Catatan Harianku

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Makna dan Standar Perbuatan Dzalim


Satu hari yang lalu, saya mendapatkan sms dari teman yang menanyakan suatu permasalahan. Awalnya, ingin saya balas secara personal, tetapi karena tidak sadar jawaban menjadi panjang, saya postingkan di blog ini sekalian.

 

Pertanyaan:

Sebenarnya, apa makna dari mendzolimi? Dan apa standar suatu perbuatan dikatakan mendzolimi? Apakah sebuah kata-kata marah atau tegas itu bisa dikatakan mendzolimi?”

Jawaban:

Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu kita kembalikan pada makna asal dzalim ( الظلم ).

Para ulama mendefinisikan dzalim sebagai:

وضع الشيء في غير محله

“Menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tegas melarang seseorang mendzalimi orang lain, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي وجعلته بينكم محرماً، فلا تظالموا

Wahai hamba-hamba-Ku, Sesungguhnya Aku mengharamkan diriku berbuat dzalim dan Aku juga mengharamkan hal itu ada pada di antara kalian. Maka, janganlah kalian berbuat dzalim.

(Riwayat Muslim)

Oleh karena itu, jika seseorang mendzalimi orang lain, berarti ia telah melakukan sikap yang tidak selayaknya pada orang lain tersebut, yang membuat orang tersebut tidak ridha terhadap apa yang dilakukannya. Perbuatan inilah yang dilarang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesuai dalam hadits di atas.

Dalam berbagai dalil syar’i (Al-Qur’an dan Al-Hadits), ada banyak penggunaan kata dzalim, dengan makna yang berbeda-beda. Namun, jika dikategorikan secara umum, dzalim mencakup tiga jenis.

I. Kedzaliman terhadap Allah

Ini mencakup kufur dan syirik dalam peribadatan terhadap Allah, karena dengan melakukan perbuatan kufur dan syirik, seseorang telah melakukan sesuatu yang tidak selayaknya bagi bagi Allah, yaitu mentauhidkannya.

  • Contoh dzalim yang diartikan kufur adalah dalam ayat berikut:

وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظالِمُونَ

“Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim

(Al-Baqarah: 254)

  • Adapun contoh dzalim yang diartikan syirik dalam peribadatan kepada Allah adalah dalam dalam ayat surat Luqman, ayat 3:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya syirik (mempersekutukan Allah dalam peribadatan) adalah benar-benar kezaliman yang besar”

(Luqman: 13)

II. Kedzaliman terhadap diri sendiri

Perbuatan ini mencakup:

وذلك باتباع الشهوات وإهمال الواجبات، وتلويث نفسه بآثار أنواع الذنوب والجرائم والسيئات، من معاصي لله ورسوله

(Mengikuti syahwat, meninggalkan kewajiban, melumuri diri dengan berbagai perbuatan dosa, kesalahan, dan kejelekan yang merupakan maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya)

Contoh ayat yang menyinggung dzalim dalam konteks ini adalah:

وَمَا ظلَمَهُمُ اللّهُ وَلـكِن كَانُواْ أَنفُسَهُمْ يَظلِمُونَ

Tidaklah Allah mendzalimi mereka, tetapi mereka sendirilah yang berbuat dzalim pada diri mereka.

(Ali Imran: 117).

III. Kedzaliman terhadap makhluk lain

Jika kita melakukan seuatu perbuatan yang tidak pada tempatnya hingga melanggar hak-hak makhluk lain (manusia maupun hewan), ini termasuk kedzaliman pula.

ظلم الإنسان لغيره من عباد الله ومخلوقاته، وذلك بأكل أموال الناس بالباطل، وظلمهم بالضرب والشتم والتعدي والاستطالة على الضعفاء، والظلم يقع غالباً بالضعيف الذي لا يقدر على الانتصار

(Kedzaliman manusia terhadap hamba dan makhluk Allah yang lain mencakup memakan harta manusia dengan cara bathil, memukul, mencaci maki, menganiaya, merendahkan kaum dhuafa’, serta perbuatan aniaya yang secara umum terjadi pada orang-orang lemah yang tidak mampu ditolong)

Perbuatan dzalim dalam point ini banyak menyangkut hak sesama makhluk, dan banyak sekali dalil yang menyingunggnya. Satu contoh saja adalah sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مطل الغني ظلم

“Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman.”

(Muttafaq alaih)

Apakah Sikap Marah atau Tegas termasuk Kategori Mendzalimi?

Jawabannya, marah atau tegas belum tentu masuk kategori dzalim, kecuali jika sampai melanggar hak-hak orang lain. Marah dan tegas di satu sisi bisa masuk kategori dzalim, dan di sisi lain justru bisa mendatangkan pahala.

Contoh Sikap Tegas / Marah yang Merupakan Kedzaliman:

  • Seorang atasan bersikap tegas untuk menerapkan peraturan potong jenggot dan  isbal kepada bawahannya.
  • Seorang ayah marah jika putrinya memakai hijab.
  • Seorang anak kost marah jika diingatkan tugas piket yang belum dikerjakannya.
  • Seorang mahasiswa marah terhadap dosen yang memergokinya berbuat curang ketika ujian.
  • Seorang penuntut ilmu marah jika dinasehati penuntut ilmu yang lebih muda, padahal nasehatnya benar.
  • Orang tua tegas memaksakan anaknya berbuat maksiat ketika acara walimah (foto –foto kenangan, music, ikhtilath, atau seperti adat di sebagian masyarakat di pulau Anda: merarik)
  • Seorang mahasiswa yang marah kepada orang tuanya karena permintaan untuk membeli motor / laptop tidak dipenuhi.
  • …… dan setiap perbuatan lainnya yang menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Contoh Sikap Tegas/Marah yang Justru Bisa Berpahala:

  • Seorang yang tegas memilih keluar dari suatu instansi daripada diminta memotong jenggot / isbal.
  • Seorang pegawai negeri yang tegas menolak melakukan gratifikasi / suap, walau diperintah atasannya.
  • Seorang Ketua Kost yang tegas memarahi anggota kost yang lalai, tidak menjalankan tugas piket.
  • Seorang mahasiswa yang marah jika dimintai contekan oleh mahasiswa lain ketika ujian.
  • Seorang istri marah melihat suami bermain musik, merokok, menghabiskan waktu dengan game, dan menonton pertandingan bola di televisi.
  • Seorang pelajar yang marah jika diminta rekan-rekan satu sekolahnya untuk mengadakan acara perpisahan/reuni yang mengandung unsur maksiat, seperti foto-foto bersama, ikhtilath, pelalaian waktu shalat, dll.
  • Seorang anak yang marah dan tegas menolak perintah orang tua untuk menghadiri acara wisuda yang banyak terdapat maksiat, sedangkan ijazah masih dimungkinkan untuk diambil tanpa hadir dalam acara tersebut.
  • Seorang dosen yang tegas mengusir mahasiswa yang memanipulasi tugas laporan kuliah.
  • … dan setiap sikap tegas/marah yang muncul karena adanya pelanggaran syariat / kemaksiatan yang dilakukan orang lain.

Catatan:

  • Perlu diperhatikan dengan baik sifat marah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang perlu kita contoh. Ketika orang lain menzalimi beliau (melakukan pelanggaran yang berkaitan dengan hak-hak beliau), nabi tidak marah. Oleh karena itu, ketika malaikat mendatangi beliau dan memberikan tawaran untuk menubrukkan bukit kepada penduduk Thaif yang melempari beliau dengan batu sehingga beliau terluka dan berdarah, beliau justru menolak tawaran malaikat tersebut, dan justru mendoakan penduduk Thaif agar kelak dari sulbi mereka akan muncul generasi yang mentauhidkan Allah. Masya Allah…
  • Namun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  akan marah jika ada kezaliman yang berkaitan dengan hak-hak Allah / pelanggaran syariat. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah marah ketika sebagian shahabat meminta dibuatkan Dzatu Anwath (tempat menggantungkan senjata yangdinilai bisa mendatngkan berkah), sebagaimana orang-orang musyrik memiliki Dzatu Anwath.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam  juga pernah sangat marah ketika Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu membunuh tentara musuh yang mengucapkan laa ilaaha illallaah, meskipun Usamah beranggapan tentara tersebut hanya pura-pura mengucapkan itu untuk melindungi dirinya saja.

Wallahu A’lam.

~Mohon koreksi dari teman-teman jika ada penjelasan yang salah~

About these ads

Filed under: Nasehat, Pertanyaan Teman, , ,

9 Responses

  1. arrasaail mengatakan:

    Yang ini salah:

    Contoh Sikap Tegas / Marah yang Merupakan Kedzaliman:

    Seorang istri marah melihat suami bermain musik, merokok, menghabiskan waktu dengan game, dan menonton pertandingan bola di televisi.

  2. Jazakallah khaira.
    Yang benar, itu masuk Contoh Sikap Tegas/Marah yang Justru Bisa Berpahala:
    Alhamdulillah sudah kami edit.

  3. Nûrqômälää Dêwl mengatakan:

    Ilmu lagi nie

  4. dewi pembayun mayangsari mengatakan:

    jika seseorang menjelek jelekan kita,kepada kita apakah itu bisa di katakan zalim?

  5. sri mariyani mengatakan:

    Assalamualaikum wr.wb.
    Kl membicarakan kesalahan kawan (karena berpacaran) tp dibelakang kawan tsb apakah itu termasuk dzalim terhadap kawan tsb??
    Dan apakah dibenarkan mendoakan keburukan bagi yg telah mendzalimi kita??
    Terima kasih

  6. Hamba Alloh mengatakan:

    Assllamualaikum. setiap hari saya di hadapkan oleh maslah-maslah yang amat rumit dan pelik. Di antaranya yg sering di rasakan sehari2 baik di rumah,brkumpul dngan teman,di angkot,di pasar, di ruang tunggu ,bahkan di mushola,brang ini kecil tpi bagi saya adalah siksa .karena setiap saya berdktan dngan orang2 yg katkanlah merokok selalu menggangu setiap saya menghirup udara yg bercmpur dngan asap rokok.pertanyaan saya apakah perbutaan merokok di dpan umum itu termsuk zholim. Mks mhon pencerahan

  7. Wa’alaikumussalaam. ya, merokok itu termasuk perbuatan dzalim.
    Silakan lihat artikel tentang rokok di sini: pemudamuslim.com/nasehat/mengapa-merokok-itu-diharamkan/

  8. @Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuh
    – Lebih baik, bicara (nasehati) langsung di hadapan kawan yang berpacaran tersebut.
    – Lebih baik, doakan orang yang menzhalimi kita dengan kebaikan, semoga mereka mendapatkan hidayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 148 pengikut lainnya.

My Twitter

Copyright

“Aku akan merasa bahagia, jika semua orang mempelajari ilmu ini, dan sama sekali tidak menyandarkannya padaku.” -Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i-

Milis Sunni Homeschooling

YM: ginanjar.indrajati

Perhatikan Temanmu

صديقي من صادقني لا من صدقني وعليك بمن ينظر الإفلاس والإبلاس وإياك من يقول لا باس لا باس. Teman baikku adalah orang yang jujur kepadaku, bukan orang yang suka membenarkanku. Bertemanlah dengan orang yang mengingatkan akan kerugian-kerugian. Dan hati-hatilah terhadap orang yang suka mengatakan: Tidak mengapa… Tidak mengapa…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 148 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: