Catatan Harianku

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Akhii… Ukhti… Andai Kau Mau Renungkan Kaidah Ini Sebelum Memanfaatkan Facebook


(Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook: bag.III)

.

Saya pernah “merinding” ketika membaca kaidah yang disebutkan Ibnul Qayyim di bawah ini (dalam kitab  إغاثة اللهفان من مصايد الشيطان / Ighatsatul lahfaan min Mashaayidis-Syaithaan -download di sini- )

الشارع حرم الذرائع و إن لم يقصد بها المحرم لإفضائها إليه

Syariat mengharamkan segala sarana yang bisa mengantarkan pada hal yang haram, meskipun ketika memanfaatkan sarana tersebut “TIDAK DINIATKAN UNTUK BERBUAT HARAM“.

Renungkanlah kaidah di atas…

Boleh jadi, ketika kau memajang foto saudari kandung wanitamu, itu menjadi sebab teman-teman FB-mu yang lain melihat saudarimu itu!

Boleh jadi, ketika kau menautkan video (yang kau anggap bermanfaat) di wall FB-mu, sedangkan di dalamnya terdapat gambar wanita tidak memakai jilbab –dan ini terlarang dilihat secara syariat-, kau menjadi sebab orang lain melihat wanita-wanita itu. Padahal, mungkin kau telah tahu bahwa memandangi wanita bukan mahram adalah hal yang terlarang.

Dan masih banyak boleh jadi lainnya yang jika kau lakukan, kau menjadi sebab orang lain berbuat maksiat tanpa kau sadari.

Apa susahnya kau hapus lawan jenis dari facebookmu?

Apa susahnya kau hapus foto-foto dan gambar mahkluk bernyawa dari facebookmu?

Apa susahnya kau hapus teman-teman lamamu yang fasik, yang hanya memenuhi facebookmu dengan kata-kata “kotor” atau gambar-gambar tidak layak, sedangkan kau pun tidak menasehatinya? Bukankah selemah-lemahnya iman adalah  diam karena tidak berdaya, bukan diam mendiamkan? Padahal kau pun masih bisa berkomunikasi dengan kawanmu entah bertemu langsung, sms, email, atau pos. Maka, Demi Allah, meremove mereka bukanlah pemutusan silaturahmi…

Dan alhamdulillah…

Ketika kuremove banyak anggota keluargaku…

Tak satupun dari mereka yang menganggapku memutus silaturahmi…

Justru dengan meremove mereka itulah kesempatan untuk dakwah…

Menyampaikan ilmu… Menyampaikan dalil… kepada mereka…

Bahwa gambar makhluk bernyawa adalah haram...

Memajang foto anak, foto wisuda, foto keluarga untuk kenangan adalah haram

Berkomunikasi dengan lawan jenis tanpa hajah adalah sarana menuju haram

Sampaikan pada mereka dalil kalau kita jujur mau manfaatkan facebook untuk dakwah…

Ingat!

Dakwah adalah menyampaikan, bukan diam ketika kita melihat kemungkaran, sedangkan lisan kita masih mampu menyampaikan…

Dan ingat pula bahwa ustadz bukan dalil!

Maka, jangan kau bilang, “Bukankah ustadz A pajang foto anak, ustadz B pajang foto diri…?”

Karena dalil syar’i adalah Allah berfirman… Rasulullah bersabda… Bukan ustadz berkata….

Jangan ikuti ustadz, kecuali kalau membawa dalil

karena…

 

وإذا الدعاوى لم تقم بدليلها بــالنص فهي على السفاه دليل

Jika para pendakwa tidak menopang argumentasinya dengan nash

Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil

.

Renungkanlah kaidah di atas….

Agar kita bisa senantiasa berjalan di atas ilmu…

Jangan sampai kita merasa berilmu…

Namun ternyata kita bermaksiat tanpa kita sadari…

Dan jikalau kau ingin mengkritik risalahku…

Atau mencela ucapanku…

Renungkanlah dulu dan cobalah pahami dengan baik ucapan Ibnul Qayyim di atas, karena…

و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم

Berapa banyak orang mencela ucapan yang benar…

Penyebabnya adalah pemahaman yang buruk…

—bersambung—

alashree.wordpress.com

Artikel sebelumnya:

 

الشارع حرم الذرائع و إن لم يقصد بها المحرم لإفضائها إليه

Syariat mngharamkan segala sarana yang bisa mengantarkan pada hal yang haram, meskipun ketika memanfaatkan sarana tersbut “TIDAK DINIATKAN UNTUK BERBUAT HARAM”.

Boleh jadi, ketika kau memajang foto adik kandung wanitamu, itu menjadi sebab teman-teman FB-mu yang lain melihat adikmu itu itu!

Boleh jadi, ketika kau menautkan video (yang kau anggap bermanfaat) di wall FB-mu, sedangkan di dalamnya terdapat gambar wanita tidak memakai jilbab –dan ini terlarang dilihat secara syariat-, kau menjadi sebab orang lain melihat wanita-wanita itu. Padahal, mungkin kau telah tahu bahwa memandangi wanita bukan mahram adalah hal yang terlarang.

Renungkanlah kaidah di atas….

About these ads

Filed under: Nasehat, , , , , , , , ,

52 Responses

  1. Mu'adz mengatakan:

    MasyaAllah, nasehat yg bgus. Smg kita bs mengamalkannya brsama2, syukron jazakallohu khoirn katsirn

  2. آمين. و جزاك الله خيرا

  3. ummufajrul07 mengatakan:

    Iyah betul

  4. ummufajrul07 mengatakan:

    Ana sangat salut dan mendukung,,,jgn sampai FB menjadi tempat maksiat !!!

  5. ummufajrul07 mengatakan:

    rasa sedih terobati krn ada yg peduli & ingatkan para pemakai FB yg sdh di luar kontrol baik pd orang tua,remaja,terlebih anak2 yg kebablasan dgn bahasa yg jorok & vulgar!!! Tanpa adab & etika yg sangat merusak akhlak generasi muda,,,semoga alloh beri kekuatan utk tegakkan amar ma’ruf nahi mungkar…

  6. thiut mengatakan:

    Subhanallah terima kasih atas nasihatnya. Cuma bolehkah kiranya Anda menuliskan nama kitab Ibnu Qayyim yang dimaksud dalam bahasa Indonesia, supaya bisa jadi dasar. Maaf karena tulisannya agak kurang jelas. Terimakasih banyak.

  7. @ Thiut
    Sudah saya tuliskan, tulisan latinnya. Anda bisa download kitab asli (teks Arab,pdf) dengan mengklik judul (yang tulisannya Arab).
    Baarakallah fiik…

    @ Ummu Fajrul
    آمين. و جزاك الله خيرا

  8. Ikutan Nimbrung mengatakan:

    Akhi,
    banyak facebook pribadi saudari kita yang menuliskan hal-hal yang bermanfaat dan kita pun bisa share ilmu dengan mereka. Masya Allah, betapa banyak muslimah yang wall yang isinya manfaat, entah nukilan,link islami,dll.
    Jika share ilmu dengan mereka apa bermasalah…?

  9. @ Ikutan Nimbrung
    Jika yang Anda katakan benar, alhamdulillaah saya pun sangat senang mendengar ada saudari muslimah yang bisa menuliskan hal-hal yang bermanfaat di FB.
    Namun, saya sekadar ingin memberikan faidah bahwa
    “… Ilmu yang sejati itu letaknya di dada, bukan di tulisan…. bukan copy paste…”
    oleh karena itu
    ” …Ilmus-salaf fis-suduur, ilmunaa fis-sutuur…” >> “ilmu salaf itu di dada-dada mereka, sedangkan ilmu kita di lembaran-lembaran

    Maka, hendaknya jangan terpukau terlebih dahulu dengan saudari kita di dunia maya yang terlihat banyak tulisan,banyak nukilkan perkataan salaf, dan banyak nukilkan hadits. Boleh jadi, ilmu tersebut tidak meresap di dadanya, kecuali hanya di wall fb-nya. Ketahuilah, bahwa barangkali saudari kita yang tidak memilki waktu luang untuk aktif di internet, bisa jadi ia lebih berilmu, lebih wara’,dan lebih menjaga kehormatan daripada yang menonjol di FB karena ia lebih sibuk hadir di majelis ilmu dan waktu sisanya untuk muraja’ah, menghafal nash, dan sebagian urusan dunianya yang bermanfaat.

    Insya Allah, semakin tersembunyi seorang muslimah itu, dan semakin tidak menampakkan diri di hadapan ajnabi,itulah yang terbaik.
    Boleh jadi (meskipun tidak kita generalisir), yang terlihat banyak tulisan di FB itu justru sedikit ilmunya, kurang menjaga kehormatan, serta luntur rasa malu dan cemburunya karena terbiasa berinteraksi dengan lawan jenis/melihat kemungkaran internet di komputernya.

    Demikian pula sebaliknya, hendaknya muslimah pun menyadari bahwa orang-orang berilmu dari kalangan ikhwan dan para ustadz yang mutqin ilmunya justru tidak sempat mengelola facebook dengan baik. Itu karena waktunya sudah habis untuk mengkaji ilmu atau mengajar. Maka, hendaknya muslimah pun tidak tertipu dengan para saudara muslim yang terlihat banyak memilliki postingan, tulisan,atau nukilan2 salaf di FB.

    Allahu musta’an…
    Saya sendiri pun merasa betapa miskinnya ilmu yang dimiliki dibandingkan dengan para ikhwan yang tidak sempat nge-blog/FB-an. Masya Allah,jauh…jauh lebih banyak para ikhwan yang ilmunya lebih tinggi dari kita, tetapi ia tidak memilki waktu untuk mengeloa blog/buat facebook.
    Maka, hendaknya kita pun jangan sampai terlalaikan dengan “internet” ini. Insya Allah kita tidak akan pernah bisa faqih kecuali kalau kita duduk langsung mendengar kajian kitab yang disampaikan ustadz. Mengandalkan facebook untuk share ilmu memang bermanfaat, tetapi insya Allah tidak akan membuat ilmu kita kokoh tertancap di dada-dada kita….

    Karena ilmu itu fis-suduur,la fis sutuur..

    Namun, satu hal penting yang perlu kita catat adalah: “Seandainya kita bisa menjauh dari sebab-sebab fitnah,hendaklah kita menjauh sejauh-jauhnya.Maka, insya Allah masih banyak ikhwan yang bisa share ilmu dengan kita daripada harus berinteraksi dengan lawan jenis. Demikian pula, insya Allah para saudari muslimah pun jika mencukupkan diri share ilmu dengan sesama muslimah yang shalihah, tanpa harus banyak share ilmu dengan para laki-laki,itu mudah dilakukan. Toh, dulu ketika facebook belum ada,dakwah salaf juga bisa tersebar. Hendaknya kita mengikhlaskan niat kita sebelum kita berbicara dakwah/share ilmu.

    As-alu ‘afwaka yaa rabb…

  10. A.J.I mengatakan:

    thanks, seperti biasa infonya sangat bermanfaat

  11. Rindu mengatakan:

    sejak awal saya tidak berminat punya fesbuk, alhamdulillah hingga saat ini tidak punya.

  12. maria mengatakan:

    nasehat yg bagus.. jazakallah

  13. Anisah mengatakan:

    Blhkan menampilkan foto anak balita di FB?bgm pndpt ust,jk ada ummahat yg srg mceritakan pKembangan anaknya,dmn anaknya sdh bs bjalan,bDoa&dzikir sehari2,hafal bbrp surat dll,jg keshalihan suaminya.blhkah hal ini?syukron.

    =======================
    Admin:

    Kalau sekadar menceritakan perkembangan anak, insya Allah tidak apa-apa. Namun, kami memandang menampilkan foto balita adalah kemungkaran. Ulama yang menyatakan fotografi berbeda dengan tashwir saja melarang hasil fotografi digunakan untuk kenangan. Maka, apakah ada hajat syar’i ketika menampilkan foto balita tersebut? Jika hati jujur, insya Allah ada perasaan ingin mengenang anaknya yang balita tersebut. Nah…, foto untuk kenangan ini pun dilarang oleh ulama yang menyatakan fotografi tidak termasuk tashwir. Apalagi, oleh ulama yang menyatakan haramnya foto secara mutlak, seperti Syaikh Muqbil bin Hadi -rahimahullah-.

    Dan perlu diingat, ulama yang menyatakan hukum asal fotografi terlarang juga bukan main-main, mereka adalah ulama terbaik, semacam Syaikh Ibnu Baz, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Syaikh Shalih Al-Fauzan, dan masih banyak yang lain…

    Baarakallah fiik.

  14. tonosaur mengatakan:

    saya punya pesbuk tapi ga aktip..

    hhhmm..

  15. Ummu Abdillah mengatakan:

    Assalamu’alaykum wa rahmatullahi wa barakatuh.
    Maaf akhiy, boleh kami menambahkan perihal artikel antum yang membahas facebook?

    ==================
    Admin:

    Wa’alaikumussalaam warahmatullah wa barakatuh. Silakan saja bu. Namun, kalau panjang, ahsan dibuat di blog sendiri/notes facebook, kalau di room komentar ini, akan memenuhi ruang dan sedikit dibaca pengunjung. Beda, kalau ditulis di badan utama blog (artikel).

  16. Mafii mengatakan:

    Assalamualaikum akhi,apa ini Kaidah saddudz dzari’ah yang antum sebut di tulisan “akhi,apa susahnya kau hapus akhwat dalam friendlismu”?Kalau tidak salah di sana antum mengatakan akan membahas Kaidah saddudz dzari’ah ?

    ====================
    Admin:

    Wa’alaikumussalaam.
    Na’am, kaidah sadduz-dzari’ah. Baarakallah fiik

  17. cahaya mengatakan:

    gmn cara gak mengaktifkan fb? aku dah terlanjur punya fb?

    ==================
    Admin:

    Dinonaktifkan bisa kok. Kalau FB-nya bahasa Indonesia, Klik Akun, lalu pilih menu tutup akun.

  18. anak belajar.. mengatakan:

    Shodaqta ya akhi.. jazaakallahu khaira.. uhibbuka fillah..

    Ditunggu postingan2 selanjutnya..

  19. abuabdilbarr mengatakan:

    Assalamualaikum
    Artikel yang begitu bagus dan bermanfaat insya allah
    Mengenai
    “Bukankah selemah-lemahnya iman adalah diam karena tidak berdaya, bukan diam mendiamkan?”
    bukankah iman dalam hadits itu adalah pengingkaran
    jadi selemah-lemah iman itu adalah selemah-lemah pengingkaran

    ====================

    Tambahan Admin:

    Apa yang saya tuliskan di atas, saya maksudkan sebagai isyarat terhadap hadits yang diriwayatkan Imam Muslim:

    مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

  20. saailun mengatakan:

    Assalamu’alaikum.
    Afwan, bagaimana jika FBnya itu hanya terdiri dari teman-teman yang sejenis saja. misalnya akhwat semua atau ikhwan semua?
    Jazaakumullahukhairaan

  21. @ Saailun
    Wa’alaikumussalaam. Pada asalnya, memanfaatkan “sarana”, adalah mubah, asalkan tidak dikotori oleh hal maksiat.
    Saya juga pengguna facebook.

  22. Ummu Abdillah mengatakan:

    Bismillah.
    Afwan akhiy…

    1. Bagaimana jika seorang ikhwan menggunakan FB ibunya untuk melihat FB-FB akhowat? Bahkan sebenarnya ibunya itu jarang menggunakan FB miliknya sendiri.

    2. Apa jika ada akhwat yang tau keadaan seperti ini, boleh melakukan “remove” terhadap FB tersebut, karena telah mengetahui bahwa FB tersebut digunakan oleh anak laki-lakinya!

    Jaazakallahu khoyran.

  23. @ Ummu Abdillah

    Wa iyyak, jazakallah khair.

    Jika yang Anda katakan “benar”, diremove saja. Namun, hendaknya akhwat tabayun/konformasikan dulu kepada si ibu tersebut apakah akunnya digunakan anaknya untuk aneh2/tidak. Kalau memang disalahgunakan, bisa dinasehati. Akhwat bisa mengirim pesan peringatan via message FB/email pada ikhwan tsb atau mengingatkan si ibu agar menasehati anaknya.

    Saya sendiri juga sering pakai akun wanita mahram/ibu saya untuk linkkan artikel, informasi kajian muslimah, dll setelah minta izin -dan diizinkan-, atau pakai FB di komputer bersama mahram/ibu tanpa perlu menghafal nama2, apalagi komunikasi dengan teman2 Fb ibu. Wah…

    ‘ala kulli haal, sebenarnya pertanyaan Anda juga merupakan nasehat bagi saya agar tetap berhati-hati memanfaatkan FB. Semoga ini menjadi peringatan bagi kita semua

  24. lia mengatakan:

    @Ummu Abdillah ))) Kalo menurut ana ya ukht, lebih baik anti tidak usah tanya FB ibu itu. Kita kan juga tidak tau apakah Fb ibu itu sedang dipake ibu itu atau anak laki2nya. Bisa saja anak laki2nya namun mengaku ibunya. Hmm!! Langsung di remove atau di block saja ukht. Itu lebih baik. Serasa ada penyusup kalo seperti itu caranya. Aneh2 saja ya..

    @Admin : Semoga antum tidak menyalahgunakan FB ibu antum. Dan tetap bisa menjaga diri. Karena kita kan juga tidak tau apa isi hati orang lain!!

  25. @ Lia

    Astaghfirullah….
    Na’am… Jazakillah khair atas tegurannya. Mudah-mudahan peringatan ini menjadi nasehat bagi saya.

  26. ^Ummu Abdillah Ayu^ mengatakan:

    @ Lia >>> Iya ukhtiy, insya Allah sudah diremove, karena ditakutkan hingga saat ini anak laki-lakinya masih saja menggunakan FB ibunya dan kaum wanita pengguna FB yang juga berteman dengan beliau, tidak mengetahui siapa yang sedang menggunakannya.

    @Admin >>> Mungkin tujuan anda baik ya akhiy, namun jika ada orang lain khususnya akhwat yang mengetahuinya, maka dia pun akan berpikir agak aneh. Bukankah akhiy yang menasehati bahwa jangan bermudah-mudah dalam berkomunikasi dengan akhwat? Maka walaupun itu menggunakan FB ibu akhiy, tentulah orang lain tidak akan berpikir tujuan akhiy. Yang dia tau bahwa akhiy menggunakan FB ibu akhiy untuk melihat FB para akhwat. Wallahu a’lam. Maka lebih hati-hatilah dirimu wahai ikhwan. Walaupun kita merasa tidak ada yang tau, namun suatu saat akan ada yang tau juga. Insya Allah. Bisa saja dari saudara kita sendiri yang memberitau kepada orang lain. Wallahu a’lam. Oleh karena itu cukup gunakan satu FBmu saja tanpa harus gunakan FB ibumu atau membuat FB lain yang dimana FB lain itu terdapat FB akhwat, baik itu dari luar negeri ataupun tidak. Semoga engkau memahami masalah ini! Kami mohon maaf jika nasehat kami tidak berkenan dihatimu wahai ikhwan. Sesungguhnya hanya ingin menasehati karena tidak ingin saudaranya terlupakan oleh apa-apa yang dirinya sendiri katakan.

    “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Al-’Ashr 103: 1-3)

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

    “Agama itu nasehat! Kami bertanya : “Bagi siapa? Rasul Menjawab :”Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin dan bagi segenap kaum muslimin.” (HR. Muslim (II/37 an-Nawawi) dan lainnya dari Hadits Tamim ad-dari radhiyallahu ‘anhu).

    Allah juga berfirman :

    “Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah ketika kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (Qs. Ash-Shaf : 2-3)

    Demikian nasehat dari kami, semoga bermanfaat bagi diri kami dan juga orang lain.

  27. @ ^Ummu Abdillah Ayu^

    Yang Anda katakan benar, hati kita memang lemah, sedangkan kita sering tidak menyadarinya. Jazakillah khair telah mengingatkan.

  28. Sholih Abu Abdillah mengatakan:

    Assalamu’alaikum.

    Artikel yang sangat bagus sekali!!!

    Bagi yang masih bujang… perlu berpikir 100x untuk memanfaatkan Facebook.

    Bagi yang sudah menikah… perlu berpikir 1000x untuk memanfaatkan Facebook.

    Daripada FB*, mending buat artikel bermanfaat di blog, seperti pemilik blog ini. ^_^

    Oh iya, link: ” Mashaayidis-Syaithaan -download di sini.” –> kode linknya blm diisi/error akh. Silahkan dicek.

    Note:
    *) Kembali ke diri masing-masing tentang pemanfaatan FB. Jika untuk dakwah,bisnis,jualan, dll. Silahkan merujuk ke ahlinya.

  29. @ Wa’alaikumussalaam.

    Sudah diedit akh sholih…
    Oiya….
    Darsnya sudah masuk i’lal.

  30. hidmatyar ismail mengatakan:

    Bismillahirrahmannirahiim

    kepada akhy أبو محمد العصري
    di manapun engkau berada

    assalamu’alaikum warohmatullahi wabrokatuh
    akhi rahimakallah

    ana membaca beberapa kali tulisan antum
    dan ana YAKINI kebenaran Firman ALLAH dan
    juga Sabda Rasulallah, setelah melihat
    dan membaca tulisan antum dan komentar beberapa
    komentator diatas ana jadi teringat dengan tulisan abu salma dan yang paling ana ingat adalah hadits

    An-Nu’man bin Basyir berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya terdapat hal-hal musyabbihat (syubhat / samar, tidak jelas halal-haramnya), yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Barangsiapa yang menjaga hal-hal musyabbihat, maka ia telah membersihkan kehormatan dan agamanya. Dan, barangsiapa yang terjerumus dalam syubhat, maka ia seperti penggembala di sekitar tanah larangan, hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai tanah larangan, dan ketahuilah sesungguhnya tanah larangan Allah adalah hal-hal yang diharamkan-Nya. Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada sekerat daging. Apabila daging itu baik, maka seluruh tubuh itu baik; dan apabila sekerat daging itu rusak, maka seluruh tubuh itu pun rusak. Ketahuilah, dia itu adalah hati.'” (HR. Bukhori)

    ana mohon sekiranya ini bisa memperjelas tulisan antum ana mohon di jawab.
    jazakallahu khoiron wa barokallahu fiik
    zaadakallahu hirsan
    hayyakallah

    wassalamu’alaikum warohmatullahi wabrokatuh

    abu abdillah

  31. @ Hidmatyar Isma’il
    Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuh…
    Sebenarnya, masih ada kelanjutan artikel di atas, yaitu penjelasan kaidah bahwa

    Sesuatu yang Haram karena sadduz Dzari’ah, bisa menjadi mubah ketika ada hajah

    Wallahu a’lam.
    Ini untuk semakin memperjelas pembaca yang masih bingung dalam pemanfaatan FB.

  32. masih belajar mengatakan:

    assalamu’alaikum warohmatullahi wabrokatuh

    maaf akhi, saya masih kurang jelas. gimana kalau upload gambar wanita bercadar di facebook? boleh nggak? sedangkan wanita tersebut masih tidak menampakkan wajahnya..

    bagaimana pula dengan meng upload gambar-gambar kartun islami untuk menarik orang ramai agar menutup aurat? bisa nggak?

    afwan, ana benar-benar ingin tahu dan butuh jawapan.

    jazakallah.

  33. erwin winata mengatakan:

    assallamu’alaikum.
    subhanallah..
    tulisan yg indah..

  34. @ Masih Belajar
    Al-Ala’ bin Ziyad berkata,

    Jangan mengikuti pandangan matamu pada jubah wanita karena pandangan mata itu bisa memasukkan syahwat ke dalam hati.
    (Dinukil Abu Nu’aim Al-Asfahani dalam Hilyatul Auliya’, II/244)

    Maka, kami tidak menganggap wanita yang suka memajang fotonya, meski bercadar sebagai wanita baik-baik.
    Kami lebih memuliakan wanita yang memahami makna ayat:

    وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

    ===========

    Kemudian, menggambar kartun makhluk bernyawa adalah terlarang.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

    كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ، يَجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسًا فَتُعَذِّبُهُ فِي جَهَنَّمَ

    Semua tukang gambar itu di neraka. Allah memberi jiwa/ ruh kepada tiap gambar yang pernah ia gambar . Maka, gambar-gambar tersebut akan menyiksa di neraka Jahannam.

  35. Abu Dzar Syamlan mengatakan:

    Assalaamu’alaykum,
    Ahsanta..wa baarokalloohu fiik…
    Karena bersambung, ana tunggu sambungannya.
    Ini ada situs bagus insyaALLOH, Tafazhol… (entah antum sdh tahu atau belum)

    islamspirit.com

    Ana mau tanya, di situs apa saja bisa kita download video kajian masyayikh???
    Syukron Jaziilan.

  36. ghaisani ummu afnan mengatakan:

    Bismillaah..sgt bRmanfaat..ijin shaRe..

  37. Silakan, baarakallah fiik….

  38. fulanah bintu fulan mengatakan:

    AssaLaamu ‘aLaykum waRohmatullohi wabaaRokaatuh..
    Subhaanalloh..nasehat yang bRmanfaat, insyaAlloh..

    maaf, saya hanya ingin sedikit beRbagi..syethon ada2 saja..seLalu saja bisa caRi ceLah..bukankah dia ‘laknatulloh ‘alayh’ memang sLalu ikuti peRkembangn qt..mengaLiR beRsama daRah dLm uRat nadi..mengikuuuutt teRus..ya ikhwah..ya akhwat..
    saya amat sangat beRsyukuR seteLah dapat nasehat ttg laRangan berteman dgn lawan jenis di Facebook..maka qtpun beRlomba2 meremove bahkan bL0kiR nama2 yg gag ngasi manfaat sama sekaLi..tp pRnahkah qt bRpikiR bahwa syethon kini beRalih jaLuR?
    daRi facebook ke bLog….

    saya meLihat fenomena bahwa di bL0g2 ikhwah paRa akhwat bRlomba2 beRkomentaR atw sebaLikx?
    apakah kmdn qt mengabaikan bahwa ini bkn inteRaksi lawan jenis..??

    tdk bs dipungkiRi, seteLah dpt pesan khusus ttg menjaga hati dn diRi daRi lawan jenis, maka bbRp akhwat kmdian menjauh daRi ajnabiyx tapi mRk tdk mampu menjaga diRix untuk tdk beRinteRaksi dg ikhwah yg menasehatix..komunikasi ttp bRjaLan dg aLasan saLing mengontRoL..ini bisa tRlihat daRi tuLisan sang akhwat di status yg menceRitakan ttg diRix yg dpt pesan lg dR ikhwah trsbt..bRhati2Lah yaa akhowat..syethon sedang meniti hati2 qt..jgn Lengah..jika engkau mampu tRbebas dR peRangkapx yg satu maka ttpLah waspada tRhadap peRangkapx yg Lain..

    boLeh saja qt shaRe aRtikeL sang ikhwah tapi tak peRlu komentaR u sekedaR ijin..ana yakin sang ikhwah gag kebeRatan kLw qt shaRe tuLisanx tanpa peRlu ijin dahuLu..spRt pemiLik bL0g ini (betuL kn pak?)

    saya minta maaf jika tuLisan ini tdk beRkenan..

  39. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wa barakatuh…
    Ya…
    Dan sebenarnya, ini tidak perlu dianggap pusing, andai kita kembali ke kaidah dasar.
    Pada asalnya, tidak boleh seseorang itu terlalu banyak berkomunikasi dengan lawan jenis kalau tidak ada hajah (keperluan mendesak). Kalau memang ada hajah, ya silakan saja menyampaikan urusan “sebatas keperluan”. Dan kita tidak diperintahkan untuk mengorek isi hati manusia sehingga kita pun punya kewajiban berbaik sangka pada saudara/ri kita yang aktif di FB/blog.
    Dan hendaknya, kita “biasa saja” (ditanggapi wajar2 saja) bila ada lawan jenis yang menyampaikan urusan. Kalau tidak perlu, ya tidak usah ditanggapi. Kalau perlu, ya ditanggapi yang “BIASA SAJA”.
    Terkadang, sebagian ikhwan/akhwat sering salah tingkah sendiri ketika dinasehati/dikomentari lawan jenis, dan terkadang reaksinya cenderung berlebihan/terdramatisir sendiri. Maka, agar tidak seperti itu, “yang biasa-biasa saja”, jangan terlalu dipedulikan.

  40. abu mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum
    warahmatullahi
    wabarakatuh.
    Subhanallah, pembahasan yg sgt menarik akhi.
    Oh y, Sy ingin bertanya.
    Hemh, bagaimana mnurut anda ttg profesi penjual pulsa hp.

    Mungkin agk out of topic,
    tp ad yg mengganggu perasaan sy yg ingin brprofesi sbg penjual pulsa.

    Setelah mmbaca artikel anda,
    sy jd brpikir, bagaimana jadi ny pertanggung jawaban sy akn pulsa2 yg sy jual nanti ny.
    Sy takut penggunaan pulsa trsebut malah menjerumus k arah yg di haramkan, seperti untk berpacaran, membuka situs2 haram di intrnet, dn lain sebagainya.

    Jd, bgaimana mnrt anda?
    Trima kasih sbelum nya…

  41. tetap jual pulsa, dan jangan tanya2 pada pembeli mau digunakan untuk apa, karena tanya-tanya seperti itu justru tidak dianjurkan dalam ISLAM.

  42. Mujahidah Annisa' mengatakan:

    Assalamualaikum,,ana dari Malaysia,,kalau ana letak gambar yg menutup aurat pon tak boleh ker??

  43. kuncorogeismi mengatakan:

    ijin share,,jazakalloh ilmunya

  44. Silakan. wa jazakallah khaira.

  45. manusia biasa mengatakan:

    Assalaamualaikum
    izin share ya
    artikel yg bagus
    kita sesama umat muslim harus saling mengingatkan

  46. fina artaningrum mengatakan:

    assalamu’alaikum..
    apa jika sudah terlanjur memasukkan foto ke dalam fb,, tepatnya foto yg bernyawa ,.. apa harus di hapus secara keseluruhan????
    apa hanya perlu tidak mengulang u/ memasukkan foto lg???

  47. Wa’alaikumussalaam.
    Perlu dihapus secara keseluruhan.

  48. Ani Triana mengatakan:

    Assalamu’alaikum..bagaimana kalau kita memasukkan foto di FB tp foto itu kita kunci sbg privasi,,jd yg hanya melihatnya adalah kita sendiri saja,,dg alasan utk disimpan sbg cadangan apabila laptop rusak akibat terserang virus yg bs menghilangkan data foto….

  49. rikar mauriat mengatakan:

    terimakasih atas masukannya

  50. Ana Ukhti Yani mengatakan:

    Bismillah, ana izin share, ini suatu pelajaran dn nasehat yg sangat menolong dn bermanfaat.

  51. @Ani
    Menurut pendapat yang kami pilih, hukum asal foto sudah terlarang. Maka, meskipun disimpan secara private-pun menurut kami tetap terlarang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

My Twitter

  • Tim Peduli Muslim rapat perubahan agenda program khitanan massal NTT, di Lounge Bandara Jogja, karena ada... fb.me/6WcU3vlWq=> ditulis pada 17 hours ago
  • Jalanan di kota Shan'a .... [pic] — path.com/p/3GifEy=> ditulis pada 1 day ago
  • Kalau puasa Arafah harus disesuaikan dengan wukuf, konsekuensinya orang yang tinggal di Sorong / belahan dunia... fb.me/1vJNETNa3=> ditulis pada 1 day ago
  • Alhamdulillah, sampai malam ini (29 September 2014), jumlah pendaftar khitan di NTT mencapai 1.100 orang… — path.com/p/2ArlCo=> ditulis pada 1 day ago
  • But I guess that's just the way the stroy goes ...=> ditulis pada 1 day ago
  • Bulan Oktober 2014 ini, Peduli Muslim menebar relawannya untuk menjalankan misi sosial di tiga negara berikut: 1.... fb.me/6KM5NjPVS=> ditulis pada 1 day ago
  • Ahhh, seneng aku kisanak Parsono masuk daftar nama tambahan yang diterima di Madinah ... fb.me/3AOF14eq9=> ditulis pada 1 day ago
  • أسأل الله العظيم رب العرش العظيم أن يشفيه fb.me/1AANWjDMk=> ditulis pada 2 days ago
  • Wahai ISIS, hanya karena pasukan koalisi (Amerika, cs) menyerangmu, itu tidak berarti kamu benar ... ---- *)... fb.me/7sg2g11Zo=> ditulis pada 2 days ago
  • Tubuh sudah terasa lelah, remuk redam ... Ingin sejenak merebahkan diri ... Semoga bangun, fit lagi ....=> ditulis pada 2 days ago
  • Update shahibul qurban (per: 28/09/2014 @ 08:43) yang menitipkan hewan qurbannya melalui tim Peduli Muslim, untuk... fb.me/1MTaEQ6yJ=> ditulis pada 2 days ago
  • Lihat keromantisan singa ini, aku dadi eling Agus Mulyadi ... Semoga beliau segera mendapatkan pujaan hatinya ...... fb.me/3FlgrBHpB=> ditulis pada 2 days ago
  • It's a long road, when you face the world alone ....=> ditulis pada 3 days ago
  • Statusnya Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari ... Selain memanage yayasan, beliau juga berpraktik sebagai... fb.me/3bf3mc0ji=> ditulis pada 3 days ago
  • Surat sakti > menuju Suriah fb.me/6NE7fNTeE=> ditulis pada 3 days ago
  • Layanan publik paling the best menurut saya saat ini adalah TELKOM dengan fasilitas call 147-nya. Sudah beberapa... fb.me/3PMjPFmni=> ditulis pada 3 days ago
  • Barakallah fi ra'isid daulatina .... fb.me/6KujqSNJ4=> ditulis pada 3 days ago
  • Jawaban seorang temannya teman si muridnya sang murid pendekar sejati. #Biadalahh=> ditulis pada 4 days ago
  • I see something more beautiful than the stars <3=> ditulis pada 5 days ago
  • Torabika Moka di tangan kiri, Gorengan di tangan kanan, tinggal jodoh yang masih di tangan Tuhan... by Gus Mulyadi fb.me/1ThmiN1YN=> ditulis pada 5 days ago

Copyright

“Aku akan merasa bahagia, jika semua orang mempelajari ilmu ini, dan sama sekali tidak menyandarkannya padaku.” -Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i-

Milis Sunni Homeschooling

YM: ginanjar.indrajati

Perhatikan Temanmu

صديقي من صادقني لا من صدقني وعليك بمن ينظر الإفلاس والإبلاس وإياك من يقول لا باس لا باس. Teman baikku adalah orang yang jujur kepadaku, bukan orang yang suka membenarkanku. Bertemanlah dengan orang yang mengingatkan akan kerugian-kerugian. Dan hati-hatilah terhadap orang yang suka mengatakan: Tidak mengapa… Tidak mengapa…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: