><em>makna asal dzalim</em></strong> ( الظلم ).<span id="more-1908"></span></p>
<p>Para ulama mendefinisikan dzalim sebagai:</p>
<blockquote>
<h3 align="center">وضع الشيء في غير محله</h3>
<p align="center">“Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya”</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;" align="center">Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>dengan tegas melarang seseorang mendzalimi orang lain, sebagaimana sabda beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>:</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align:center;">يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرماً، فلا تظالموا</h3>
<p style="text-align:center;">Wahai hamba-hamba-Ku, Sesungguhnya Aku mengharamkan diriku berbuat dzalim dan Aku juga mengharamkan hal itu ada pada di antara kalian. Maka, janganlah kalian berbuat dzalim.</p>
<p style="text-align:center;">(Riwayat Muslim)</p>
</blockquote>
<p>Oleh karena itu, jika seseorang mendzalimi orang lain, berarti ia telah melakukan sikap yang tidak selayaknya pada orang lain tersebut, yang membuat orang tersebut tidak ridha terhadap apa yang dilakukannya. Perbuatan inilah yang dilarang Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, sesuai dalam hadits di atas.</p>
<p>Dalam berbagai dalil syar’i (Al-Qur’an dan Al-Hadits), ada banyak penggunaan kata <em>dzalim</em>, dengan makna yang berbeda-beda. Namun, jika dikategorikan secara umum, dzalim mencakup <strong>tiga jenis</strong>.<strong></strong></p>
<p><strong>I. Kedzaliman terhadap Allah</strong></p>
<p>Ini mencakup <strong>kufur</strong> dan <strong>syirik</strong> dalam peribadatan terhadap Allah, karena dengan melakukan perbuatan kufur dan syirik, seseorang telah melakukan sesuatu yang tidak selayaknya bagi bagi Allah, yaitu mentauhidkannya.</p>
<ul>
<li>Contoh dzalim yang diartikan <strong>kufur</strong> adalah dalam ayat berikut:</li>
</ul>
<h3 align="center">وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظالِمُونَ</h3>
<p align="center"><em>“Dan orang-orang <strong>kafir</strong> itulah orang-orang yang<strong> zalim</strong></em><em>”</em></p>
<p align="center">(Al-Baqarah: 254)</p>
<ul>
<li>Adapun contoh dzalim yang diartikan <strong>syirik</strong> dalam peribadatan kepada Allah adalah dalam dalam ayat surat Luqman, ayat 3:</li>
</ul>
<h3 align="center">إِنَّ الشِّرْكَ لَظلْمٌ عَظِيمٌ</h3>
<p align="center">“Sesungguhnya <strong>syirik</strong> (mempersekutukan Allah dalam peribadatan) adalah benar-benar <strong>kezaliman</strong> yang besar”</p>
<p align="center">(Luqman: 13)<strong></strong><strong></strong></p>
<p style="text-align:left;" align="center"><strong>II. Kedzaliman terhadap diri sendiri</strong></p>
<p>Perbuatan ini mencakup:</p>
<h3 align="center">وذلك باتباع الشهوات وإهمال الواجبات، وتلويث نفسه بآثار أنواع الذنوب والجرائم والسيئات، من معاصي لله ورسوله</h3>
<p align="center">(Mengikuti syahwat, meninggalkan kewajiban, melumuri diri dengan berbagai perbuatan dosa, kesalahan, dan kejelekan yang merupakan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya)</p>
<p>Contoh ayat yang menyinggung dzalim dalam konteks ini adalah:</p>
<blockquote>
<h3 align="center">وَمَا ظلَمَهُمُ اللّهُ وَلـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظلِمُونَ</h3>
<p align="center">“<em>Tidaklah Allah men</em><em>dza</em><em>limi mereka</em><em>,</em><em> tetapi<strong> mereka sendirilah yang berbuat </strong></em><em><strong>dza</strong></em><em><strong>lim </strong></em><em><strong>pada</strong></em><em><strong> diri mereka</strong></em><em>.</em></p>
<p align="center">(Ali Imran: 117).<strong></strong></p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;" align="center"><strong>III. Kedzaliman terhadap makhluk lain</strong></p>
<p>Jika kita melakukan seuatu perbuatan yang tidak pada tempatnya hingga melanggar hak-hak makhluk lain (manusia maupun hewan), ini termasuk kedzaliman pula.</p>
<blockquote>
<h3 align="center">ظلم الإنسان لغيره من عباد الله ومخلوقاته، وذلك بأكل أموال الناس بالباطل، وظلمهم بالضرب والشتم والتعدي والاستطالة على الضعفاء، والظلم يقع غالباً بالضعيف الذي لا يقدر على الانتصار</h3>
<p align="center">(Kedzaliman manusia terhadap hamba dan makhluk Allah yang lain mencakup memakan harta manusia dengan cara bathil, memukul, mencaci maki, menganiaya, merendahkan kaum dhuafa’, serta perbuatan aniaya yang secara umum terjadi pada orang-orang lemah yang tidak mampu ditolong)</p>
</blockquote>
<p>Perbuatan dzalim dalam point ini banyak menyangkut hak sesama makhluk, dan banyak sekali dalil yang menyingunggnya. Satu contoh saja adalah sebagai berikut:</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<blockquote>
<h3 align="center">مطل الغني ظلم</h3>
<p align="center">“Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman.”</p>
<p align="center">(Muttafaq alaih)</p>
</blockquote>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Apakah Sikap Marah atau Tegas termasuk Kategori Mendzalimi?</strong></span></p>
<p>Jawabannya, marah atau tegas <strong>belum tentu</strong> masuk kategori <strong>dzalim</strong>, <span style="text-decoration:underline;">kecuali jika sampai melanggar hak-hak orang lain</span>. Marah dan tegas di satu sisi bisa masuk kategori dzalim, dan di sisi lain justru bisa mendatangkan pahala.</p>
<p><strong>Contoh Sikap Tegas / Marah yang Merupakan Kedzaliman</strong>:</p>
<ul>
<li>Seorang atasan bersikap tegas untuk menerapkan peraturan potong jenggot dan  isbal kepada bawahannya.</li>
<li>Seorang ayah marah jika putrinya memakai hijab.</li>
<li>Seorang anak kost marah jika diingatkan tugas piket yang belum dikerjakannya.</li>
<li>Seorang mahasiswa marah terhadap dosen yang memergokinya berbuat curang ketika ujian.</li>
<li>Seorang penuntut ilmu marah jika dinasehati penuntut ilmu yang lebih muda, padahal nasehatnya benar.</li>
<li>Orang tua tegas memaksakan anaknya berbuat maksiat ketika acara walimah (foto –foto kenangan, music, ikhtilath, atau seperti adat di sebagian masyarakat di pulau Anda: <em>merarik</em>)</li>
<li>Seorang mahasiswa yang marah kepada orang tuanya karena permintaan untuk membeli motor / laptop tidak dipenuhi.</li>
<li><span style="color:#ff0000;">…… dan setiap perbuatan lainnya yang <strong><em>menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya</em></strong>.</span></li>
</ul>
<p><strong>Contoh Sikap Tegas/Marah yang Justru Bisa Berpahala</strong>:</p>
<ul>
<li>Seorang yang tegas memilih keluar dari suatu instansi daripada diminta memotong jenggot / isbal.</li>
<li>Seorang pegawai negeri yang tegas menolak melakukan gratifikasi / suap, walau diperintah atasannya.</li>
<li>Seorang Ketua Kost yang tegas memarahi anggota kost yang lalai, tidak menjalankan tugas piket.</li>
<li>Seorang mahasiswa yang marah jika dimintai contekan oleh mahasiswa lain ketika ujian.</li>
<li>Seorang istri marah melihat suami bermain musik, merokok, menghabiskan waktu dengan game, dan menonton pertandingan bola di televisi.</li>
<li>Seorang pelajar yang marah jika diminta rekan-rekan satu sekolahnya untuk mengadakan acara perpisahan/reuni yang mengandung unsur maksiat, seperti foto-foto bersama, ikhtilath, pelalaian waktu shalat, dll.</li>
<li>Seorang anak yang marah dan tegas menolak perintah orang tua untuk menghadiri acara wisuda yang banyak terdapat maksiat, sedangkan ijazah masih dimungkinkan untuk diambil tanpa hadir dalam acara tersebut.</li>
<li>Seorang dosen yang tegas mengusir mahasiswa yang memanipulasi tugas laporan kuliah.</li>
<li><strong><span style="color:#ff0000;">… dan setiap sikap tegas/marah yang muncul karena adanya pelanggaran syariat / kemaksiatan yang dilakukan orang lain.</span></strong></li>
</ul>
<p><strong>Catatan:</strong></p>
<ul>
<li>Perlu diperhatikan dengan baik <strong>sifat marah nabi</strong> <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>yang perlu kita contoh. Ketika orang lain menzalimi beliau (melakukan pelanggaran yang berkaitan dengan hak-hak beliau), nabi tidak marah. Oleh karena itu, ketika malaikat mendatangi beliau dan memberikan tawaran untuk menubrukkan bukit kepada penduduk <strong>Thaif</strong> yang melempari beliau dengan batu sehingga beliau terluka dan berdarah, beliau justru menolak tawaran malaikat tersebut, dan justru mendoakan penduduk Thaif agar kelak dari sulbi mereka akan muncul generasi yang mentauhidkan Allah. <em>Masya Allah…</em></li>
</ul>
<ul>
<li>Namun, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>  akan <strong>marah jika ada kezaliman yang berkaitan dengan hak-hak Allah / pelanggaran syariat</strong>. Oleh karena itu, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pernah marah ketika sebagian shahabat meminta dibuatkan <strong><em>Dzatu Anwath </em></strong><em>(tempat menggantungkan senjata<strong> </strong>yangdinilai bisa mendatngkan berkah)</em>, sebagaimana orang-orang musyrik memiliki <strong><em>Dzatu Anwath</em></strong>.<em> </em> Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>  juga pernah <strong>sangat marah</strong> ketika <strong>Usamah bin Zaid</strong> <em>radhiyallahu ‘anhu</em> membunuh tentara musuh yang mengucapkan <strong><em>laa ilaaha illallaah</em></strong>, meskipun Usamah beranggapan tentara tersebut hanya pura-pura mengucapkan itu untuk melindungi dirinya saja.</li>
</ul>
<p align="center"><em>Wallahu A’lam</em>.</p>
<p>~Mohon koreksi dari teman-teman jika ada penjelasan yang salah~</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/pertanyaan-teman/'>Pertanyaan Teman</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/dzalim/'>dzalim</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/zalim/'>zalim</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1908/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1908/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1908&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/11/02/makna-dan-batasan-dzalim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lakukan Ini Sebelum Tidur (Ada Waktu Terkabulnya Doa Lho)</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/11/02/adab-sebelum-tidur/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/11/02/adab-sebelum-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 21:49:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1903</guid>
		<description><![CDATA[Ini ceritanya, saya lagi mau tidur. Hanya saja, kok lupa adab-adab tidur sesuai syariat Islam. Padahal, kan ada hadits yang menyebutkan bahwa jika kita tidur dalam keadaan berwudhu, lalu bangun di waktu malam, kemudian berdoa, niscaya doa kita akan dikabulkan. Maka, dengan taufik Allah ta&#8217;ala kemudian berbekal netty tercinta plus bantuan google, saya menemukan artikel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1903&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini ceritanya, saya lagi mau tidur. Hanya saja, <em>kok</em> lupa adab-adab tidur sesuai syariat Islam. Padahal, <em>kan</em> ada hadits yang menyebutkan bahwa jika kita tidur dalam keadaan berwudhu, lalu bangun di waktu malam, kemudian berdoa, niscaya <span style="text-decoration:underline;">doa kita akan dikabulkan</span>. Maka, dengan taufik Allah <em>ta&#8217;ala</em> kemudian berbekal <em>netty</em> tercinta plus bantuan <em>google,</em> saya menemukan artikel adab islami ketika seseorang akan tidur di situs <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/adab-islami-sebelum-tidur.html">www.muslim.or.id,</a> yang <em>eh</em> ternyata tulisan eks teman kost sendiri.</p>
<p>Nah, inilah adab-adab sebelum tidur tersebut. Saya tuliskan poin-poinnya saja<span id="more-1903"></span> agar mudah diingat (khususnya untuk saya sendiri<em></em>). Adapun yang mau mencari dalilnya silakan langsung ke <em>tkp</em> di <a href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/adab-islami-sebelum-tidur.html">www.muslim.or.id</a>.</p>
<ol>
<li><strong>Wudhu</strong> dulu sebelum tidur</li>
<li><strong>Berbaring</strong> pada sisi kanan</li>
<li><strong>Meniup</strong> kedua telapak tangan sambil membaca surat <strong>Al Ikhlash</strong> (<em>qul huwallahu ahad</em>), surat <strong>Al Falaq</strong> (<em>qul a’udzu bi robbil falaq</em>), dan surat <strong>An Naas</strong> (<em>qul a’udzu bi robbinnaas</em>), masing-masing <strong>sekali</strong>.</li>
<li><strong>Mengusap</strong> kedua tangan tersebut ke wajah dan bagian tubuh yang dapat dijangkau, sebanyak <strong>tiga kali</strong>.</li>
<li>Membaca <strong>ayat kursi</strong></li>
<li>Membaca <strong>do’a</strong> sebelum tidur بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا (<span style="text-decoration:underline;"><em>Bismika allahumma amuutu wa ahyaa</em></span>).</li>
<li>Selamat tidur.</li>
</ol>
<p>Semoga ketika <em>nglilir</em> (jawa: bangun di tengah malam) nanti, doa kita dikabulkan Allah. <em>Amiin</em>.</p>
<p style="text-align:right;"><em>Yogyakarta, 01/11/2011</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Masih dalam suasana awal Dzulhijjah</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>~menjelang tidur~</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/catatan-harianku/'>Catatan Harianku</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/ritual/'>Ritual</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/adab/'>Adab</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/doa/'>Doa</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/tidur/'>Tidur</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1903/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1903/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1903&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/11/02/adab-sebelum-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara &#8220;Ngaji&#8221; dan &#8220;Ngurusi&#8221; Fitnah</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/11/01/ngaji-vs-ngurus-fitnah/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/11/01/ngaji-vs-ngurus-fitnah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 12:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, mata saya tertarik membaca sebuah note facebook teman, al-akh Wira Mandiri Bachrun (ikhwan MIPA UGM yang kini menimba ilmu di Darul Hadits Syihr, Hadramaut &#8211; Yaman). Beliau -jazahullah khairan-menuliskan faidah yang sangat penting dan perlu kita renungkan bersama. Judul aslinya adalah Antara Silsilah Durus, Kita, dan Fitnah. Berikut ini pesan nasehat beliau: &#8212;- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1899&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, mata saya tertarik membaca sebuah <em>note facebook</em> teman, al-akh <strong>Wira Mandiri Bachrun</strong> (ikhwan MIPA UGM yang kini menimba ilmu di <strong>Darul Hadits Syihr, Hadramaut &#8211; Yaman</strong>). Beliau -<em>jazahullah khairan</em>-menuliskan faidah yang sangat penting dan perlu kita renungkan bersama. Judul aslinya adalah <em><strong>Antara Silsilah Durus, Kita, dan Fitnah</strong></em>. Berikut ini pesan nasehat beliau:</p>
<p>&#8212;-</p>
<div class="mbl notesBlogText clearfix">
<div>
<p>Di awal-awal saya tiba di Yaman, seorang teman Yamani meminjamkan sebuah kitab yang berjudul <em><strong>Minhaj Thalibil Ilmi</strong></em>. Kitab yang ditulis oleh salah seorang murid Asy Syaikh Muqbil ini berisi <em>silsilah durus</em>, daftar kitab<span id="more-1899"></span> yang dipakai oleh para ulama dan harus dipelajari oleh seorang penuntut ilmu agar bisa mapan dalam ilmu. <span style="text-decoration:underline;">Begitu membaca satu persatu judul kitab-kitab tersebut saya baru sadar bahwa perjalanan ini akan sangat panjang</span>. Seingat saya, di antara judul kitab-kitab tersebut:</p>
<p><strong>Dalam bidang tauhid</strong>:</p>
<ul>
<li>Al Qawaidul Arba&#8217;</li>
<li>Al Qoulul Mufid fi Adillatit Tauhid</li>
<li>Al Waajibat Al Mutahattimaat</li>
<li>Al Ushul Ats Tsalatsah</li>
<li>Kitaabut Tauhid</li>
<li>Kasyfu Asy Syubuhaat</li>
<li>Tathiirul I&#8217;tiqaad</li>
<li>Fathul Majid</li>
<li>Taisir Azizil Hamid</li>
</ul>
<p><strong>Dalam bidang Aqidah &#8211; Asma was Sifaat:</strong></p>
<ul>
<li>Lum&#8217;atul I&#8217;tiqaad</li>
<li>Al Qowaaidul Mutsla</li>
<li>Al Aqidah Al Wasithiyah</li>
<li>Al Aqidah At Thawiyyah</li>
<li>Syarh At Thahwiyyah</li>
<li>Risalah At Tadmuriyyah</li>
<li>Syarhus Sunnah</li>
</ul>
<p><strong>Dalam bidang hadits:</strong></p>
<ul>
<li>Arbain An Nawawiyah</li>
<li>Umdatul Ahkam</li>
<li>Bulughul Maram</li>
<li>Al Lu&#8217;lu&#8217; wal Marjaan</li>
<li>Shahih AL Bukhari</li>
<li>Shahih Muslim</li>
<li>Kutubus Sunan</li>
</ul>
<p><strong>Dalam bidang bahasa Arab:</strong></p>
<ul>
<li>Al Aajurumiyyah</li>
<li>At Tuhfatus Saniyyah</li>
<li>Mutammimah Al Ajurumiyyah</li>
<li>Qatrun Nada</li>
<li>Alfiyyah Ibnu Malik</li>
</ul>
<p><strong>Dalam bidang Imla&#8217;</strong></p>
<ul>
<li>Tuhfatul Markaziiyyah</li>
<li>Qawaid Al Imla&#8217;</li>
</ul>
<p><strong>Dalam Bidang Mustalahul Hadits:</strong></p>
<ul>
<li>Al Baiquniyyah</li>
<li>Mukhtashar Ulumil Hadits</li>
<li>Al Muqidhah</li>
<li>Tadribur Rawi</li>
<li>Dhawabith Jarh wat Ta&#8217;dil</li>
<li>Syarh Ilal At Tirmidzi</li>
</ul>
<p><strong>Dalam Bidang Ushul Fiqh</strong></p>
<ul>
<li>Al Waraqaaat</li>
<li>Al Ushul min Ilmil Ushul</li>
<li>Al Mudzakkiraat</li>
<li>Ar Risaalah karya Imam Asy Syafi&#8217;i</li>
</ul>
<p><strong>Dalam bidang ushul tafsir:</strong></p>
<ul>
<li>Ushul fi Tafsirr</li>
<li>Muqaddimah Ushul Tafsir Ibni Taimiyyah</li>
<li>Qawaidul Hisan</li>
<li>Al Itqan lis Suyuthi</li>
</ul>
<p>Dan beliau <em>hafizhahullah</em> masih menyebutkan daftar kitab yang panjang yang butuh waktu yang panjang pula untuk mempelajarinya.</p>
<blockquote><p>Dari sini kita bisa ambil kesimpulan bahwa ilmu agama begitu luas. Taruhlah kita <em>enggak</em> usah hitung ilmu-ilmu alat. Cukup ambil tauhid, aqidah, dan fiqh, yang berhubungan ibadah sehari-hari dan yang <em>antum</em> perlukan untuk <strong>mendakwahi keluarga dan orang-orang terdekat</strong>.<strong> Sudahkah antum mencicipi kitab tersebut dengan mempelajarinya?</strong> Bahkan mungkin di antara antum ada yang baru pertama kalinya mendengar judul kitab-kitab tersebut?</p></blockquote>
<p>Sekarang kita masuk ke inti tulisan ini&#8230;.</p>
<p>Kalau sudah tahu betapa banyaknya perkara yang perlu kita pelajari, masihkah kita habiskan waktu untuk mengurusi perkara-perkara yang tidak bermanfaat? <strong>Atau bahkan yang lebih parah dari itu, kita sibukkan diri kita dengan berbagai fitnah yang sebenarnya bukan porsi kita untuk mengurusinya</strong>?</p>
<p>Mungkin di antara kita sudah lama mengenal dakwah. Ada yang sudah lima tahun, sepuluh, bahkan belasan tahun sudah mengenal <em>dakwah salafiyah</em>.</p>
<blockquote><p><strong>Dari jangka waktu yang panjang tersebut, sudah seberapa banyak ilmu Diin yang sudah kita pelajari dan kita amalkan?</strong></p></blockquote>
<p><em>Wallahi</em> demi Allah, saya banyak melihat ikhwah -semoga Allah menunjuki</p>
<p>kita dan mereka semua- bertahun-tahun mengaji tapi sama sekali tidak nampak perubahan dari sisi ilmu dan amal. Tapi anehnya ketika diajak bicara tentang fitnah, si fulan hizbi, ustadz fulan sudah menyimpang, dan tema-tema yang semisalnya masya ALLAH.. Sepertinya ilmunya sudah begitu luas. Yang seperti ini tidaklah sepantasnya.</p>
<p>Bukan berarti kita meninggalkan dari memperingatkan dari dai-dai penyesat umat. Tapi semua ada porsinya. <span style="text-decoration:underline;">Pikirkan diri antum, keluarga antum, orang tua antum, karib kerabat antum. Bukankah mereka butuh dakwah? Dan bukankah dakwah butuh kepada ilmu? Kalau antum sibukkan diri dengan fitnah, kapan antum sibuk dengan ilmu? Kapan antum mau berdakwah? Apakah antum lantas ingin berdakwah tanpa ilmu</span>?</p>
<blockquote><p><strong>Sebagian ikhwan mengatakan &#8220;Kalau kita enggak ikut-ikutan bicara fitnah, takutnya kita dibilang hizbi, dibilang memble, mumayyi&#8217; dan seterusnya&#8230;&#8221; Ya akhi fillah, kenapa harus takut? TAKUT itu hanya kepada ALLAH. Bukan kepada manusia. Kalau memang bukan maqam antum untuk bicara, kenapa harus takut untuk tidak bicara?</strong></p></blockquote>
<p>Mungkin ini sedikit nasihat dari ana, saudaramu fillah. Tidaklah nasihat ini disampaikan melainkan karena kecintaan kepada antum dan juga berbagi dari pengalaman, belajar dari kesalahan yang sudah terjadi, agar tidak kembali terulang pada diri antum.</p>
<p>Waktu terus berjalan. Kita tidak tahu kapan Allah akan cabut nyawa kita. Akankah antum masih sibukkan diri dengan fitnah di tengah kejahilan yang melanda?</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
<p class="uiHeaderTitle" style="text-align:center;"><em>&#8212;selesai penukilan&#8212;</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/adab/'>Adab</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/akhlak/'>Akhlak</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/facebook/'>facebook</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/fitnah/'>fitnah</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/ilmu/'>Ilmu</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/salafi/'>salafi</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/salafy/'>salafy</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1899/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1899/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1899&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/11/01/ngaji-vs-ngurus-fitnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Seseorang itu Layak Disebut Salafi?</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/31/call-salafee/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/31/call-salafee/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 13:04:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[salafy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah postingan menarik dari forum Tawba yang dikelola saudari Muslimah dari Khobar- Saudi Arabia, Ukht Mayada (mahasiswi sastra Inggris, King Faishal University, angkatan 2009). Postingan tersebut berkaitan tentang masalah kapan seseorang dikatakan sebagai salafi. Berikut ini, postingan tersebut. Saya nukilkan sebagaimana aslinya. Shaikh Rabee&#8217; bin Hadeel al-Madkhalee (hafidhahullaah) was asked: When may we call [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1894&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah postingan menarik dari forum <em>Tawba</em> yang dikelola saudari Muslimah dari Khobar- Saudi Arabia, <em>Ukht</em> Mayada (mahasiswi sastra Inggris, King Faishal University, angkatan 2009). Postingan tersebut berkaitan tentang masalah kapan <strong>seseorang dikatakan sebagai salafi</strong>.</p>
<p>Berikut ini, postingan tersebut. Saya nukilkan sebagaimana aslinya.</p>
<p><span id="more-1894"></span></p>
<blockquote>
<p><strong>Shaikh Rabee&#8217; bin Hadeel al-Madkhalee</strong> (hafidhahullaah) was asked: When may we call someone a <strong>Salafee</strong>?</p>
<p><strong>Shaikh Rabee&#8217; bin Hadeel al-Madkhalee</strong> (hafidhahullaah) answered:</p>
<p>Don&#8217;t say about a man who opposes the manhaj of the Salaf that he is a &#8216;Salafee.&#8217; No, don&#8217;t say about a man who opposes the manhaj of the Salaf that he is a Salafee.</p>
<p>Don&#8217;t say&#8230; that a man is &#8216;Salafee&#8217; until you are sure that he is upon the manhaj [of the Salaf]. He is honored by it, and calls to it. He loves and unites based upon it, and hates and separates because of it. This is a Salafee. But someone who claims that he is &#8216;Salafee,&#8217; and defends Ahlul-Bid&#8217;ah, and defends them against Ahlul-Sunnah, this is not a Salafee whatsoever. Whoever he is &#8211; Arab or non-Arab, in the East or in the West &#8211; because Salafiyyah has special qualities.</p>
</blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/english/'>English</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/manhaj/'>Manhaj</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/salaf/'>Salaf</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/salafi/'>salafi</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/salafy/'>salafy</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1894/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1894/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1894&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/31/call-salafee/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menasehati Teman yang Salah</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/30/menasehati-teman-yang-salah/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/30/menasehati-teman-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Oct 2011 00:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1890</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita telah mendapat taufik untuk menuntut ilmu syar&#8217;i, niscaya kita akan mengalami kesedihan bahkan rasa geram ketika kita mendapati teman-teman kita (teman masa kecil, teman kuliah, teman kost, maupun teman kerja) masih terkungkung dalam penyimpangan. Lebih sakit lagi, jika teman yang kita kenal dengan baik, bergumul dengan pemikiran hizbiyyah. Tentu kecemburuan beragama akan mendorong [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1890&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita telah mendapat taufik untuk menuntut ilmu syar&#8217;i, niscaya kita akan mengalami kesedihan bahkan rasa geram ketika kita mendapati teman-teman kita (teman masa kecil, teman kuliah, teman kost, maupun teman kerja) masih terkungkung dalam penyimpangan. Lebih sakit lagi, jika teman yang kita kenal dengan baik, bergumul dengan pemikira<em>n hizbiyyah</em>. Tentu kecemburuan beragama akan mendorong kita untuk memberikan nasehat. Namun, bagaimanakah cara nasehat yang benar?</p>
<p>Pagi ini, tidak lama setelah buka faceebook, saya mendapatkan faidah bermanfaat dari status facebook <span style="text-decoration:underline;"><em><a href="http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=170782806344498&amp;id=100002383394384">Majalah Tashfiyah Mudah Berfaedah</a></em></span>, terkait permasalahan di atas. Berikut ini nasehat dalam status tersebut:</p>
<p><span id="more-1890"></span></p>
<blockquote><p>Tahapan-tahapan kepada saudara-saudara kita sesama muslim yang kita nilai sesat, belum bermanhaj salaf, masih terpengaruh <em>fikrah hizbiyah</em> dan label-label lainnya :</p>
<ol>
<li>Mendatanginya, menasehati dan menegakkan <em>hujjah</em> padanya ;</li>
<li>Jika tidak mampu, meminta orang yang dekat dengan mereka dan minta tolong untuk menasehatinya;</li>
<li>Jika tidak mampu, maka mengingkarinya dalam hati dan berdoa, <span style="color:#ff0000;"><strong>bermunajat di malam sunyi memohon kepada Allah</strong></span>, agar mereka mendapatkan hidayah.</li>
</ol>
<p>**Ustadz kami menasehati, bahwa mencela sesama muslim di <em>wall</em>, di s<em>tatus,</em> sebaiknya dihindari, karena tidak berfaedah buat dakwah ini..**</p></blockquote>
<p>=============</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/adab/'>Adab</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/akhlak/'>Akhlak</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/facebook/'>facebook</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1890/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1890/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1890&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/30/menasehati-teman-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memang, Pahala Tak Seperti Lembaran-Lembaran Uang Kertas</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/29/pahala-tak-seperti-uang-kertas/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/29/pahala-tak-seperti-uang-kertas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Oct 2011 03:38:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, pada pagi ini, saya mendapat faidah menarik dari facebook teman, mas Ari Wahyudi -hafizhahullah ta&#8217;ala-. Beliau berkata dalam status FB dan komentar-komentarnya, sebagai berikut. Memang, pahala itu tak tampak seperti lembaran-lembaran uang kertas, atau hidangan makanan yang mengundang selera, atau indeks prestasi kuliah yang bisa membuat orang begitu bergairah&#8230;. Bukan berarti kita tidak butuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1886&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah, pada pagi ini, saya mendapat faidah menarik dari facebook teman, mas Ari Wahyudi -<em>hafizhahullah ta&#8217;ala</em>-. Beliau berkata dalam status FB dan komentar-komentarnya, sebagai berikut.</p>
<blockquote>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Memang, pahala itu tak tampak seperti lembaran-lembaran uang kertas, atau hidangan makanan yang mengundang selera, atau indeks prestasi kuliah yang bisa membuat orang begitu bergairah&#8230;.<span id="more-1886"></span></strong></span></p>
<p>Bukan berarti kita tidak butuh kepada perkara-perkara tersebut&#8230; Hanya saja orang sering terjebak dengan kesungguhan mengejar dunia, yang pada akhirnya kerapkali menelantarkan urusan agama dan akhiratnya&#8230;</p>
<p>Oleh sebab itu, <strong>Ali bin Abi Thalib</strong> <em>radhiyallahu&#8217;anhu</em> berpesan, &#8220;Jadilah kalian putra-putra akhirat, dan janganlah menjadi putra-putra dunia&#8230;&#8221;</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pun menegaskan, &#8220;Bukan kemiskinan (harta) yang aku khawatirkan menimpa kalian, akan tetapi tatkala dunia itu dibukakan untuk kalian sehingga kalian pun berlomba-lomba untuknya dan membuat kalian celaka, sebagaimana hal itu telah mencelakakan orang-orang sebelum kalian.&#8221;</p>
<p>Yang lebih menyedihkan adalah tatkala orang menjadikan agama sebagai sarana untuk mengejar dunia. Amalan akhirat, akan tetapi diperalat untuk meraih kepentingan sesaat.</p>
<p>Oleh sebab itu, para ulama salaf senantiasa menjadikan sikap zuhud dan kecintaan kepada akhirat sebagai pilar hidup mereka yang menjadi simbol keutamaan dan kemuliaan yang ada pada diri seorang hamba.</p></blockquote>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/hati/'>Hati</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1886/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1886&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/29/pahala-tak-seperti-uang-kertas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>اسالك ربى ان تكون خاتمتى واحدة من هذة الخواتيم</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/28/ingin-mati-dalam-kondisi-yangbaik/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/28/ingin-mati-dalam-kondisi-yangbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2011 06:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1882</guid>
		<description><![CDATA[اسالك ربى ان تكون خاتمتى واحدة من هذة الخواتيم ♥ أن تتوفنى ربى وأنا ساجد بين يديك ♥ أن تتوفنى ربى و أنا أقرأ القرأن الكريم ♥ أن تتوفنى ربى و أنا صائم ♥ أن تتوفنى ربى وأنا قائم الليل بين يديك ♥ أن تتوفنى ربى بعد نطق الشهاده ♥ أن تتوفنى ربى وأنا مجاهد [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1882&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;">اسالك ربى ان تكون خاتمتى واحدة من هذة الخواتيم</h3>
<blockquote>
<h3>♥ أن تتوفنى ربى وأنا ساجد بين يديك</h3>
<h3>♥ أن تتوفنى ربى و أنا أقرأ القرأن الكريم</h3>
<h3>♥ أن تتوفنى ربى و أنا صائم</h3>
<h3>♥ <span id="more-1882"></span>أن تتوفنى ربى وأنا قائم الليل بين يديك</h3>
<h3>♥ أن تتوفنى ربى بعد نطق الشهاده</h3>
<h3>♥ أن تتوفنى ربى وأنا مجاهد فى سبيلك</h3>
<h3>♥ أن تتوفنى ربى بعد انتهائى من أداء مناسك الحج</h3>
<h3>♥ أنت تتوفنى ربى على طاعه</h3>
</blockquote>
<p>.</p>
<p>dari status FB: Monchef Mohcine</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1882/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1882/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1882&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/28/ingin-mati-dalam-kondisi-yangbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetap Optimis</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/28/tetap-optimis/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/28/tetap-optimis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 23:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>
		<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1878</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini, saya mau copy paste status facebook teman saja. Teman satu ruang di kost, bang Nurman Susanto. Beliau -jazahullah khaira &#8216;ala hadzihin nashihah- menulis status, Beruntunglah seseorang jika dia tidak berlarut-larut dengan masa lalu (karena tidak bisa diubah), juga tidak terlalu khawatir dengan masa depan (karena ini hal ghaib yang manusia tidak mampu memastikannya). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1878&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini, saya mau copy paste <a href="http://www.facebook.com/nurmansusanto/posts/2261306303351">status facebook</a> teman saja. Teman satu ruang di kost, bang <a href="http://www.facebook.com/nurmansusanto/posts/2261306303351">Nurman Susanto</a>. Beliau -<em>jazahullah khaira &#8216;ala hadzihin nashihah</em>- menulis status,</p>
<blockquote><p>Beruntunglah seseorang jika dia tidak berlarut-larut dengan masa lalu (karena tidak bisa diubah), juga tidak terlalu khawatir dengan masa depan (karena ini hal ghaib yang manusia tidak mampu memastikannya). Dia menjadi &#8220;orang hari ini&#8221; yang mengambil pelajaran dari pengalaman dan optimis untuk meraih masa depan.<br />
Pelajaran yang ana ambil dari buku kecil di awal-awal kuliah, &#8220;<em>Menggapai Kehidupan Bahagia</em>&#8221; <strong>Syaikh as-Sa&#8217;dy</strong>..</p></blockquote>
<p><span id="more-1878"></span></p>
<p><strong>Pesan tambahan</strong>: Kalau pembaca mau ikuti saran saya, <em>ahsan</em> teman-teman FB Anda diseleksi hanya orang-orang yang memiliki keinginan untuk <em>thalibul ilm</em> (menunut ilmu agama) saja, agar mata Anda &#8220;tidak sakit&#8221; melihat status-status tidak bermutu, kurang bermanfaat, atau tag-tag dan foto-foto yang bisa merusak hati. Ini cuma saran<em> lho</em>. <em>Toh</em>, kontak dengan teman-teman umum masih bisa lewat HP/ketemu langsung.<em> Betul tidak</em>?</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/catatan-harianku/'>Catatan Harianku</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/adab/'>Adab</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/akhlak/'>Akhlak</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/facebook/'>facebook</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1878/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1878/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1878&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/28/tetap-optimis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian yang Terberat &#8230;</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/27/ujian-yang-terberat/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/27/ujian-yang-terberat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 02:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1874</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak pernah merasakan ujian seberat Imam Ahmad yang disiksa agar mengakui ideology bathil bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Kita tidak pernah merasakan tajamnya tebasan pedang di leher kita, sebagaimana yang dirasakan Sa’id bin Jubair demi mempertahankan prinsip agamanya. Kita pun tak bisa membayangkan perihnya tubuh Bilal bin Rabah yang disiksa di tengah gurun, hanya agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1874&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak pernah merasakan ujian seberat <strong>Imam Ahmad</strong> yang disiksa agar mengakui ideology bathil bahwa Al-Qur’an adalah makhluk.</p>
<p>Kita tidak pernah merasakan tajamnya tebasan pedang di leher kita, sebagaimana yang dirasakan <strong>Sa’id bin Jubair</strong> demi mempertahankan prinsip agamanya.</p>
<p>Kita pun tak bisa membayangkan perihnya tubuh <strong>Bilal</strong> <strong>bin Rabah</strong> yang disiksa di tengah gurun, hanya agar dirinya keluar dari ajaran nabi kita, Muhammad <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>.<span id="more-1874"></span></p>
<p>Saya hanya ingin menasehati diri saya terlebih dahulu, kemudian untuk kita semua, bahwa boleh jadi ujian terberat yang akan kita rasakan jauh lebih ringan dari yang pernah dirasakan umat pendahulu kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>Karena, boleh jadi ujian terberat itu bukanlah siksaan fisik.</p>
<p>Namun, ujian itu akan muncul dari orang-orang yang kita cintai.</p>
<p>Dari orang-orang yang selama ini mendukung kita dalam kebaikan.</p>
<p>Dari orang-orang yang selama ini berdiskusi dengan kita membahas perkara agama.</p>
<p>Dari orang-orang yang selama ini bersama kita hadir mendengarkan kajian-kajian …</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mungkin kita tidak merasa bahwa itu adalah ujian yang berat ketika kita menggugurkan prinsip yang selama ini kita genggam erat. <em>Na’am,</em> kita tak merasakannya sebagai ujian karena kita telah terbawa arus yang mereka bawa menuju kelalaian yang tidak kita sadari.</p>
<blockquote><p>Dulu kita sama-sama mengatakan peliharalah jenggot, tetapi kini kita katakan, “Selamat, Kau telah diterima di perusahan X”, tanpa ada rasa perih di hati melihat jenggot yang telah terpotong.</p>
<p>Dulu kita sama-sama memotong celana-celana kita yang menjulur di bawah mata kaki, tetapi kini kita katakan, “Selamat Kau naik jabatan dengan gaji sekian puluh juta. Traktir makan-makan dong”, tanpa ada rasa marah di hati melihat celana telah terjulur di bawah mati kaki kembali.</p>
<p>Dulu kita sama-sama bersuara lantang, “Hapuskan gambar dan foto makhluk bernyawa!”, tetapi kini kita katakan, “Selamat kau telah meraih gelar sarjana, mari kita foto-foto untuk mengenang wisuda ini.”</p></blockquote>
<p>Dimana rasa kecemburuan beragama yang dulu kita rasakan bersama?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah ujian yang berat.</p>
<p>Sangat berat…</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagaimana tidak kita rasakan berat, di saat orang-orang yang kita cintai justru semakin menjauh menuju peremehan sunnah?</p>
<p>Bagaimana tidak kita rasakan berat, di saat orang-orang di sekitar kita bahu-membahu mendorong kita untuk belomba mencari harta dunia yang kotor ini?</p>
<p>Bagaimana tidak kita rasakan berat, di saat kita merasa kembali asing, bersendirian melangkah dalam jalan yang kita anggap sebagai prinsip?</p>
<p>Namun …</p>
<p>Di saat semua manusia mulai menjauh dari jalan ini, memang tetap harus ada orang yang bisa berpikir jernih.</p>
<p>Mohonlah pertolongan kepada Allah. Luruskan Niat.</p>
<p>Dan… istiqomahlah!</p>
<p>Meski kau bersendirian &#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1874/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1874/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1874&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/27/ujian-yang-terberat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Kita Tidak Tergantung Pada Pembantu &#8230;</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/20/agar-tidak-tergantung-pembantu/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/20/agar-tidak-tergantung-pembantu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 00:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harianku]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1858</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini saya sering merasa kepayahan dalam mengelola waktu dan kegiatan pribadi. Banyak urusan tidak tertangani, dan pikiran seperti tidak bisa fokus. Tidak bisa dipungkiri bahwa ini menjadikan perasaan saya gundah. Pagi ini, usai merefresh otak dengan jogging, saya diberi taufik untuk membuka buku yang tergeletak di meja. Buku yang sudah lama sekali tidak saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1858&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini saya sering merasa kepayahan dalam mengelola waktu dan kegiatan pribadi. Banyak urusan tidak tertangani, dan pikiran seperti tidak bisa fokus. Tidak bisa dipungkiri bahwa ini menjadikan perasaan saya gundah.</p>
<p>Pagi ini, usai me<em>refresh</em> otak dengan <em>jogging</em>, saya diberi taufik untuk membuka buku yang tergeletak di meja. Buku yang sudah lama sekali tidak saya baca, <strong><em>Adabuz Zifaf</em></strong>, karya <strong>Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani</strong> <em>rahimahullah</em>. Saya tidak baca dari awal sampai akhir, tetapi hanya asal buka-buka saja, sampai saya diberikan taufik untuk membuka halaman, yang di situ ada jawaban atas rasa suntuk yang saya alami.</p>
<p>Syaikh Al-Albani <em>rahimahullah</em> membawakan sebuah riwayat bahwa dulu:<span id="more-1858"></span></p>
<blockquote><p>&#8220;Fathimah (putri nabi) datang kepada Nabi mengadukan bekas-bekas di telapak tangannya yang ditimbulkan oleh alat penggilingan tepung. Ketika itu, dia mendengar bahwa ada seorang budak yang datang kepada Nabi. Akan tetapi, saat itu Fathimah tidak berjumpa beliau. Fathimah pun menceritakan hal itu kepada ‘Aisyah (istri Nabi). Ketika Nabi datang, ‘Aisyah menceritakan pengaduan Fathimah.”</p></blockquote>
<p>Selanjutnya, ‘Ali (suami Fathimah) bercerita,</p>
<blockquote><p>“Kemudian, selang berapa lama, beliau datang mengunjungi kami yang waktu itu sedang bersiap untuk tidur. Kami bangun, namun beliau berkata, “Tetaplah di tempat.”</p>
<p>Beliau duduk di antara saya dan Fathimah. Beliau memegang perut saya hingga saya bisa merasakan dinginnya telapak tangan beliau di perut saya.</p></blockquote>
<p>Beliau (nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>) kemudian bersabda,</p>
<blockquote><p>“Maukah saya tunjukkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian minta? Jika kalian telah bersiap untuk tidur, hendaklah mengucapkan <span style="text-decoration:underline;"><em>Subhanallah</em></span> tiga puluh kali, mengucapkan <span style="text-decoration:underline;"><em>Alhamdulillah</em></span> tiga puluh kali, dan mengucapkan <em><span style="text-decoration:underline;">Allahu Akbar</span></em> tiga puluh kali. <strong>Itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu</strong>.&#8221;</p></blockquote>
<p>Hadits yang disebutkan Syaikh Al-Albani di atas diriwayatkan oleh Bukhari, sehingga tentu tidak asing bagi banyak di antara kita. Namun, pertanyaan bagi diri kita sendiri, “Ketika kita mengalami kesempitan dalam hidup, sudahkah kita mengamalkan anjuran nabi yang demikian simpel tersebut?” Mungkin banyak di antara kita, meremehkan hal tersebut karena seolah-olah sangat tidak realistis, dan berpikir bahwa tidak ada korelasi logis antara bacaan dzikir dan aktivitas kerja.</p>
<p>Kebanyakan orang berpikir dengan cara pandang <em>enterpreunership</em> semata bahwa kalau aktivitas kerja ingin meningkat, <em>ya</em> dilakukan cengan cara bangun pagi, berjalan cepat, focus selesaikan tugas di kantor, efektifkan waktu, prioritaskan pekerjaan yang paling penting, gunakan sosial media untuk kontak dengan relasi secara efektif, dan cara-cara praktis lainnya.</p>
<p><em>Na&#8217;am</em>, cara-cara praktis di atas memang harus ada dan bahkan harus ditingkatkan. Namun, tidak jarang terjadi, ketika kita sudah melakukan itu semua, ternyata urusan-urusan di depan mata kita tetap tidak tertangani dengan maksimal. Maka, selayaknya kita merenungkan, “Sudahkan kita mengamalkan anjuran nabi di atas?” Hal ini perlu direnungkan dengan baik, karena saya teringat perkataan Ibnul Qayyim -yang secara makna- bahwa <strong>kekuatan seorang muslim terletak di hatinya</strong>. Maka, jika hati seseorang rusak, anggota badan pun tidak akan punya <em>feeling</em> untuk mengerjakan urusan-urusan hidupnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:right;">Kamis, 20/10/2011</p>
<p style="text-align:right;">di Pagi yang cerah di Pogung Kidul, Yogyakarta.</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/catatan-harianku/'>Catatan Harianku</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1858/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1858&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/20/agar-tidak-tergantung-pembantu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Ustadz Abu Sa&#8217;ad</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/18/nasehat-ustadz-abu-saad/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/18/nasehat-ustadz-abu-saad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 22:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1853</guid>
		<description><![CDATA[Saat kerjamu tak dihargai,maka engkau belajar tentang KETULUSAN &#8230; Saat usahamu dinilai tak penting, maka engkau belajar tentang KEIKHLASAN&#8230; Saat hatimu terluka sangat dalam, maka engkau belajar tentang MEMAAFKAN. Saat engkau lelah dan kecewa, maka engkau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN &#8230; Saat engkau merasa sendirian dan kesepian, maka engkau sedang belajar tentang KETANGGUHAN &#8230; TETAP [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1853&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat kerjamu tak dihargai,maka engkau belajar tentang KETULUSAN &#8230;</p>
<p>Saat usahamu dinilai tak penting, maka engkau belajar tentang KEIKHLASAN&#8230;</p>
<p>Saat hatimu terluka sangat dalam, maka engkau belajar tentang MEMAAFKAN.</p>
<p>Saat engkau lelah dan kecewa, maka engkau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN &#8230;<span id="more-1853"></span></p>
<p>Saat engkau merasa sendirian dan kesepian, maka engkau sedang belajar tentang KETANGGUHAN &#8230;</p>
<p>TETAP SEMANGAT, TETAP TERSENYUM, TETAP BELAJAR DAN TETAP ISTIQOMAH DI JALAN AL-HAQ.</p>
<p style="text-align:right;"><em>(dari status FB beliau -hafizhahullah-)</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1853/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1853/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1853&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/18/nasehat-ustadz-abu-saad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jasmine&#8230; Oh Jasmine&#8230;</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/10/15/jasmine-oh-jasmine/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/10/15/jasmine-oh-jasmine/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 15:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Etimologi]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[Asal usul kata]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa arab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1848</guid>
		<description><![CDATA[Melati merupakan bunga yang tergolong baru di Inggris. Di negara tersebut, bunga ini disebut jasmine atau jessamine. Pertama-tama, bunga ini ditanam di Inggris pada abad 16. Sebelumya, melalui proses pertemuan budaya,pada abad 13 bunga ini dikenal dengan sebutan iasiminum. Sebutan ini, berasal dari bahasa Arab ياسمين /yaasmiin/. Itupun, pakar bahasa menyebutkan bahwa yaasmiin dalam bahasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1848&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/10/white-roses-carnations.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1849" title="White Roses &amp; Carnations" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/10/white-roses-carnations.gif?w=406" alt=""   /></a>Melati merupakan bunga yang tergolong baru di Inggris. Di negara tersebut, bunga ini disebut jasmine atau jessamine. Pertama-tama, bunga ini ditanam di Inggris pada abad 16.</p>
<p>Sebelumya, melalui proses pertemuan budaya,pada abad 13 bunga ini dikenal dengan sebutan <em>iasiminum</em>. Sebutan ini, berasal dari bahasa Arab ياسمين /yaasmiin/. Itupun, <span id="more-1848"></span>pakar bahasa menyebutkan bahwa yaasmiin dalam bahasa Arab ini merupakan pengaruh dari bahasa Persia.</p>
<p><em>Waaah</em>&#8230; Panjang sekali perjalananmu duhai <em>jasmine&#8230;</em></p>
<p>* Baca:</p>
<p><a href="http://www.archive.org/stream/newenglishdicpt205murruoft#page/556/mode/1up" rel="nofollow"><em>A New English Dictionary on Historical Principles</em></a> (year 1901).</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/bahasa-2/'>Bahasa</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/bahasa-2/etimologi/'>Etimologi</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/arab/'>arab</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/asal-usul-kata/'>Asal usul kata</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/bahasa/'>bahasa</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/bahasa-arab/'>bahasa arab</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1848/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1848/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1848&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/10/15/jasmine-oh-jasmine/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/10/white-roses-carnations.gif" medium="image">
			<media:title type="html">White Roses &#38; Carnations</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Magelangku Kelabu: Tragedi Merapi 2010</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/09/24/magelangku-kelabu-tragedi-merapi-2010/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/09/24/magelangku-kelabu-tragedi-merapi-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 00:48:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1836</guid>
		<description><![CDATA[Filed under: Kenangan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1836&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1837" class="wp-caption aligncenter" style="width: 416px"><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/magelang-merapi.jpg"><img class="size-full wp-image-1837" title="magelang - merapi" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/magelang-merapi.jpg?w=406&#038;h=304" alt="" width="406" height="304" /></a><p class="wp-caption-text">photo by my father</p></div>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/kenangan/'>Kenangan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1836/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1836/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1836&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/09/24/magelangku-kelabu-tragedi-merapi-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/magelang-merapi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">magelang - merapi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhirnya Sakuraku Berbunga</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/09/23/sakura-magelang/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/09/23/sakura-magelang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 07:30:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunga]]></category>
		<category><![CDATA[Sakura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1829</guid>
		<description><![CDATA[. &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; Filed under: Kenangan Tagged: Bunga, Sakura<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1829&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/23092011.jpg"><img class="size-full wp-image-1830" title="jati's sakura" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/23092011.jpg?w=406&#038;h=541" alt="" width="406" height="541" /></a></p>
<p><span id="more-1829"></span></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/23092011_001.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1832" title="sakuranya ginanjar indrajati" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/23092011_001.jpg?w=406&#038;h=541" alt="" width="406" height="541" /></a></p>
<p style="text-align:center;">.</p>
<p style="text-align:center;">
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/kenangan/'>Kenangan</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/bunga/'>Bunga</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/sakura/'>Sakura</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1829/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1829/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1829&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/09/23/sakura-magelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/23092011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jati&#039;s sakura</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/09/23092011_001.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sakuranya ginanjar indrajati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa yang Menghalangi Kita untuk Menyayangi Anak-Anak TPA?</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/07/31/cinta-anak-tpa/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/07/31/cinta-anak-tpa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 07:35:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya Shahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidik]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[TPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1817</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, ini mungkin  adalah catatan pertama saya di fb. Catatan ini saya rasa penting bagi ikhwan-ikhwan takmir khususnya dan non takmir umumnya dalam rangka saling tanashuhdi antara kita. Terlebih bagi ikhwan yang sudah mulai jenuh dengan profesinya sebagai takmir. Semoga ini dapat memberi kebaikan bagi kita semua.Kita tahu ya ikhwan, menjadi takmir memang bukan pekerjaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1817&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/07/baby-fuesse.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1826" title="Baby-Fuesse" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/07/baby-fuesse.jpg?w=406" alt=""   /></a>Bismillah, ini mungkin  adalah catatan pertama saya di fb. Catatan ini saya rasa penting bagi ikhwan-ikhwan takmir khususnya dan non takmir umumnya dalam rangka saling <em>tanashuh</em>di antara kita. Terlebih bagi ikhwan yang sudah mulai jenuh dengan profesinya sebagai takmir. Semoga ini dapat memberi kebaikan bagi kita semua.<span id="more-1817"></span>Kita tahu ya ikhwan, menjadi takmir memang bukan pekerjaan mudah. Selain kita adalah orang asing, tentunya kita juga membawa dakwah salaf. Itulah yang membuat kita terkadang salah tingkah dan selektif dalam bergaul dengan masyarakat. Terkadang ada masyarakat ada yang mengajak kita untuk ikut acara-acara yang tidak sejalan dengan prinsip kita sebagai salafi, sehingga disinilah kita diuji untuk menolak dengan halus dengan tetap memohon petunjuk bagi mereka. Itu hanya salah satu bumbu dari banyak bumbu penyedap rasa dalam ketakmiran kita. <strong><span style="text-decoration:underline;">Akan tetapi ada sebuah mutiara berharga yang terpendam yang perlu kita poles dan kita bersihkan. Mereka adalah anak-anak TPA</span></strong>.</p>
<blockquote><p>Tentu saat kita awal pertama kali mengajar mereka, rasa jengkel dan kesal kadang muncul dalam diri kita. Apalagi kalau bukan <span style="text-decoration:underline;">kenakalan mereka</span>. Itulah yang saya rasakan tatkala pertama kali mengajar mereka. Lari-lari, menendang-nendang, bikin keributan menghiasi hari-hari TPA. Tapi ya ikhwan, lambat laun rasa kesal itu perlahan berubah menjadi rasa cinta dan sayang terhadap mereka.</p></blockquote>
<p>Suatu ketika, tatkala saya mengajar menerangkan tentang tidak bolehnya pacaran -materi ini harus disampaikan ya ikhwan karena banyak anak kecil sekarang sudah dewasa sebelum waktunya-, nonton sinetron dewasa, dan lain-lain (termasuk fesbukan), saya menanyai satu per satu santri saya tentang pacaran untuk mengetahui seberapa jauh mereka memahami tentang pacaran, dan subhanallah dari jawaban mereka banyak yang sudah bisa dianggap dewasa. Tapi, tiba-tiba seorang anak perempuan berkata -kurang lebih-</p>
<blockquote><p>&#8220;Mas, saya sudah janji sama ibu saya kalau saya tidak akan pernah pacaran&#8221;.</p></blockquote>
<p>Dada saya berdegup mendengar jawaban itu. <strong>Jawaban itu bukan lagi jawaban anak-anak atau orang dewasa, tapi</strong> <span style="text-decoration:underline;"><strong>sebuah jawaban yang mengandung prinsip dia menapaki kehidupan</strong></span>. Alhamdulillah.</p>
<p>Pada hari lainnya, ketika pelajaran belum mulai dan anak-anak masih bergerombol di tangga, kebetulan mereka sedang bercerita satu dengan lainnya. Mereka bercerita tentang sekolah mereka.</p>
<blockquote><p>Sampai di tengah pembicaraan, ada pertanyaan, &#8220;Kenapa kamu nggak sekolah di SDIT &#8220;X&#8221;(saya lupa namanya)?&#8221; Anak itu menjawab &#8220;Nggak mau ah, itu kan sekolahnya orang PKS&#8221;</p></blockquote>
<p>Dada saya berdegup lagi. <em>Masya Allah</em>, sekecil itu sudah mendapat kebaikan yang banyak, bandingkan dengan kita dulu kecil ya ikhwan! Di antara kita ada yang masih suka usil mencuri mangga tetangga, ngaji pun asal-asalan. Alih-alih berjanji pada orang tua kalau tidak mau pacaran, mereka malah sering kita buat kesal atas kenakalan kita.</p>
<p>Peristiwa lainnya terjadi belum lama. Suatu ketika, saya membuat permainan untuk membuat anak-anak tidak bosan. Saya bingung hendak main apa yang belum pernah mereka rasakan. Tiba-tiba saya ingat suatu permainan waktu kecil dimana guru saya menggambar ikan besar di papan tulis tanpa mata. Lalu satu persatu murid maju dengan ditutup mata sembari membawa spidol untuk membuat titik mata di ikan tersebut pada posisi yang tepat. Permainan itu saya coba.</p>
<blockquote><p>Tiba-tiba anak-anak yang perempuan kompak berteriak &#8220;Mas, kok nggambar yang ada matanya sih? Kan nggak boleh. nanti di akhirat disuruh hidupin lo&#8221;.</p></blockquote>
<p>Antum tahu perasaan saya waktu itu? Malu!! Malu sekali ya ikhwan! Ingin rasanya nangis. Anak-anak sekecil itu -meskipun saya tahu buku mereka gambar makhluk hidupnya juga banyak- sudah tahu kalau menggambar seperti itu sudah termasuk dosa besar. Masya Allah, mereka sudah tahu banyak kebaikan. Itu hanya sekelumit cerita ya ikhwan.</p>
<blockquote><p>Saya tidak akan sekaget itu kalau yang saya ajar anak-anak pondok salafi. Tapi ini anak-anak masyarakat awwam. Mereka pagi juga sekolah SD, sore kalau nggak ada TPA juga bermain seperti anak -anak seusia mereka. Kadang juga mereka nakal dan sering bertengkar. Orang tua mereka juga orang tua awwam, ada yang bekerja sebagai pegawai, pedagang, dan lain-lain.</p></blockquote>
<p>Itu yang membuat saya kagum. Bandingkan kita waktu kecil, saya saja mulai menghafal surat-surat pendek pada pertengahan SMP. Sedangkan ada santri saya masih kelas 4 SD sudah hafal surat Al Lail -meskipun masih terkadang lupa-. Adakah waktu kecil kita berbuka puasa dengan doa <strong><em>Dzahabazh zhama&#8217;u</em></strong>&#8230;dst?</p>
<p>Mereka sudah hafal di luar kepala ya ikhwan. Adakah waktu kecil kalau kita sudah selesai ngaji membaca doa kafaratul majlis? Santri-santri saya sudah hafal luar kepala.</p>
<p>Inilah mungkin barakah dakwah takmir-takmir pendahulu kita, yang mendidik mereka dengan rasa sabar dan kasih sayang. Mengenalkan ajaran Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam </em>dengan semaksimal mereka. Kita hanya meneruskan langkah mereka. <strong>Anak-anak sudah terpoles dengan cantik, tugas kita adalah mempercantik keindahan yang ada pada mereka</strong>. Mungkin akan lebih susah kalau anak-anak belum kenal sama sekali dengan ajaran Nabi yang benar. <strong>Jangan sampai anak-anak yang sudah berhasrat cantik justru kita lemparkan ke comberan karena &#8216;galaknya&#8217; kita, kasarnya kita, atau lainnya.</strong></p>
<p>Beberapa anak juga kadang mengeluh kepada saya karena saya terkadang galak, tidak pernah senyum, nagih janji yang tidak saya penuhi. Poin terakhir ini sering saya lakukan. Anak-anak sering meminta sesuatu sama saya lalu dengan asal saya bilang &#8216;Ya&#8217; karena sedang sibuk atau selainnya,dan itu berulang-ulang.</p>
<blockquote><p>Ternyata hal itu menjadi kebencian tersendiri anak-anak pada saya. Benarlah sabda nabi kalau kedustaan pada anak kecil meskipun niatnya hanya main-main atau bercanda tetap dicatat sebagai satu kedustaan.</p></blockquote>
<p>Intinya, saya hanya mengingatkan -meskipun kapasitas saya tidaklah bisa menyamai ikhwan semua dalam nasehat dan juga yang perlu diingatkan adalah saya sendiri- agar kita bersikap rahmat pada anak-anak, sayang pada mereka.</p>
<blockquote><p><strong>Mungkin hasil dari didikan kita tidak bisa kita lihat sekarang, mungkin Allah menakdirkan suatu saat di antara mereka ada sosok-sosok pembela sunnah dan penggennggam bara api -insya Allah-.</strong></p></blockquote>
<p>Janganlah kita galak terhadap mereka meskipun mereka sangat menjengkelkan buat kita. Mari kita berlatih untuk menjadi pengajar TPA yang dicintai oleh anak-anak. Mumpung sebentar lagi Ramadhan, banyak anak berkumpul. Yang tidak pernah kelihatan TPA akan jadi kelihatan, yang sudah kelihatan akan semakin antusias mengikuti ramadhan. Percayalah, nakalnya mereka, ributnya mereka, lucunya mereka, bisa membuat beban pikiran kita agak sedikit berkurang.</p>
<p>============</p>
<p>* Saya (Abu Muhammad Al-Ashri) copas dari catatan FB berjudul <a title="Sayangilah Mereka" href="http://www.facebook.com/notes/arif-rohman-habib/sayangilah-mereka/10150275058673184"><em>Sayangilah Mereka</em></a> karya al-akh <em><strong>Arif Rahman Habib</strong></em> , (Teknik Elektro UGM angkatan masuk 2009, www.elektrocyber.wordpress.com). <em>Jazahullah khaira.</em></p>
<p><em>Finally</em>, syukron atas <em>tag</em>-nya Bib&#8230;</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/karya-shahabat/'>Karya Shahabat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/pendidikan-anak/'>Pendidikan Anak</a> Tagged: <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/anak-anak/'>anak-anak</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/nasehat/'>Nasehat</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/pendidik/'>pendidik</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/pendidikan/'>pendidikan</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/pendidikan-anak/'>Pendidikan Anak</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/pendidikan-keluarga/'>Pendidikan Keluarga</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/tag/tpa/'>TPA</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1817/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1817&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/07/31/cinta-anak-tpa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/07/baby-fuesse.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Baby-Fuesse</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Istri Tanpa Syarat</title>
		<link>http://alashree.wordpress.com/2011/07/28/cinta-istri-tanpa-syarat/</link>
		<comments>http://alashree.wordpress.com/2011/07/28/cinta-istri-tanpa-syarat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 07:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>أبو محمد العصري</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqh Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alashree.wordpress.com/?p=1808</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang asyik berfesbuk ria, mata saya tertuju pada note FB Mas Doni Arif Wibowo a.k. Ustadz Abul Jauzaa&#8217; (http://abul-jauzaa.blogspot.com/) yang berjudul Cinta Tanpa Syarat. Sebagai seorang laki-laki, pantang bagi saya untuk menangis hanya karena melihat tulisan &#8220;melankolis&#8221;. Namun, ketika membaca note tersebut, tanpa terasa air mata ini meleleh. Meskipun demikian, yahh&#8230; tidak malu-malu amat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1808&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alashree.files.wordpress.com/2011/07/uhibbuka.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1811" title="uhibbuka" src="http://alashree.files.wordpress.com/2011/07/uhibbuka.jpg?w=406" alt=""   /></a>Ketika sedang asyik ber<em>fesbuk</em> ria, mata saya tertuju pada note FB Mas Doni Arif Wibowo a.k. Ustadz Abul Jauzaa&#8217; (<a title="Doni Arif Wibowo" href="http://abul-jauzaa.blogspot.com/">http://abul-jauzaa.blogspot.com/</a>) yang berjudul <em><strong>Cinta Tanpa Syarat</strong></em>.</p>
<div>
<div>
<p>Sebagai seorang laki-laki, pantang bagi saya untuk menangis hanya karena melihat tulisan &#8220;melankolis&#8221;. Namun, ketika membaca note tersebut, tanpa terasa air mata ini meleleh. Meskipun demikian, <em>yahh&#8230;</em> tidak malu-malu <em>amat</em> lah karena sebelumnya saya juga baca status ikhwan yang biasanya <em>jaim</em> (<em>jaga image</em>), eh ternyata tumben ketika menge-<em>share</em> note mas Doni tadi, ia pun menulis status, &#8220;<em><strong>Nangis dah</strong></em>&#8220;.</p>
<p>Kiranya, saya tidak perlu berpanjang lebar lagi. Mari kita simak note yang saya maksud tadi, di bawah ini.</p>
<blockquote><p>Oiya, karena ini hanya nukilan, saya tidak melakukan editan kesalahan berbahasa dalam artikel ini.<span id="more-1808"></span></p></blockquote>
<p><strong>Eko Pratomo Suyatno</strong>, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di negeri ini.</p>
<p>Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun, ada sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!</p>
<p>Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.</p>
<p>Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.</p>
<p>Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.</p>
<p>Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian.</p>
<p>Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih kuliah.</p>
<p>Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing- – <span style="text-decoration:underline;">Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘<strong>agar semua anaknya dapat berhasil</strong>’</span>.</p>
<p>Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:</p>
<blockquote><p>“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Sambil air mata si sulung berlinang.</p></blockquote>
<p>“Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan permohonannya.</p>
<blockquote><p><strong>”Anak-anakku. ..Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian….</strong></p>
<p><strong>*sejenak kerongkongannya tersekat*… </strong></p>
<p><strong>kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit.”</strong></p>
<p><strong>Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya.</strong></p></blockquote>
<p>Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.</p>
<p>Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.</p>
<p><strong>Disitulah Pak Suyatno bercerita :</strong></p>
<blockquote><p><strong>“Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. </strong></p>
<p><strong>Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..</strong></p>
<p><strong>Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama…</strong></p>
<p><strong>dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit…” Sambil menangis.</strong></p>
<p><strong>” Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya…”BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH”.</strong></p></blockquote>
<p><span style="text-decoration:underline;"><em><strong>sumber : kaskus</strong></em></span></p>
<p>(repostnya dari note Pak Doni Arif Wibowo, di <a href="http://www.facebook.com/notes/dony-arif-wibowo/cinta-tanpa-syarat/10150396663569008">http://www.facebook.com/notes/dony-arif-wibowo/cinta-tanpa-syarat/10150396663569008</a></p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://alashree.wordpress.com/category/fiqh-keluarga/'>Fiqh Keluarga</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/fiqh-pernikahan/'>Fiqh Pernikahan</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/kisah/'>Kisah</a>, <a href='http://alashree.wordpress.com/category/nasehat/'>Nasehat</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alashree.wordpress.com/1808/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alashree.wordpress.com/1808/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alashree.wordpress.com&amp;blog=6355821&amp;post=1808&amp;subd=alashree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alashree.wordpress.com/2011/07/28/cinta-istri-tanpa-syarat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Yusya Al-Atsari</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alashree.files.wordpress.com/2011/07/uhibbuka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uhibbuka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
