Catatan Harianku

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Yasinan Bid’ah? Lalu, Bagaimana Mengikuti Rasul?


Pertanyaan

Assalamu alaikum Wr.Wb (yang lebih baik dalam ucapan salam adalah tidak disingkat-admin)

1)setelah saya membaca web anda,saya sebagai orang yg beragama Islam tentu merasa janggal dengan apa yg anda tuliskan di web ini,mengapa yasinan itu Bid’ah?? padahal anda sendiri kan Islam Juga?? tentu agama Islam mengajarkan dan menganjurkan setip agama Islam Wajib Hukumnya mempelajari dan membaca AL-Qur’an,jadi Menurut Saya Anda Salah Dalam menuliskan Web ini,Atau Jangan-jangan Anda Mempunyai Aliran yang Baru Dengan Islam??

2)Apakah yang Anda lakukan Jikalau Salah seorang Anggota Keluarga Anda Meninggal???Apakah Anda hanya Diam dan Melototi Mayat tsb??? Dan anda Juga Bilang bahwa Yasinan pada Orang yang Meninggal adalah Bid’ah(lebih Parah Dari pada zina)Apakah Pada suatu Saat nanti Di AKhirat Anda Dapat Mempertanggung Jawabkan Ini Semua???

3)secara Sehat Dan pikiran Waras lah Kita Berfikir!!!Apakah Mungkin Kita Sebagai Ummat manusia Mampu Mengikuti Jejak Rasul???Kan Rasul Itu Mempunyai banyak kelebihan kelebihan,Mungkin kah kita dapat meniru hal Tsb???

Sxxxxx

========

Tanggapan:

@ Sxxxxx-baarakallah fiik-

Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuh.

1) Mengapa Yasinan bid’ah? Jawabnya adalah karena tidak pernah diajarkan Nabi dan para shahabatnya. Seandainya Yasinan itu baik, tentu Nabi akan menyampaikannya kepada para shahabantya. Dan jika itu baik, tentu para shahabat akan bersemangat dalam melakukannya. Akan tetapi, kenyataannya tidak saya temui dalil baik dai Al-Qur’an maupun hadits yang menyatakan disyariatkannya yasinan. Jika Bapak mendapatkan dalil disyariatkannya Yasinan, dengan segala hormat silakan disampaikan kepada saya. Insya Allah, akan saya periksa karena qaddarullah di tempat kami terdapat kitab-kitab induk hadits (via sofware), mulai dari shahih bukhari, shahih muslim, sunan an-nasa’I, abu dawud, mustadrak, musnad, dll. Untuk sementara ini, yang kami ketahui adalah Yasinan tidak diajarkan Nabi dan para shahabatnya, bahkan Nabi bersabda


مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَد

Barangsiapa mengerjakan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, amalan tersebut tertolak.
(H.R Muslim nomor 3243)

Dan Nabi tidak mencontohkan ritual yasinan.

2) Jika anggota keluarga, atau tetangga, atau saudara muslim yang meninggal, tentu sebagai sesama muslim selayaknya kita membantu dalam prosesi penyelenggaraan jenazah, mulai dari mentalqin ketika seorang muslim dalam kondisi sakaratul maut, menghibur keluarga yang ditinggal mati, memandikan jenazah, mengkafani, menyolatkannya, membantu dalam hal penguburannya, dan seterusnya yang diajarkan nabi, yang bisa Anda periksa di kitab-kitab hadits.

3) Tentu kita bis mengikuti jejask rasul -sesuai kadar kesungguhan dan kecintaan kita terhadap rasul-. Bahkan, Kita diperintah untuk mengikuti Rasul sebagai konsekuensi ucapan syahadat kita bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Bentuk konsekuensi mengikuti Nabi adalah:

a. menaati apa-apa yang beliau perintahkan.
b. Membenarkan apa yang beliau katakan.
c. Menjauhi apa yang beliau larang.
d. Beribadah kepada Allah dengan apa yang beliau ajarkan.

  • Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa amalan tertentu itu adalah sesuai dengan petunjuk Nabi? Jawabnya tentu dengan ilmu. Kita bisa mengetahuinya jika kita benar-beanr membuka, membaca, dan mempelajari hadits-hadits Nabi. 

Saudaramu…

Abu Muhammad Al-‘Ashri

About these ads

Filed under: Hukum Islam, ,

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

My Twitter

Copyright

“Aku akan merasa bahagia, jika semua orang mempelajari ilmu ini, dan sama sekali tidak menyandarkannya padaku.” -Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i-

Milis Sunni Homeschooling

YM: ginanjar.indrajati

Perhatikan Temanmu

صديقي من صادقني لا من صدقني وعليك بمن ينظر الإفلاس والإبلاس وإياك من يقول لا باس لا باس. Teman baikku adalah orang yang jujur kepadaku, bukan orang yang suka membenarkanku. Bertemanlah dengan orang yang mengingatkan akan kerugian-kerugian. Dan hati-hatilah terhadap orang yang suka mengatakan: Tidak mengapa… Tidak mengapa…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 150 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: