Catatan Harianku

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu?


[Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook: bagian I]

alashree.wordpress.com

Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

.

Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. ‘Kan kita jumpai pula indahnya penjagaan diri mereka dari aib dan maksiat. Merekalah orang-orang yang paling bersegera menjauhi maksiat. Bahkan, sangat menjauh dari sarana dan sebab-sebab yang mendorong kepada perbuatan maksiat.

Bila kita membaca kehidupan anak-anak atau para remaja di masa salaf, niscaya kita dapati mereka adalah darah-darah muda yang tampak kecintaannya terhadap din, semangatnya dalam membela al-haq, dan sikap bencinya kepada perbuatan dosa. Maka, kita dapati mereka di usia muda, sudah memiliki hafalan Al-Qur’an, semangat yang besar untuk berjihad, dan kecerdasan yang menakjubkan.

Sebaliknya, sungguh sangat sedih hati ini. Tidakkah kita merasakan bahwa kaum muslimin saat ini terpuruk, terhina dan tidak berdaya di hadapan orang-orang kafir, padahal jumlah kita banyak? Lihatlah diri kita! Bandingkan diri kita dengan para pemuda di masa salaf! Akhi… saya, antum, kita semua pernah bermasiat. Namun, sampai kapan kita bermaksiat kepada-Nya?

.

Saya tidak mengharamkan antum berdakwah kepada wanita, karena Nabi pun berdakwah kepada wanita!

Saya pun tidak mengharamkan muslim atau muslimah memanfaatkan facebook, karena untuk mengharamkan sesuatu membutuhkan dalil.

Siapa yang melarangmu mendakwahi mereka akhi…?

Bahkan, dulu kumasih berprasangka baik padamu bahwa kau ‘kan dakwahi teman-teman lamamu, termasuk para wanita itu…

Namun, yang terjadi adalah sebagaimana yang kau tahu sendiri…

Tak perlu kutulis…

Karena kau pasti tahu sendiri…

.

Catat! Tak kubuka friendlist FB-mu karena aku tak mencari-cari aibmu…

Namun, tidakkah kau sadar bahwa FB itu sangat-sangat terbuka?

Hingga dirimu sendiri yang tak sadari…

Bahwa tingkah lakumu pada para akhwat itu,

Dapat dilihat kawan-kawanmu yang lain, termasuk diriku…

Yang inilah sebab yang mendorongku menorehkan pena dalam lembaran-lembaran ini…

Duh….

Betapa sering Allah menutupi aib seorang hamba…

Namun dirinyalah sendiri yang membongkar aibnya…

.

Ya Allah…

Kuadukan kesedihan hatiku ini hanya kepadaMu…

Hanya kepadaMulah kuserahkan hatiku…

Mudah-mudahan Kau mendengar doaku…

Dan Kau maafkan kesalahan kawan-kawanku itu…

Di samping ku terus berhadap agar Kau pun maafkan diriku…

.

Akhi…

Pernahkah kau baca firman Allah yang menyinggung “mata yang berkhianat”?

Baiklah, kita periksa kembali. Allah berfirman dalam surat Al-Mukmin: 19

يعلم خاينة الأعين

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat

Nah, apakah yang dimaksud dengan mata yang berkhianat itu? Akhi, sesungguhnya Al-Qur’an itu turun di masa para shahabat. Shahabat Nabilah yang paling mengerti makna Al-Qur’an karena mereka hidup bersama Nabi, langsung mendapat bimbingan dan pengarahan Nabi. Maka, kini kan kubawakan tafsir Ibnu Abbas, sebagai hadiahku untukmu.

Akhi ingat kan siapa Ibnu Abbas? Na’am! Dia adalah ahli tafsir dari kalangan shahabat Nabi. Kudapatkan tafsir ini dari Abul Faraj Al-Jauzy (Ibnul Jauzy), dalam kitab beliau,ذم الهوى. Ibnu Abbas berkata

الرجل يكون في القوم فتمر بهم المرأة فيريهم أنه يغض بصره عنها فإن رأى منهم غفلة نظر إليها فإن خاف أن يفطنوا إليه غض بصره وقد اطلع الله عز وجل من قلبه أنه يود أنه نظر إلى عورتها

“Seseorang berada di tengah banyak orang lalu seorang wanita melintasi mereka. Maka, ia memperlihatkan kepada kawan-kawannya bahwa IA MENAHAN PANDANGANNYA DARI WANITA TERSEBUT. Jika ia melihat mereka lengah, ia pandangi wanita tersebut. Dan jika ia khawatir kawan-kawannya memergokinya, ia menahan pandangannya. Padahal, Allah ‘azza wa jalla mengetahui isi hatinya bahwa ia ingin melihat aurat wanita tersebut .”

.

Camkan itu akhi…!

Kita sudah lama mengenal Islam…

Kita sudah lama ngaji…

Apakah seseorang yang sudah lama ngaji pantas seperti itu?

Inginkah akhi dikenal manusia sebagai pemuda yang shalih…

Yang senantisa menundukkan pandangan di alam nyata…

Namun kau berkhianat dengan matamu…

Kau tipu kawan-kawanmu yang berprasangka baik kepadamu…

Tidakkah ‘kau malu kepada Allah…

Yang melihatmu di kala tiada orang lain di sisimu selain laptopmu, komputer, atau HP-mu?

Yang dengan laptopmu kau bisa pandangi wanita sesuka hatimu…?

Yang komputermu  kau bisa sapai mereka sepuasmu..?

Yang HP-mu kau bisa berbincang-bincang dengan mereka sekehendakmu…?

.

Akhi…

Janganlah ‘kau marah padaku…

Marahlah pada Ibnu Abbas jika kau mau…

Karena dialah yang menjelaskan arti mata khianat kepadaku…

.

Akhi…

Jika kau malu bermaksiat di hadapan kawan-kawanmu, apalagi di hadapan para wanita itu…

Ketahuilah bahwa

قلة حيائك ممن على اليمين وعلى الشمال وأنت على الذنب أعظم من الذنب

Sedikitnya rasa malumu terhadap siapa yang berada di sebelah kanan dan sebelah kirimu, saat kamu melakukan dosa, itu lebih besar daripada dosa itu sendiri!

Eits… sebentar akhi, jangan marah dulu. Itu di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas! Silakan lihat di ذم الهوى halaman 181.

.

Akhi…

Apakah engkau masih sempat-sempanya tertawa, melempar senyum pada akhwat itu, meski sebatas:

simbol ^__^

atau kata-kata: xii…xiii..xii..,

atau: hiks..hiks…hiks…,

atau: hiii..hi..hi..,

atau: ha..ha..ha…,

atau: so sweet ukhti…,

atau sejenisnya yang kau tulis di wall-wall atau ruang komentar Facebook para akhwat itu!

Maka, Ketahuilah bahwa

وضحكك وأنت لا تدري ما الله صانع بك أعظم من الذنب

Tertawa saat kamu tidak tahu apa yang akan Allah perbuat terhadapmu, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI!”

dan juga

وفرحك بالذنب إذا ظفرت به أعظم من الذنب

Kegembiraanmu dengan dosa ketika kamu melakukannya, ITU LEBIH BESAR DARIPADA DOSA ITU SENDIRI”

Afwan akhi jika antum mulai emosi (semoga tidak). Jangan lihat saya karena dua kalimat di atas bukan ucapan saya, tetapi ucapan Ibnu Abbas pula, afwan.

.

Akhi…

Kalau antum masih bermudah-mudahan dalam berfacebook ria dengan para wanita itu,

Ketahuilah bahwa antum adalah pengecut!

Karena kalau kau berani, kau kan temui ayahnya dan kau pinang dirinya…

Kalaupun hartamu tidak mendorongmu untuk itu…

Kau tetap pengecut karena kau hanya “tunjukkan perhatian”…

Sementara kau tidak berani “maju melangkah”…

Jika kau mampu tahan pandanganmu dari “bunga-bunga” facebook itu, barulah kau ini seorang pemberani!

Sabar dulu akhi, jangan marah dulu. Siapa saya? Saya ini masih sama-sama belajar seperti antum, atau malah saya masih tergolong anak “baru ngaji”. Namun, mohon jikalau akhi menolak ucapan saya, perhatikanlah untaian kata yang dikutip Ibnul Jauzi di bawah ini..

ليس الشجاع الذي يحمي مطيته … يوم النزال ونار الحرب تشتعل

لكن فتى غض طرفا أو ثنى بصرا … عن الحرام فذاك الفارس البطل

Pemberani bukanlah orang yang melindungi tunggangannya

Pada saat peperangan, ketika api berkobar

Akan tetapi, pemuda yang menahan padangannya dari yang diharamkan

Itulah prajurit yang ksatria!


Akhi…

Sekali lagi, kalau kau tersinggung dengan ucapanku. Mohon janganlah kau lihat siapa saya, kawanmu ini. Saya tidak ada apa-apanya. Namun, sekali lagi, kumohon lihatlah siapa orang yang perkataannya kuhadirkan padamu. Salaf memberi nasehat kepada kita dengan untaian katanya di bawah ini:

فتفهم يا أخي ما أوصيك به إنما بصرك نعمة من الله عليك فلا تعصه بنعمه وعامله بغضه عن الحرام تربح واحذر أن تكون العقوبة سلب تلك النعمة وكل زمن الجهاد في الغض لخطة فإن فعلت نلت الخير الجزيل وسلمت من الشر الطويل

“Pahamilah wahai saudaraku apa yang aku pesankan kepadamu…

Penglihatanmu tidak lain adalah nikmat dari Allah atasmu…

Janganlah mendurhakai-Nya dengan menggunakan nikmat-Nya….

Perlakukanlah penglihatan tersebut dengan menahannya dari yang haram,

Maka kamu beruntung.

Jangan sampai engkau mendapat sangsi berupa hilangnya kenikmatan itu.

Waktu berjihad untuk menahan pandangan adalah sejenak.

Jika kau melakukannya, kau ‘kan dapatkan kebaikan yang banyak,

dan selamat dari keburukan yang panjang.”

[lihat ذم الهوى , karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي, hal. 143 ]

Akhi…

Sekali lagi, demi Allah, saya tidak melarangmu untuk berdakwah, termasuk dakwah kepada wanita. Sudah kuterangkan di atas bahwa Nabi pun berdakwah kepada wanita.

Namun, wahai akhi…

Antum memiliki kewajiban yang besar sebelum antum berdakwah, yaitu ilmu! Sudahkah kita berdakwah dengan ilmu? Akhi ini kutujukan pula untuk diriku: Manakah waktu yang lebih banyak kita habiskan? Mendakwahi wanita itu, atau waktu kita dalam mengikuti majelis ilmu? Silakan kita jawab sendiri.

.

Akhi…

Laki-laki memang tidak dilarang bahkan bisa diwajibkan mendakwahi wanita, sebagaimana yang Nabi dan para shahabat lakukan…

Namun, mendakwahi mereka tidak harus lewat facebook kan? Antum bisa membuat blog/webiste yang dari situ antum bisa menulis risalah. Antum bahkan bisa berbicara di alam nyata jika diperlukan, selama tidak ada khalwat. Namun, tidakkah kita ingat bahwa para shahabat menimba ilmu dari istri Nabi tidak berhadapan langsung, tetapi di balik tabir?

Jika ingin berdakwah, antum bisa menukilkan artikel bermanfaat, lalau kau cantumkan di facebookmu.. Antum juga bisa membuat page, atau grup yang dengannya kau bisa kirimkan artikel kepada kaum muslimin atau muslimah sehingga bisa membaca nasehatmu. Itu saja! Lalu kau log-out dari FB. Selesai kan? TANPA KITA HARUS MELIHAT-LIHAT LAWAN JENIS dan berbincang-bincang dengannya.

Akhi… di saat antum akan mendakwahi wanita, di saat itu pula antum harus menjaga diri antum untuk jauh.. menjauh sejauh-jauhnya dari pintu fitnah!

Tidak ingatkah akhi bahwa para shahabat ketika ingin menimba ilmu kepada para istri nabi, mereka lakukan di balik tabir? Di balik tabir akhi…! Bukan melihat wajah-wajah wanita yang kau add di facebookmu itu!

.

Akhi…

Jangan kau anggap ini kaku. Kalau akhi tidak percaya. Silakan periksa sendiri. Demi Allah, silakan periksa sendiri para akhwat teman-teman lama antum ketika di SLTP / SMU dulu, termasuk di kampusmu  yang kau add di FB-mu.

Berapa di antara mereka yang menerima nasehatmu dalam praktik yang nyata?

Hingga para akhwat tersebut memakai hijabnya…

Menutupi wajahnya dari pandanganmu…

Meninggalkan maksiat-maksiat karena menrima nasehatmu..

Atau akhwat-akhwat itu hanya katakan,

“Subhanallah akhi…,

bagus sekali nasehatnya….,

izin share ya….

Saya di-tag dong…

Kok ana tidak di-tag akhi…?

Makasih ya bang telah di-tag…

Jangan bosan-bosan nasehatin ana…”


Bah! Jangan terburu-buru kau biarkan hatimu berbunga-bunga dengan kata-kata di atas akhi, karena

و خلق الإنسان ضعيفا

“Manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah”

(Q.S. An-Nisa’: 28)

maka ingatlah bahwa jika akhwat itu bisa berkata-kata lembut kepadamu, padahal dia bukan istrimu, tentu dia pun akan bersikap demikian pada laki-laki lain, selain dirimu!

أفق يا فؤادي من غرامك واستمع … مقالة محزون عليك شفيق

علقت فتاة قلبها متعلق … بغيرك فاستوثقت غير وثيق

Sadarlah wahai hati dari kasmaranmu, dan dengarkan!

Ucapan kesedihan dan kasihan kepadamu…

Kamu terpikat dengan gadis yang hatinya terpikat dengan selainmu!

.

Akhi….

Sebelum kau terpukau dengan gaya bahasa para akhwat itu, ingatlah bahwa  Nabi memberikan peringatan kepada kita

ما تركت بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

”Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki ketimbang wanita”

[ H.R Bukhari dan Muslim ]

.

Akhi…

Apakah kau tidak merasakan kesedihan sebagaimana yang kurasakan? Akhi… Bagaimana mata ini tidak mengalir di saat kita baca pesan istri Nabi, Aisyah, berkata,

لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء اليوم لنهاهن عن الخروج أو حرم عليهن الخروج

“Seandainya Rasulullah melihat apa yang diperbuat kaum wanita pada hari ini, niscaya beliau melarang mereka keluar rumah atau mengharamkan mereka keluar rumah

[lihat beserta sanadnya di  ذم الهوى , karya أبو الفرج عبد الرحمن بن أبي الحسن الجوزي, hal. 154][1]

Ya.. Allah, ‘afallahu ‘anhunna

.

Akhi… Kapan Aisyah (radhiyallahu ‘anha) mengatakan demikian? Kapan…? Kapan…? Lebih dari seribu tahun yang lalu, akhi, di saat Islam masih di puncak kejayaannya, di saat para shahabat yang menerima langsung pengajaran nabi masih hidup.

.

Duhai Ibunda, Aisyah….

Kau katakan demikian…

di kala Nabi belum lama wafat meninggalkan dirimu…

di kala para shahabat terbaik masih hidup di antaramu..

Kau katakan demikian…

di kala para wanita masih tutupi dirinya dengan hijab kemuliaan

Aku tahu tak tahu apa yang ‘kan kau katakan…

Jika kau hidup di masa kami…

Di saat kami tenggelam dalam kotornya dunia…

Di saat manusia menghiasi dirinya dengan tipisnya rasa malu…

Di saat kaum wanita ceburkan dirinya dalam alam tabu…

.

Maka, demikian pula Engkau wahai saudariku muslimah! Jikalau tulisan ini sampai kepadamu, mengapa tidak kau katakan kepada kami, para laki-laki, suatu ucapan yang kami justru bangga mendengarnya jika kau ucapkan:

إليك عني! إليك عني! … فلست منك و لست مني

Menjauhlah kau dariku…! Menjauhlah kau dariku…!

Karna aku bukan milikmu…

Dan kau pun bukan bagian dari ku…

Ya ukhti…

Mengapa mau add, atau kau terima permintaan pertemanan facebook dengan para laki-laki, sementara ia bukan milikmu?

Belumkah kau ketahui tahu bahwa

إن الرجال الناظرين إلى النساء

مثل السباع تطوف باللحمان

إن لم تصن تلك اللحوم أسودها

أكلت بلا عوض و لا أثمان

Laki-laki ketika melihat wanita…

Seperti bintang buas ketika melihat daging…

Jika daging-daging itu tidak disimpan dengan rapi…

Ia ‘kan dibabat tanpa konpensasi apapun dan tanpa harga…

.

Ya ukhti…

Belumkah sampai kepadamu pesan Nabi kita?

يا معشر النساء تصدقن وأكثرن الاستغفار فإني رأيتكن أكثر أهل النار

Wahai kaum wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar! Sesungguhnya aku melihat kalian sebagai penghuni mayoritas di neraka.

(H.R. Muslim: 132)

Wahai ukhti…

Tidakkah kau ingat bahwa kau pun diperintah untuk menahan pandanganmu?

وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن ولا يبدين زينتهن إلا ما ظهر منها وليضربن بخمرهن على جيوبهن

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka! Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka! Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka!”

(Q.S. An-Nuur: 31)

—bersambung—

Ahad, 14/11/1430 – 1 November 2009

Ba’da shuhuh yang cerah di Masjid Al-‘Ashri,

Menjelang dimulainya kajian kitab Al-Irsyad ila Shahihil I’tiqad

.

CATATAN KAKI:


[1] Terdapat riwayat dari Aisyah yang mirip dengan atsar di atas, yaitu dalam shahih Muslim (cetakan دار إحياء التراث العربي – بيروت Juz I, hal. 445, hadits nomor 144):

 

عن عمرة بنت عبدالرحمن أنها سمعت عائشة زوج النبي صلى الله عليه وسلم تقول

: لو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم رأى ما أحدث النساء لمنعهن المسجد كما منعت نساء بني إسرائيل قال فقلت لعمرة أنساء بني إسرائيل منعن المسجد ؟ قالت نعم

lihat pula lafadz ini dalam :

  1. Musnad Ahmad bin Hambal (cetakan مؤسسة قرطبة – القاهرة ) Juz VI, hal. 193, hadits nomor 25.651
  2. Musnad Ishaq bin Rahwiyah (cetakan  مكتبة الإيمان – المدينة المنورة), Juz II, hal. 148, hadits nomor 639; dan Juz II, hal. 426, hadits nomor 897.

About these ads

Filed under: Nasehat, , , , , , , ,

169 Responses

  1. joni (abu hamzah) mengatakan:

    ya allah ampuni dosa2 ku………
    ana akan hapus ahwat…………yang ku add
    kecuali keluarga ku untuk komunikasi aja
    terima kasih ustad ………….. atas artikelnya
    semoga ini bermanfaat untuk ana dan temn2 ana

  2. بارك الله فيك و أحبك في الله

  3. Hamba Alloh mengatakan:

    Bismillaah…

    Jazaakallohu khoyron atas ilmunya.
    Saya Akhowat. Sejujurnya niat saya ber-Facebook adalah untuk BELAJAR, menjalin ukhuwah, dan mencari jaringan bisnis. Saya banyak belajar tentang agama (dan beberapa ilmu lainnya) dari teman-teman semua (baik dari status, Notes, maupun komen-komen yang ada). Begitu interaktif dan langsung mendapat jawaban. Membuka wawasan untuk memahami sudut pandang yang berbeda, yang seringkali hal itu tidak saya temui di BLOG-BLOG PRIBADI.

    ‘Afwan, saya tidak menentang atau menolak tulisan Akhi. Itu ulasan/ungkapan/renungan yang sangat bagus. Dan saat ini saya masih merenung… jika semua kontak ikhwan yang ada di list saya hapus… kemana saya harus mencari/bertanya/mempelajari ilmu yang lebih dalam lagi?

  4. Prasetyo Muchlas mengatakan:

    Assalamu’alaikum wa rohmatulloh wa barokatuh
    Jazakallohu khoiron atas tulisannya, sungguh agama itu nasihat..

  5. Abu Yazid Arriandhana mengatakan:

    Jazakallahu khoiron,
    Ada alternatif lain agar tetap terkonek dengan “mereka” tanpa melihat “bunga bunga FB” itu.
    =Untuk mozilla firefox untuk akses FB.
    Klik “tools” (muncul dropdown)
    klik option (muncul dialog box)
    lalu klik tab “content”.
    di bagian “Load image automatically” klik “exception”. Masukan http://www.facebook.com lalu klik block.
    Sejak antum lakukan itu semua gambar dari FB tidak akan muncul.
    saran ana, hindari simbol2 dan teks yang mudah mengguncang hatimu.
    *sementara ana pilih jalan ini, mohon koreksi jika ini masih salah* di internet sulit menghindari gambar wanita karena tetap saja iklan dari pemilik situs ini menggunakan “mereka”. Atau pergi jauh2 dari FB ?

  6. ummu rufaidah mengatakan:

    Assalamu”alaykum Warahmatullohi Wabarakatuh
    Afwan…bolehkah ana cofy nasehat diatas untuk disebarkan kepada teman-teman akhwat ana?
    Jazakallohu Khairon katsiir.

  7. Abu Rayhan mengatakan:

    Jazakallah khair ustad… atas nasehatnya..
    tp bagaimana kalo akhwat yg kita add tidak memakai fotonya hanya berupa gambar bunga dll. ana mode off kan aja ruang chattnya? Jazakallah khair..

  8. imam alfaruq mengatakan:

    astaghfirullah..hal ‘azim..
    ustadz, mengapa diri ini masih lemah…?
    komunikasi jarak jauh masih saya butuhkan ustadz, karena kami punya urusan trans region. undip, ugm, ui, uns, ums dll. ikhwan akhwat ada di masing2 kampus n di fb inilah salah satu wadah yang murah untuk berkomunikasi, semisal suro’ dll, mohon masukan dan saran ustadz, syukron jazilan

  9. hendra mengatakan:

    tolong ya akhi…
    kita ini hidup bersosialisasi!
    semua orang punya pandangan sendiri2
    iya sih memang benar apa yang antum katakan,
    tapi gimana ya kok susah banget..
    udah pernah hidup di zaman purba ya? kok bisa bilang kayak gitu
    wah salut aku…
    ditunggu sambungannya.
    semoga lebih bermanfaat lagi.

    catatan penting “jangan su’udzon sama temen2 antum, mungkin mereka punya pandangan lain yang tidak diketahui oleh antum. pendekatan dakwahnya kan juga beda..”
    matur nuwun yo..

    ngefans blog ini banget..!!!

  10. hendra mengatakan:

    perlu dicamkan “MEmberitahu orang dari tidak tahu menjadi tahu apa salah????”
    hargain lah niatnya untuk berdakwah!!!
    perkara nanti ada penyimpagan2 kaya’ gitu ya tergantung orangnya!!
    toh orang itu tdk terbebas dari maksiat..!!!!
    JANGAN EGOIS!!!!
    Coba deh 1 bulan, antum nyoba tinggal di jamil atau binbaz atau pesantren2 lain yang bener2 mempraktikkan kata2 antum.

    COBA DULU, Jangan terlalu Kaku..

  11. hendra mengatakan:

    memang benar , hasilnya temen2 wanita itu tidak langsung misalnya berhijab syar’i atau yang lainnya. ITU BUTTUH PROSES dan WAKTU. Siapa tahu dengan mereka membaca sedikit ilmu yang kita tuliskan di status atau note mereka jadi tahu, bukan tidak tahu sama sekali.
    ‘afwan ya..
    gue suka gaya loe.^_^

  12. hendra mengatakan:

    so sweet akhi…^_^

  13. Sunaryo mengatakan:

    Assalamu’alaikumwarahmatulloh.Ijin share ya akh?

  14. # Hamba Allah

    => Sebaik-baik guru bagi wanita adalah ayahnya. Setelah itu (Setelah menikah) sebaik-baik guru bagi wanita adalah suaminya.

    => Sebenarnya, yang saya kritisi bukan pada dakwah muslim kepada muslimah, atau sebaliknya. Bukankah saya sudah tuliskan di atas bahwa Nabi pun berdakwah kepada wanita, dan shahabat pun menimba ilmu kepada ‘Aisyah?”

    => Hal yang mendorong saya tulis risalah ini adalah mulainya manusia bermudah-mudahan dalam ber-facebook, khususnya dalam berkomunikasi dengan lawan jenis. Catat: bukan dakwah kepada lawan jenis, yang salah satunya dengan sarana FB yang saya kritisi, namun munculnya fenomena mulai bermudah-mudahnnya saling berkomunikasi antar lawan jenis yang saya kritisi, termasuk mulai hilangnya rasa cemburu dalam hati-hati mareka.

    => Sekarang, saya tanya kepada Ibu (baarakallah fiik)

    “Kalau suami ibu banyak berkomunikasi dengan wanita lain selain Anda, apakah Anda tidak cemburu?”

    Kalau Anda tidak cemburu, INILAH MUSIBAH. Insya Allah, jika dimudahkan Allah, akan saya turunkan risalah tentang “Cemburu: Sifat Mulia yang Dilupakan”

  15. @ Hendra

    لو كنت تعلم ما أقول عذرتني

    أو كنت أعلم ما تقولو عذلتكا

    لكن جهلت مقالتي فعذلتني

    Andai ‘kau paham apa yang kuucapkan,
    Niscaya ‘kau ‘kan maafkan diriku…

    Atau ‘ku tahu ucapanmu,
    Maka ‘ku kritik dirimu…

    Namun, ‘kau ‘tak pahami untaian kataku,
    Hingga ‘kau cela diriku…

    Komentar-komentar antum akan saya sanggah dengan qoul salaf (artikel lanjutan). Aduhai, seandainya kau bantah aku dengan qoul salaf pula…

    Saya ingatkan antum pada ucapan antum: udah pernah hidup di zaman purba ya? kok bisa bilang kayak gitu
    => ittaqillah ya akhi… Semua ucapan kita akan dimintai pertanggungjawabannya!

    Saya ingin sampaikan kata terakhir bahwa Al-Jazaa’u min jinsi al-‘amal. Kalau target antum dapat “bunga” yang bermudah-mudahan dengan antum yang bukan mahramnya di FB, saya khawatir kau pun dapat “bunga” yang serupa, yaitu wanita yang bermudah-mudahan berkomunikasi dengan laki-laki selain antum.

  16. Akhina Ifa mengatakan:

    Syukran jazakumullahu Khairan

  17. @ Hendra

    kata antum:

    “Coba deh 1 bulan, antum nyoba tinggal di jamil atau binbaz atau pesantren2 lain yang bener2 mempraktikkan kata2 antum.”

    Saya jawab: Kita semua pernah bermaksiat akhii… Namun, apakah kita ‘kan terus menerus bermaksiat kepada-Nya setelah datang dari kita dalil dan nasehat ulama? Jangan lihat saya akhi, lihat siapa yang perkataannya saya nukilkan (baarakallah fiik).
    Dan yang pasti, jika yang kau katakan di atas benar (sekali lagi jika benar), saya katakan: Pesantren x, pesantren Y, ustadz x, ustadz Y, atau bahkan syaikh pun SEMUANYA BUKAN DALIL!!! Karena dalil adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah.

    Duh, seandainya kau bantah diriku dengan nukilkan kalamullah dan pesan Nabi-nya yang mulia…

    Afwan akhi! Saya tulis ini sudah tahu resikonya, yang munmgkin kan dicela kawan-kawannya sendiri ! Namun, tidakkah kau ingat bahwa

    إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوُا الْمُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوا أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّهُ بِعِقَابِهِ
    “Sesungguhnya manusia apabila mereka melihat kemungkaran kemudian mereka tidak mengubahnya, nyaris Allah meratakan adzab-Nya kepada mereka” [ H.R Ahmad ]

    Silakan sanggah saya akhi, dengan catatan: BAWAKAN DALIL AKHI….. BUKAN RA’YU ANTUM SEMATA!
    Baarakallah fiik….

  18. AbuNajwa mengatakan:

    Assalamualaikum…
    Salam kenal
    Terima kasih, artikelnya sangat bagus. Ana tunggu lanjutannya.
    Wassalam…

  19. Brayan mengatakan:

    Jazaakallahu khairan,,,
    Khoirun naasi anfa’uhum linnaas.

  20. ganden mengatakan:

    Yang jelas, sebaiknya para akhwat jgan terlalu narsis lah…he..hehe..bagaimanapun pria itu mudah tergoda, Harta, jabatan, wanita….emhh….dan ternyata byk yg lolos dengan harta dan jabatan tetapi tergoda oleh wanita… yah lebih baik kalo ada ahwat yag cantik, jgn diperlihatkan…buktinya pasti banyak komen…. nah…lho

  21. Abu Yazid Arriandhana mengatakan:

    @Al Akh أبو محمد العصري : kini ku tahu maxudmu. Insya Allah kutunaikan maxud-mu walaupun BELUM dengan menghapus mereka..ingatkan aku terus wahai ikhwah fillah.
    Jazakallahu khoiron

  22. @ Abu Yazid

    Seorang muslim itu memang saling nasehat-menasehati dalam kebaikan.

  23. @ Hamba Allah dan Segenap pembaca

    => Yang saya kritisi: bukan dalam hal dakwah muslim kepada muslimah, atau sebaliknya. bukan pula dalam hal perniagaan yang memungkinkan dalam kondisi tertentu untuk berinteraksi dengaan lawan jenis. Bukan ini yang saya kritisi

    => Saya juga tidak mengharamkan seorang muslim/muslimah memanfaatkan facebook….
    Khusus untuk Ibu Hamba Allah: bahkan saya tidak bisa mengingkari bila muslimah memiliki usaha bisnis, yang mengharuskan memiliki banyak relasi bisnis, DENGAN CATATAN: Tetap menjaga batasan-batasan syar’i.

    => Yang saya kritisi adalah: sikap mulai “bermudah-mudahan” dlam berinteraksi dengan lawan jenis sampai pada batas “tidak ada hajah“. Dan tambahan keterangan: bagi ikhwan/ustadz yang ingin berdakwah agar tetap ingat nasehat salaf terhadap fitnah wanita (qoul2 salaf ini akan saya tuliskan beberapa waktu mendatang).

  24. Senda mengatakan:

    Saya cukup kaget mendapatkan email dari group FB Penulis Muslim. Tulisan ini anda sebenarnya memiliki makna yang baik karena anda menyampaikan banyak kebenaran. Saya salut dengan tulisan anda, meski cara penyampaian anda yang mungkin salah.

    Anda memang tidak mengharamkan FB, tetapi judul anda cukup memprovokasi orang lain untuk berpikir anda orang yang tidak toleran dengan keadaan. Saran saya sebaiknya anda membuat sebuah judul yang lebih mengajak bukan menakut-nakuti.

    Saya hanya seorang biasa yang mungkin ilmunya jauh di bawah akhi, tulisan saya di http://www.motivasihxxxxxxxx mungkin tidak bisa dibandingkan dengan akhi. But sebagai sesama muslim saya merasa keberatan dengan hal-hal yang dijelaskan. Karena selama ini saya menggunakan medium FB untuk memperluas tali silahturahmi, dengan FB saya memiliki sebuah grup bernama Komunitas Baca Buku yang alhamdulillah bermanfaat untuk orang banyak. Saya juga memiliki banyak teman akhwat di friendlist saya setelah KBB terbentuk. Namun selama ini tidak ada pemikiran dari saya untuk membuat FB sebagai medium zinah.

    Semua bergantung pada masing-masing orang saudaraku. Maka ada baiknya pesan akhi di rubah judulnya agar dakwah akhi menunjuk semua orang.

    Saya selalu meyakini sebuah kebaikan dan ketulusan akan diterima dengan mudah ketika kita benar menyampaikannya. Kurang lebihnya mohon maaf karena kesalahan terbesar jelas ada diri saya pribadi dan yang benar hanya Allah semata.

  25. Abu Ayyub mengatakan:

    setuju ustad..semua memang kembali kepada niat awal kita. tapi sejalan seiringnya waktu, syaithon pasti menggoda insan yg lemah ini..sedalam apapun ilmu yang kita miliki, sekuat apapun iman yang kita miliki, tidak akan ada manfaatnya tanpa perlindungan Allah Ta’ala. Sungguh hati kita ini berada diantara jari-jari Ar-Rahman, yang dengan kehendakNya Allah akan memberi petunjuk atau menyesatkan seorang hamba.. Lantas bagaimana agar kita senantiasa mendapat perlindungan Allah? maka kita wajib menjalankan segala kewajiban yg diperintahkan Allah, serta menjauhi perkara2 yang telah dilaarangNya.. Marilah kita senantiasa memohan perlindungan dari Allah dari kelalaian yang kecil, akan tetapi memiliki akibat yang besar ini.. at least ana mau mengucapkan Jazaakallahu khairan kepada ustad ataas nasihat yang sangat bermanfaat ini..

  26. # Senda -baarakallah fiik-

    Saya tidak ingin mengubah judul di atas

    agar manusia tidak bermudah-mudahan meng-add lawan jenis, kecuali kepada istri/suaminya sendiri.

  27. @ Abu Ayyub

    Jangan panggil saya ustadz. Panggil “akh” saja. Saya ini belum lama belajar Islam, mulai intensif beberapa waktu lalu di awal mulai kuliah. Masih sangat jauh dari sebutan ustadz…

  28. hendra mengatakan:

    Bismillah…
    Puisi yang kemarin antum kasih kayanya liriknya kurang, ini ana bikin lanjutannya. ana sempet copas puisi antum ini ke web ana jadinya tahu kalau ada yang kurang. ana tahu maksud antum…
    Barakallohufik..

    لو كنت تعلم ما أقول عذرتني

    أو كنت أعلم ما تقولو عذلتكا

    لكن جهلت مقالتي فعذلتني

    و علمت أنك جاهل فعذرتك

    Andai ‘kau paham apa yang kuucapkan,
    Niscaya ‘kau ‘kan maafkan diriku…

    Atau ‘ku tahu ucapanmu,
    Maka ‘ku kritik dirimu…

    Namun, ‘kau ‘tak pahami untaian kataku,
    Hingga ‘kau cela diriku…

    Dan ‘ku tahu dikau bodoh,
    Maka ‘ku maafkan dirimu…..!

    [Puisi Khalid bin Ahmad Al-Farahidi, ahli nahwu pencetus ilmu ‘arudh. Lihat syair ini di kitab الوافي و الوفيات , halaman 1884 dan kitab مجمع الحكم و الأمثال, keduanya via software المكتبة الشاملة]

    dikutip dari alashree.wordpress.com

    iya,mungkin dalam hal ini ana tidak paham dan bodoh sehingga tidak paham dengan yang antum ucapkan dan tuliskan.
    ‘Afwan….

    Tapi memang kita ini harus bersosialisasi, tapi tidak boleh bermudah-mudahan…

    semoga Alloh beri taufik..
    Amin..

  29. Yaa..ya.., pak dhe…

    Kalau mau lanjut diskusinya, kita ketemuan langsung saja ya… Biar tidak dikira kita ini sedang “perang“. Masalahnya banyak orang belum terbiasa diskusi ilmiah seperti yang kita lakukan sehari-hari, makanya sampai ada orang kira ana ini tahdzir antum. ^_^
    Aneh-aneh saja (terkadang) pandangan orang itu…

    Sampai ada temen yang meminta maafkan antum… waduh…waduh…

    NOTES: Saya memang tidak kutip penggalan syair Khalid Al-Farahidi di atas, karena saya tidak katakan antum bodoh, syeh…^__^
    Penekanan saya pada “antum ini tak pahami maksudku…” bukan pada “antum ini bodoh, maka kumaafkan kau”…

    Dan ketika tulis risalah “facebook” itu, saya ini tidak memikirkan antum, syeh! Perlu diketahui bahwa salah satu sebab pendorong saya menulis risalah itu karena adanya saran dari pembaca muslimah yang risih dengan sikap sebagian laki-laki di FB.”

    Dan saya posting malam-malam, karena Ustadz Aris jauh-jauh datang dari rumah beliau di malam hari ke tempat ana hanya untuk serahkan hasil muraja’ah beliau terhadap risalah ana. Maka, malam itu juga ana posting! Lha bagaimana tidak malu? Padahal, seharusnya kitalah, yang murid ini yang mendatangi gurunya…

  30. ejajufri mengatakan:

    ^_^

  31. wahyu, ikhwan mengatakan:

    bismillah…
    Komentar saya: sebaiknya para pembaca mau menyimak artikel ini dengan detail, jangan digunakan metode membaca scanning, karena akan menimbulkan salah pemaknaan.
    Artikel diatas sangat cocok untuk teman-teman ikhwan yang ingin hijrah dari masa lalunya yang banyak terseret fitnah. Karena hal itu saya rasakan sendiri, sy termasuk masih baru dalam hal mengikuti kajian, seandainya saja, ada lawan jenis yang ngajak chat, pasti akan terpengaruh… setelah itu baru sadar bahwa virus fitnah sudah masuk ke hati. Ternyata, dua hari setelah sy hapus account lawan jenis dari FB, manfaatnya terasa, tidak ada lagi orang yang comment di accountku yang mengandung virus fitnah ke dalam hati.
    Awalnya sy mempunyai visi untuk menyebarkan ilmu syar’i kpd tmn2 smua yang ada di friendlist, termasuk akhwat… tapi wallohu a’lam, apakah yg sy lakukan sudah berhasil ato tidak, ato bahkan malah hati ini menjadi berpenyakit.

    Kepada para akhwat, sy pesankan untuk antunna mengikuti group-group bermanfaat yang memberikan artikel-artikel bagus, ato account dari ikhwan yang benar-benar bisa menjaga dirinya dari fitnah. Janganlah kau add orang-orang semacam sy, yang baru belajar Islam. Karena hati ini masih mudah terkena penyakit.
    Ingatlah, setan tidak akan langsung menjerumuskanmu dalam perbuatan keji, tapi dia akan menyeretmu melalui cara yang halus, dan kadang akan dihiasi oleh dalil-dalil yang diselewengkan maknanya……

    Jazakumullohu khoyron kpd akh Abu Muhammad Al ‘Ashri yang sudah memposting artikel ini.

  32. hendra mengatakan:

    Diskusi ilmiah yang kita lakukan sehari-hari????????
    maskudnya bagaimana ya akh????

    ana tidak pernah bertemu dengan antum, ana juga tidak tahu maksud antum yang manggil ana pakdhe??? syekh????

    kenal saja tidak, apa kita memang cepat akrab ya akh???
    ana kenalkan saja agar lebih akrab dan tidak menimbulkan fitnah yang ana kira nama ana sama seperti teman antum ya?
    ana hendra,ana penggemar blog antum karena ana rasa blognya sangat ilmiah dan bagus.
    Jazakalloh Khoir Katsir..

  33. hendra mengatakan:

    ‘Afwan, ana juga baru ngaji akh, jadi ana ngomongnya sembarangan…

    ‘afwan ya

  34. fes buk mengatakan:

    nice post jat, klo bisa antum segera selesaikan lanjutannya. ini emang fenomena yg makin memprihatinkan…

  35. dildaar80 mengatakan:

    jazakumullah..bagus…

  36. Yasir mengatakan:

    Ana khawatir sekali, mereka yang susah menghapus akhwat dari friendlist, telah terkena bujuk rayu syaithon. Banyak sekali alasan-alasan yang akan tertampik dengan sendirinya kalau kita melihat bagaimana kehidupan para Salaf dalam berkomunikasi dengan akhwat. Sangat terbatas!!
    Dulu ana pun merasa seperti itu, kalau ana hapus, bagaimana dakwah pada mereka?? Ana rasa itu hanya rasa cemas yang datangnya dari syaithon.
    Menikahlah! Biarlah istri antum yang menggantikan antum berdakwah pada para akhwat.
    (Bukan berarti ana sudah menikah, ana belum menikah koq, semoga ALLOH memudahkannya.

  37. @ Hendra – بارك الله فيك –

    Beda orang berarti ^__^
    Saya kira hendra yang suka diskusi dengan saya…^__^

  38. @ Light of The Moon

    => Tentu saja, sesuai dengan dugaan Anda, “Komentar Anda pasti saya hapus”
    Mohon gunakan nama asli. Saya tidak suka tipikal orang yang “main belakangan”, kecuali jika Anda bukan laki-laki.

  39. Adam Kurniawan mengatakan:

    Info yang mantab sob.
    Ditunggu kunjungan baliknya ya sob!
    Plus kasi komen ya, biar impas, hehehe!

  40. @ Adam – بارك الله فيك –

    Baarakallah fiik…
    Insya Allah saya akan berkunjung, sekarang juga….

  41. ana miftah mengatakan:

    Jazakallah khairan ustadz..
    ana jadi tersadarkan….

  42. Picture of berau mengatakan:

    sebaiknya memang akhwat tidak menampakkan foto-nya secara jelas di account FB mereka

  43. @ Ana Miftah – بارك الله فيك –

    Mohon jangan panggil saya Ustadz. Saya masih thalabul ‘ilmi. Mulai intens mempelajari dien baru beberapa saat yang lalu, di awal kuliah. Masih sangat jauh dari sebutan ustadz. Panggil akh (saudara) saja…

  44. ibnu fauzy mengatakan:

    Assalamu ‘alaikum..
    benar-benar malu, jika kita membaca artikel ini..
    ternyata hati kita masih lemah..
    teruskan untuk saling menasihati.. salam kenal

  45. sekaralit mengatakan:

    hmm…gt y kkak..
    prnah trlontar dr lisan teman saya: FB memang haram!

  46. dika mengatakan:

    bismillah,

    as salamu ‘alaika wa rohmatullahi wa barokatuh

    akh jati -semoga Allah mengkokohkannya di dalam menetapi jalan kebenaran-, ana izin intik mengkopi artikel ini.

    bila diizinkan, ana akan menampilkannya -bi idznillah- di milis an nashihah. sebuah milis yang diasuh oleh ustadzuna dzulqornain -hafizhohullahu ta’ala- bersama asatidzah lainnya-

    semoga hal ini bermanfaat bagi salafiyyun pengguna facebook -insyaallah-

    jazakallahu khoir

  47. @ Dika بارك الله فيك –

    و عليكم السلام و رحمة الله و بركاته

    Antum ini Dika alias Andikram yang dulu bersama saya ikut daurah Tauhid itu ya? Benar / tidak ya..?
    Kalau tidak salah ingat, saya pernah lihat pertanyaan tentang seputar pergaulan antar lawan jenis di facebook yang ditanyakan kepada Ustadz Dzulqornain -حفظ الله- di milis An-Nashihah (kalau tidak salah ingat), namun saya belum dapat jawaban/penjelasannya.

    ‘ala kulli haal, silakan saja akhi… kalau akan dicopy.

    Oh ya, kalau antum benar andikram, saya minta nomor HP-nya ya… Tolong dikirim ke ginanjar_i_b@yahoo.co.id (tidak ditulis di sini)

    و السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

  48. @ Sekaralit – بارك الله فيك –

    “Jika” facebook digunakan untuk melakukan perbuatan haram, seperti memandangi lawan jenis, menulis kata-kata kotor di wall, dan segala perbuatan maksiat lainnya, berarti memanfaat facebook jelas haram.

  49. Fandi Satia Engge mengatakan:

    جزاك الله خيرا يا اخي

    أنا مجرد قراءة بقية هذا اليوم وبقية كانت أفضل من المواد الموجودة على فيسبوك

    انتظر بقية

  50. noor mengatakan:

    inilah dinamika hidup yang berpulang pada usaha dalam menjaga niat dan pentingnya saling mengingatkan. control control and control. feedback eror dalam setiap langkah seiring dengan waktu yang terus berjalan agar output yang dihasilkan tetap berada pada batas-batas yang diijinkan. and always remember that everything is under Alloh control, so pray everytime..

  51. dika mengatakan:

    bismillah,

    akh jati -barokallahu fiik-, alhamdullilah untuk permasalahan facebook ini, beliau -ustadz zdulqornain hafizhohullahu- telah memberikan nasehat yang indah pada saat sesi tanya jawab di dalam muhadhoroh beliau hari ini membahas kutaib i’tiqod al imam abu hatim & al imam abu zur’ah dan selayaknya bagi para salafiyyin yang menggunakan fasilitas facebook ini mendengarkan nasehat beliau.

    alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihat..

  52. @ Dika

    Ya, artinya tidak di milis. Jawaban beliau tentang facebook pernah ditranskrip salah satu ikhwan, dan saya sudah baca. jawaban beliau masih jawaban dengan kaidah umum. Begitulah akhi… memang pemanfaatan sarana itu hukumnya netral, tergantung tujuan pemanfaatannya. Ustadz Dzul tidak bisa mengharamkan. Alhamdulillah, beliau dan para asatidz lainnya tidak hidup di dunia internet. Kalau pun ada ustadz yang bersinggungan dengan internet, atau facebook pun, itu pun mereka hanya seperlunya dan tidak sempat mendalaminya. Alhamdulillah karena mereka disibukkan dengan ilmu dan mengajar.

    Namun, yang saya lihat sudah sangat parah akhi… Mewabah hingga mulai menjangkiti para penuntut ilmu. Ada satu kaidah yang perlu diketahui / diingat oleh saudara-saudara kita, yaitu kaidah tentang SADDUDZ-DZARI’AH. Kalau manusia memperhatikan bab ini, niscaya mereka tidak akan bermudah-mudahan dalam FB. Jika dimudahkan Allah, saya akan bahas masalah ini, karena saya kira para usatdz belum ada yang memulainya. ya karena itu -alhamdulillah- para ustadz lebih banyak sibuk dalam ilmu dan dakwah di dunia nyata.

    Saya kira, kita yang banyak berinteraksi di dunia maya, punya kewajiban untuk membahas masalah ini.

    * Oh ya akhi… kalau bertemu Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain bin Muhammad Sanusi -kalau tidak merepotkan antum- tolong tanyakan apakah beliau punya kitab Nubdzatun Mukhtasharah karya Ummu ‘Abdillah binti Syaikh Muqbil atau tidak, ya? Saya punya draft artikel penting, yang satu-satunya jalan untuk menyelesaikannya adalah dengan merujuk pada kitab tersebut. Kitab ini sudah saya cari-cari di berbagai tempat, TIDAK ADA. Ketika daurah masyaikh di bantul beberapa waktu lalu pun, tidak ada yang menjualnya. Saya pesan ikhwan yang biasa jual kitab-kitab cetakan Yaman, juga belum ada jawaban. Mungkin, pemberontakan Syi’ah terhadap pemerintah Yaman yang terjadi saat ini mempengaruhi distribusi kitab.

    * Kalau ustadz Dzul punya, saya mohon bantuan antum (kalau tidak merepotkan) untuk copykan kitab tersebut. Nanti, biaya copy dan pengirimannya ke tempat saya, saya ganti. Namun, sekali lagi, kalau tidak merepotkan antum.

    Jazakallah khair…

  53. islam murni mengatakan:

    alhamdulillah…
    syukran akhi atas nasihat-nasihatnya. Semoga bermanfaat buat saya, Antum dan segenap pembaca. Amin.

    Barangkali Antum punya nasihat buat para mahasiswa/i dan pegawai…Di sana (kampus dan tempat kerja) fitnahnya wanita bisa lebih hebat dari sekedar facebook.
    Barokallohu fik

  54. @ Islam Murni

    Apa yang anda sarankan, sudah menjadi draft artikel saya, tetapi saya belum sempat menyelesaikannya. Semoga dimudahkan Allah…

  55. setyo widodo mengatakan:

    Semoga bermanfaat buat saya, Antum dan segenap pembaca. Amin.

  56. Saiful Masakiin mengatakan:

    akhirnya keluar juga syeikh…

    bunga mawar itu wangi ketika dipetik dan dicium
    dan orang bersikukuh memetiknya meskipun ia berlindung diantara duri-durinya
    ——Itulah Wanita Shalehah——-

    tapi bunga bangkai itu baunya busuk , meskipun tak pernah dipetik
    dan orang pergi menjauhinya meskipun ia tak berlindung
    ———dan ini wanita yang selainnya——–

  57. ummu irfan mengatakan:

    Jazakumullahu khairon katsiran atas tulisannya Akhi. Ana mempunyai empat buah hati. Yang sulung sudah remaja, ana amat tertarik dengan tulisan akhi dan komentar yang diberi. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan pahala. Semoga akhi beristiqomah dan Insya Allah menjadi seorang Ustadz……..

  58. آمين. و فيك جزاك الله خيرا

  59. Musafir darat mengatakan:

    Sungguh akhi, artikel nasehat ini membuat hati bergetar…
    …ana izin Copas yaa…syukron

  60. Abdul Latief Al Aziz mengatakan:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Syukran akhi atas nasihatnya, mungkin sebagian ikhwan berpendapat beda. Boleh ana copy akh? InsyAllah ana akan pelajari sebelum page 2 keluar. kapan page 2 keluar akhi?
    afwan boleh minta alamt emailnya?

    kunjungan balik ya?

  61. dika mengatakan:

    bismillah

    wa jazakallahu khoir….

    ahk jati -hafizhokallahu-, afwan mungkin ana ndak bisa bantu berkaitan dengan kitab yang anta minta, dikarenakan keterbatasan yang ana punya. semoga hal ini dimaklumi.

    boleh tahu anta melihat transkrip jawaban tersebut di website mana ?

    ana harapkan, di lain waktu -bi idznillah-,kita bisa duduk bermajelis untuk saling ingat – mengingatkan di dalam menetapi kebenaran & kesabaran.

  62. @ Dika

    Saya dapatkan transkripnya di FB, akhi… Namun, sudah tidak melihat lagi.

    Amiin, semoga kita dipertemukan lagi di atas tauhid dan sunnah.

  63. hamba Allah di bumi Allah mengatakan:

    sangat suka artikel ini. izin co pas ke blog probadi. InsyaaAllah besar manfaatnya

  64. @ hamba Allah di bumi Allah (dan semua pembaca)

    => Tidak perlu izin lagi, silakan dicopy paste, mudah-mudahan bermanfaat bagi kaum muslimin.

  65. hamba mengatakan:

    dalam bhs arab ada yg namanya huruf ilaj.Huruf ini menyebabkan ‘penyakit’ (baca=perlakuannya jadi agak berbeda dg huruf yg lain).Huruf -huruf itu adalah
    a y u,jadi bagi yang ayu(baca=cantik) memang menjadi ‘penyakit’,terutama bagi pria

  66. @ Hamba

    Memang, yang “ayu” bisa membuat penyakit bagi pria -semoga Allah melindungi kita dari penyakit ini-.
    Namun, kalau dianalogikan dengan dengan huruf illah dalam bahasa Arab, terlihat wagu, alias terlalu dipaksakan. ^__^
    => Huruf ilah itu bukan a, y, u, tetapi الألف al-alifu , الياء yaa’u, dan الواو waaw.

  67. hamba Allah mengatakan:

    syukron atas nasehatnya.

  68. ali ashar mengatakan:

    terimakasih atas nasehatnya gmn cara menghilangkan foto yang sdh dianjurkan dihapus? bls

  69. Syams Tuxer mengatakan:

    akhi..syukron atas artikelnya….
    sungguh ana mengalami apa yang antum katakan
    awal niat ingin berdakwah…..mulai terkikis…
    lebih banyak “bermudah-mudahan” daripada dakwah itu sendiri

    syukron ya Akhi…artikel ini sungguh sangat2 bermanfaat bagi ana khususnya…
    smoga Allah Ta’ala selalu memberikan kebaikan bagi anta..

    jazakallah

  70. @ Syams

    آمين. جزاك الله خيرا

  71. Akhina Ifa My Pen Name mengatakan:

    Afwan akhina, bolehkah saya bertanya?

  72. Akhina Ifa My Pen Name mengatakan:

    mengajukan pendapat maksud saya

  73. Akhina Ifa My Pen Name mengatakan:

    belakangan ini saya menemukan bahwa adanya profile2 Zone khusus Akhwat, memang sih benar adanya melakukan demikian, tapi apa ngak lewat —edited— atau situs network lainnya, yg intinya jangan di facebook lah, lantaran kita tahu dana yang akan keluar itu khawatir akan menjadi peluru bgi kaum muslimin di palestina, misalkan.
    saya sarankan di —edited— jika memang bener2x menjaga hijab.

  74. @ Al-Akh Ifa

    Pada asalnya muslimah saling berkomunikasi lewat facebook/situs network khusus muslimah lainnya (kalau ada) tidak apa-apa. Asalkan bisa menjaga adab pergaulan. Dan tidak bermudah-mudahan dengan lawan jenis. Namun, kita nasehatkan hendaknya muslimah memerhatikan pula nasehat syaikh Al-Albani >>>di sini<<<

  75. Akhina Ifa My Pen Name mengatakan:

    Jazakallahu Khairan ya akhina, tapi bahasa inggris,y. another time i covering, hehe

  76. X-Trada mengatakan:

    bismillah…
    subhaanalloh…antum bilang “baru belajar” saja tapi sudah mampu menyusun tulisan sebagus ini…
    baarokallohu fiik…

    na’am, sy sudah sebarkan catatan ini kepada beberapa akhwat dan sebagian besar dari mereka menyetujuinya..walhamdulillah…(meskipun ada yg jadi kurang nyaman krn tulisan ini)…
    jazaakumulohu khoiron katsiiron…

    memang benar…sy dan teman sy mengalaminya sendiri..
    awalnya saya memiliki 16 teman ikhwan dalam friendlist FB sy..dan ternyata jd kurang bisa menjaga batasan ikhwan-akhwat..akibatnya tidak baik untuk kesehatan hati..
    sy pun berpikir, ketika madharat yg ditimbulakn lebih banyak drpd mashlahatnya…bukankah lebih baik ditinggalkan?? (semoga Alloh mengganti dengan yang lebih baik), ditambah menemukan tulisan ini..sy semakin mantab utk remove ikhwan…

    kini FB sy hanya berisi teman akhwat, dan menjadi jauh lebih baik.. bahkan bisa saling memberi manfaat dan saling curhat masalah muslimah dgn lebih leluasa dengan banyak akhwat dari berbagai kota..alhamdulillah

  77. @ X-trada

    Saya ingin menambahkan (kaum muslimin boleh menerima/menolak perkataan saya karena perkataan yang harus diterima hanya perkataan Nabi. Namun ini sekadar nasehat) bahwa watak asli seseorang itu bisa dilihat dari teman-teman facebooknya.

    Kaitannya dengan forum muslimah, Anda bisa bergabung di page FB komunitas muslimah (dikelola muslimah.or.id). Silakan disearch di FB (karena saya tidak bergabung di page tsb ^^). Dan kalau sudah bergabung, jika memungkinkan bagi anda untuk memberi saran pada pengelolanya untuk meremove anggota yang laki-laki. Masak namanya komunitas muslimah, tetapi banyak laki-lakinya. Ada teman saya tergabung di page tersebut sehingga tampak di FB saya.

    Alhamdulillah, banyak artikel menarik seputar muslimah dan materi Islam lainnya yang bisa diperoleh di forum tersebut.

    Email Anda dari akhwat.web.id, mengapa tidak memelopori forum muslimah juga? Bukankah artikel di akhwat.web.id juga banyak sehingga bisa di-share kepada muslimah yang lain?

  78. adrian isma mengatakan:

    ikhwan -ikhwan yang sudah mapan mudah-mudahan tidak lupa tentang perjuangan berat 2004.kami yg dibawah tidak pernah menuntut dunia dari siapapun.karena kami berjuang atas nama dakwah.tidak ada seorangpun yg sanggup membayar dengan harga berapun hasil dakwah tsb.Tapi jangan dilupakan hasil dakwah itu harus dibayar dengan bukti nyata dakwah keseluruh negeri ini. Amin.

  79. dade mengatakan:

    AssWw. Saya masih melihat di luar FB, dunia nyata, sekeliling kita banyak sekali kema’siatan yang naudzubillaahi min dzalika…. Apa yg sudah kita lakuka untuk ber”nahi munkar”…… FB bisa jadi ajang da’wah kepada akhi atau pun akhwat, bukan untuk larut dalam kema’siatan. Kalau mau berma’siat di sana saj di dunia nyata….
    Walaahu ‘alam bissawab….

  80. X-Trada mengatakan:

    na’am…

    yg saya ceritakan di atas menyangkut teman akhwat di FB saya secara umum(berupa akun personal, bukan grup), tapi ternyata ada masukan utk forum muslimah..alhamdulillah.

    allohu a’lam saya bukan pengelola akhwat.web.id.
    setahu saya ada juga page FB “Jurnal AKHWAT” yang dikelola oleh akhwat.web.id.

    sekalian saya sarankan bagi akhwat yg membaca comment sy ini jika ingin membuat akun email baru, silakan buat di http://akhwat.web.id..insya alloh antunna akan menerima email islamiyyah gratis secara berkala ke dalam akun email antunna.
    baarokallohu fiikunna

  81. X-Trada mengatakan:

    ‘afwan yg benar http://akhwat.web.id

  82. @ Dade

    1) Alangkah lebih baik jika ditulis Assalamu’alaikum (lengkap) dan tidak disingkat AssWw.
    2) Benar akh… Baik di dunia maya maupun di dunia maya, kemaksiatan telah memenuhi kehidupan kaum muslimin. Semoga Allah senantiasa membimbing kita semua, seluruh kaum muslimin.

    Baarakallah fiik.

  83. @ adrian Isma
    آمين.

    Kalau bukan karena Allah kemudian jasa ikhwan-ikhwan 2004 (kalau di jogja) ke atas, niscaya perkembangan dakwah tauhid dan sunnah tidak menyebar akh. Dan mereka yang tidak terkenal namun memiliki andil yang sangat besar sangat banyak akh, walhamdulillah. Dan Untuk menyebarkan dakwah ke seluruh negeri, diperlukan ta’awun dan saling nasehat-menasehati yang sungguh-sungguh di antara kita semua.

  84. iqbal mengatakan:

    syukron, nasehatnya,
    semoga allah memberikan kemudahan dalam melaksanakannya,

    afwan, mungkin lebih baik, artkel di atas juga disinggung juga masalah, hukum memasang atau menggambar mahluk hidup . afwan

  85. @ Iqbal

    Usulan Anda, sudah dalam draft. Namun, belum saya selesaikan karena masih banyak draft yang lain, dan juga masih banyak kesibukan duniawi juga. Semoga Allah mempermudah urusan kita semua.

  86. mustaqim mengatakan:

    memang FB sekarang sudah di salahgunakan.

  87. Rama mengatakan:

    subhanallah…
    Mudah-mudahan menjadi pencerahan buat penggemar FB,
    termasuk majang foto-foto yg seharusnya tidak dipublikasikan.

    Salam kenal,
    wassalaam

  88. adi mengatakan:

    Assalamualaiykum, jazakumullahu khairan akhi. semoga Allah memberikan kebaikan kepada anta, untuk lebih banyak berdakwah di jalan Allah dan mengingatkan di jalan Allah amin… barakallahu fiik

  89. The Fighter mengatakan:

    Jazakallah khairan….. ana COPAS di FB ana

  90. The Fighter mengatakan:

    Afwan Ust…. Klo bisa ada artikel tentang LUNTURNYA IFFAH dibalik FENOMENA FACEBOOK…. versi AHLUSSUNNAH.

  91. nur haslini mengatakan:

    salam..

    penerangan yang bernas..akan belajar dari blog ini..syukran kerana sudi berkongsi ilmu..

  92. QqCakep mengatakan:

    Assalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokaatuhu…

    Akhy yang dirahmati Allah. Ikut komentar ya? Bagus memang pesan antum, tetapi mungkin ana salah satu dari yang belum bisa menerima sepenuhnya (Jika ini sebuah kesalahan semoga Allah segera memberi petunjuk, dan mengampuni ana). Kenapa? jika semua ikhwan/akhwat mengikuti saran antum ini, lalu bagaimana dengan sebagian kita yang belum mendapatkan hidayah Allah? Padahal, siapa tahu dengan mengijinkannya mereka membaca postingan kita di FB maupun blog” milik kita lainnya, menjadi jalan Allah untuk membuka hati mereka. Okelah, dia bisa mengunjungi halaman sesama akhwat bagi yang para Ukhty, halaman ikhwan bagi yang Akhy. Tetapi, apa yang mereka posting tidaklah sama. Bisa jadi Ukhty A hanya bergabung dengan blognya para akhwat, tetapi bagaimana jika ternyata di blognya ikhwan ada nasihat lain, ilmu lain yg tidak ada di blognya akhwat? Kalau kita memang bertujuan untuk dakwah, mengapa harus dibatasi dengan cara begini? Lagipun, di jalanan juga kita nggak bakalan bisa menghindari wajah” mereka. Lagi, kita juga bisa kok menghindari photo-photo mereka. Toh pada box comment photo teman” kita kecil saja penampakannya. Tidak mungkinlah ianya akan sampai menimbulkan syahwat. Kecuali dengan sengaja mencari gambar yang jelas. Mohon dimaafkan jika Akhy kurang berkenan atas tulisan ana ini.

    Wassalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokaatuhu…
    Ida Raihan

  93. Wa’alaikumussalaam Warahmatullah Wa barakatuh.

    Sebaik-baik guru bagi wanita adalah suaminya. Wallahu a’lam

  94. ines ranum mengatakan:

    akh,,,saya izin copy untuk teman2,,paling tidak utk sy sndri,,jazakallahu khairan..

  95. wa iyyak jazakillah khair.
    Silakan.

  96. lewat mengatakan:

    akhwt meng add ustadz gimana?

  97. @ Lewat
    Mudah-mudahan akhwat tersebut dapat mengambil faidah dari ustadz tersebut.
    Namun, kami membenci hal tersebut (walau kami tidak mengatakan itu terlarang secara mutlak).
    Secara pribadi, kami menyarankan pada kaum muslimah yang ingin mengambil faidah di facebook (jika memang terdapat kendala untuk thalabul ilm secara langsung di majelis ilmu, seperti tidak adanya ustadz/ustadzah di daerahnya) hendaknya mencukupkan diri dengan grup-grup/fanspage muslimah, atau di grup/fanspage dakwah umum. Setiap anggota grup/fanspage, privasinya tidak bisa diketahui admin grup/fanspage selama ia bukan termasuk friendlist admin. Dengan demikian, jika muslimah ingin bergabung dengan berbagai grup/fanspage dakwah, ia bisa membuat privasi tertutup.
    Ini hanya saran kami. Namun sebagai catatan: Jangankan akhwat meng-add ustadz, kita pun hendaknya tidak mudah menuduh muslimah berakhlak rusak ketika ada lawan jenis di friendlistnya karena barangkali itu adalah keluarganya/orang yang dianggap bisa diambil faidahnya dari muslimah tersebut, dan sebagainya yang tidak kita ketahui.

    # Namun, sebenarnya kami ini tidak habis pikir -pertanyaan sejenis yang Anda sampaikan ini banyak pula disampaikan kepada kami-. Misalnya dibalik, jika muslimah punya istri seorang ustadz, lalu ustadz itu banyak berkomunikasi dengan wanita lain -salah satunya via FB- apa si istri itu tidak cemburu? Jika ia tidak cemburu, berarti sebenarnya ia adalah wanita yang tidak pantas dinikahi karena tabiat wanita normal adalah punya rasa cemburu. Oleh karena itu, istri itu punya hak cemburu terhadap suaminya (artinya suami itu punya kewajiban sabar terhadap kecemburuan istri karena itu memang tabiat wanita), sebagaimana yang bisa kita lihat kecemburuan para istri nabi di berbagai hadits sehingga Ibnu Hajar (dalam Al-Fath IX/237) menyatakan bahwa kecemburuan pada dasarnya adalah sifat bawaan wanita….
    Maka, untuk wanita yang tidak memiliki rasa cemburu kami katakan…

    تظنين الرجال بلا شعور … لكنك ربما لا تشعرين
    Engkau mengira bahwa kaum laki-laki tidak memiliki nafsu….
    Seolah-olah Engkau tidak memiliki nafsu….

    Maka, pengajaran yang baik bagi muslimah adalah dari ayah atau suaminya, sebagaimana yang dipraktikkan para salaf. Di masa sekarang ini, kita bisa melihat kemuliaan ahli hadits wanita, Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah. Wanita “desa” di wilayah Yaman yang membuat setiap penuntut ilmu akan sangat terkagum-kagum dengan kemampuan takhrij beliau. Siapa tahalbul ilm laki-laki yangt tidak mengenal nama “wanita desa” itu? Ketinggian derajat beliau tidak mungkin diraih kalau bukan karena Allah kemudian cara pendidikan khusus Syaikh Muqbil kepada beliau. Barangsiapa ingin mengetahui cara pengajaran Syaikh Muqbil sehingga bisa menjadikan seorang wanita jadi ahli hadits, silakan baca kitab Nubdzatun Mukhtashrah min Nasha-ihil Allamah Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i Al-‘Uthrah. Intinya apa? Peran seorang ayah, bukan peran pembantu rumah tangga, atau orang lain di luar rumah.

    @ Maka, kami pun juga menyarankan kepada setiap juru dakwah, ustadz sekalipun, untuk bertakwa kepada Allah. Hendaknya tidak bermudah-mudahan dengan lawan jenis. Siapa kita dibandingkan seorang tabi’in, Sa’id bin Musayyib yang berkata,

    ما أيس الشيطان من شيء إلا أتاه من قبل النساء
    “Setiap setan merasa frustasi terhadap sesuatu (dalam menggoda manusia), ia pasti mendatangi korbannya melalui wanita.” (Hilyah, II/166)

  98. Al-Kimiyya mengatakan:

    bismillah…
    afwan akhi, langsung saja saya mau bertanya.
    kl FB qt sudah tidak ada ikhwan non mahram tp klpun ada hanyalah para admin dlm grup ataupun friend seperti penerbit2 buku & radio2 muslim, sekiranya apakah mmg harus di delete aja atau bagaimana? karena saya & temen2 akhwat lainnya yg mengkhususkan FB only akhwat hanya ada friend penerbit2 buku/toko2 online & radio2 muslim agar memudahkan kl pesan buku yg sekiranya di kota tempat tinggal kami tidak ada.
    syukran qablaha
    jazakallahu khayr wa barakallahu fiik.

  99. Wa fiik baarakallah wa jazakallah khair.
    Saya tidak bisa mengatakan boleh atau tidak, itu tergantung kondisi penanya sendiri.
    Jika kami tidak suka muslimah facebook-an, bukan berarti kami melarang muslimah buat facebook secara mutlak.
    Artikel di atas ditulis ketika merasa “ada yang harus diperbaiki” dari pengguna facebook, khususnya ketika melihat gejala saling bemudah-mudahan dalam komunikasi dengan lawan jenis. Kami tulis artikel di atas itu karena setelah melihat “apa yang kami lihat
    Adapun muslimah lain yang memanfaatkan facebook untuk keperluan syar’i, “jika memang ada” (dan kami tidak mengetahuinya), tentu kami tidak bisa mengingkari hal itu.

    @ Hal ini, “sebagiannya” sudah saya singgung dalam komentar sebelumnya (untuk “lewat”) di atas.

    @ kaitannya dengan fitnah, itu adalah masalah hati. Kami ingin menasehati pengelola beberapa grup FB/fanspage, mulai dari kami sendiri kemudian kepada ikhwah yang lain agar bertakwa kepada Allah baik di kala ramai maupun sepi. Kemudian, bagi muslimah yang ingin memanfaatkan beberapa grup/fanspage hendaknya membuat privasi di akun FB-nya karena profil anggota grup/fanspage tidak bisa dilihat adminnya selama ia bukan termasuk teman FB admin tersebut. Apalagi jika privasinya dibuat tertutup. Meskipun kami kira, admin grup tidak punya waktu untuk cek satu-satu anggota grupnya. WAllahu a’lam

    @ adapun akun radio muslim yang Anda singgung, kami mengenal baik pengelolanya. Dan alhamdulillah, yang kami lihat dari dzahir beliau (dan kami tidak menganggap suci seorang pun di hadapan Allah), tidak buka-buka akun akhwat, bahkan tidak sreg buka akun FB (kalau update status lewat twitter/hp). Namun, hendaknya kita tetap memohon perlindungan kepada Allah karena fitnah syubhat dan syahwat itu datang menyambar-nyambar, sementara ilmu masih sedikit dan hati ini lemah. Wallahu a’lam

  100. Shinta M ALhimjarry mengatakan:

    Subhanallah mumtaz.. bahasa hadist yg ane suka, sudah cukup menyadarkan sebagai seorang muslim/ah agar berhati2 ketika berkata, menulis dan bertingkahlaku..

    dulu ane punya fb tp sekarang udah deactive, merasa *walopun fb adalah wasilah tp ane merasa khawatir terjebak dengan fitnah..
    lebih amannya mengambil sikap wara’ ajah..

    @ hamba Allah
    mencari ‘ilmu jangan di dunia maya ajah ukhti.. tapi langsung mengkaji islam.. mencari ‘ilmu di dunia maya hanya sebagai wasilah.. sedangkan kewajiban kaum muslimin seluruhnya adalah menuntut ‘ilmu dan tsaqah islam.. ane saranin cari temen akhwat yang sudah ikut kajian2 islam/mentoring/halqah..

  101. hamdala mengatakan:

    Jazakallah khaira. semoga Allah berikan kita HIdayah setelah menerima hidayah,amin

  102. almuharrikah mengatakan:

    ‘afwan,ana izin copas dan dibagikan ke teman2.syukron wa jazaakallohu khoyr atas nashihahnya.

  103. @almuharrikah

    Silakan, wa iyyak jazakilllah khair.

  104. muridmu mengatakan:

    jazakumullohu khoiron ustadz ..
    semakin menguatkan ana ..
    ana ada ide ustadz !!
    coba antum tulisan tentang perbedaan kampus.karena saya merasa sebagian(bukan smnya)ikhwan2 yg kuliah di univ yg lebih bagus(dsni ugm) sprti mendiskriminasikan yg kuliah ditempat yg di bwahnya.namun smoga ini hnya perasaan buruk saya dan doakan saya smoga bs menghilangkannya dan agar sya slalu bersemangat dlm mnuntut ilmu.

  105. @ Muridmu
    Wa iyyak jazakallah khair.

    Pertama, hendaknya Anda -maaf- tidak ghuluw dengan memanggil saya ustadz. Saya adalah pemula dalam menuntut ilmu.

    Kedua, hendaknya kita jangan tertipu dengan dunia. Jika kita duduk di bangku perkuliahan yang prestisius, barangkali orang yang di kampus lain, atau bahkan yang tidak kuliah, jauh lebih memiliki hati yang ikhlash kepada Allah. Adapun kita -yang masuk di kampus prestisius tersebut- bisa jadi kita belum selamat dari penyakit kibr (sombong), ujub, dan riya’, padahal itu akan membinasakan kita, jika kita tidak bertaubat kepada Allah. Maka, janganlah kita tertipu dengan dunia.


    إن الرجل ليعمل عمل أهل الجنة فيما يبدو للناس وهو من أهل النار وإن الرجل ليعمل عمل أهل النار فيما يبدو للناس وهو من أهل الجنة ( وإنما الأعمال بالخواتيم )


    “Sesungguhnya seseorang itu bisa saja mengamalkan amalan ahli surga dalam pandangan manusia, padahal ia termasuk ahli neraka. Sementara ada orang yang beramal dengan amalan ahli neraka dalam pandangan manusia, ternyata ia termasuk ahli surga. (Sesunguhnya amalan itu tergantung dari akhirnya).”

  106. ayu mengatakan:

    Bismillah.

    Hanya sekedar memberikan sedikit tambahan nasehat bagi para wanita yang masih melakukan “add atau confirm” kepada laki-laki yang bukan mahramnya di facebook. Maka hendaknya segera membersihkan facebooknya dari para lelaki yang bukan mahramnya.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

    “Agama itu nasehat! Kami bertanya : “Bagi siapa? Rasul menjawab : Bagi Allah, kitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi segenap kaum muslimin. (HR. Muslim (II/37 an-Nawawi) dan lainnya dari hadits Tamim ad-Dari radhiyallahu ‘anhu)

    Jika banyak wanita yang protes akan hal ini. Maka hendaknya wanita tersebut merenungi ayat-ayat Allah.

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi”, (QS. Thaha : 7)

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya.” (QS. Al-Mujadalah : 6)

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Dia mengetahui (pandangan) mata yang berkhianat dan apa yang disembunyikan oleh hati”, (QS. Ghafir : 19)

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”, (QS. Al-Israa’ : 36)

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya”, (QS. An-Nuur : 31)

    Dan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Shahabat Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

    “Sesungguhnya yang halal sudah jelas kehalalannya, dan yang haram juga sudah jelas keharamannya pula. Diantara keduanya ada perkara yang syubhat (rancu, tidak jelas hukumnya), yang hal ini tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barangsiapa yang menjaga dirinya dari perkara yang syubhat itu, sungguh ia telah menjaga agama dan kehormatan dirinya. Dan barangsiapa yang terjurumus kedalam perkara yang haram. Seperti seorang penggembala yang mengngembalakan binatangnya disekitar tempat larangan itu. Ketahuilah, sesungguhnya setiap raja memiliki larangan. Dan ketahuilah bahwa larangan Allah Ta’ala adalah perkara-perkara yang diharamkannya. Ketahuilah, bahwa didalam setiap tubuh ada segumpal daging, jika daging ini baik, maka seluruh tubuh akan baik, dan jika segumpal daging ini jelek maka seluruh tubuh akan ikut jelek. Ketahuilah segumpal daging yang dimaksud adalah hati”. (Muttafaq ‘alaih)

    Kemudian jika kita berpikir ini hanya terjadi di Indonesia, jelas kurang tepat. Karena di luar negeri pun banyak akhwat yang masih melakukan add atau confirm terhadap laki-laki yang bukan mahramnya. Saya tidak mengetahuinya dengan pasti apa alasan mereka. Alhamdulillah, saya dapati sebuah catatan kecil dan sederhana dari seorang sahabat wanita muslimah di daerah Philadelphia, PA.

    Looking 4 a righteous husband!!! So many games!!!!!!

    In the Name of Allah and proceed.
    Just some advice to my sister’s in islaam don’t display yourselves on fb if you are look 4 a husband. If you want to know rather or not a brother is righteous then look at how many women friends he has. mixing with the opposite is strictly prohibited in islaam and there are a few exceptions. The men have to Fear Allah because fb is not one of the exceptions. Brother’s stop praying on weak muslim women and gullable muslim women who are in need of man. Talk to her with her male guardian present. This is what is good. Allah Knows Best.

    Giving daw’ah to women is needed at times but it is done by those who have knowledge, the scholars, their reliable students from the men and the woman. As for Pookie (Fulanl f/ east jablip) it is for him and all the common people to fear Allah in dealing with the opposite gender. Everybody tryin to paint this pious picture posting the statements of the scholars but they have access to like a hundreds of women with pics of themselves covered uncovered. Shaytan has beautified their evil deeds for them bros and made their evil fair seeming to them. You can go to some bro pages and they don’t got no women on their page except a few close relatives. But then you have these other bros with pics of themselves and you accept them as friends and give them access to all your pic. In a nutshell, yall sista’s go out all covered up but then expose yourselves to strange men on facebook. What is the point of covering? To conceal your beauty from men you are able to marry and to lessen the fitnah the beauty of women have on men. As Allah has commanded in the Qur’an 33:59.

    I don’t care if you don’t like what I have to say. We have been commanded to speak the truth even it is bitter. Whoever has problem with this has a problem with Allah because these principals are from His Deen and I’m just a slave of Allah like you are. If this doesn’t apply to you then say Al-hamdulilaah and May Allah make us all truly God-Fearing ppl. Ameen!!! When are we going to obey the Prophet(salallahu alaihi was salam)? When? Please tell me. When??????????

    Kalimat yang terakhirlah yang perlu kita pahami baik-baik. Kapan kita patuh terhadap perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam!

    Allah Ta’ala berfirman :

    “Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya…” (QS. Ali ‘Imran : 102)

    Ketika Thalq bin Habib berkata, ‘Apabila terjadi fitnah, padamkanlah fitnah itu dengan takwa’ Orang-orang bertanya, ‘Apakah takwa itu?’ Ia pun menjawab,

    Takwa adalah engkau melakukan ketaatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena mengharap pahala dari Allah, dan engkau meninggalkan segala bentuk kemaksiatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah karena takut terhadap siksa Allah'(Diriwayatkan oleh ‘Abdullah Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd (no. 1054), Hannad dalam az-Zuhd (no. 522), Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (no. 30878, 36169), dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa’ (III/75, no. 3220). Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam takhrij Kitaabul limaan (no. 99), karya Ibnu Abi Syaibah. Lihat juga Risaalah at-Tabuukiyyah (hal. 43-44), karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.

    Semoga tambahan nasehat tersebut dapat memberikan manfaat dan pelajaran bagi para wanita yang masih melakukan add atau confirm terhadap laki-laki yang bukan mahramnya.

    Allah berfirman :

    “Demi Masa. Sungguh, manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling mnenasehati untuk kesabaran.” (QS. Al-Ashr : 1-3)

  107. abu fadhil mengatakan:

    Duh, alangkah indahnya referensi yang termaktub di layar kita semua. Jelas, Tepat & Tercakup “kaum”nya ( Wallahua’lam, jk ada werewolf )..

    Tahukah kita, proses terciptanya tulisan atau kata atau huruf di layar ( HP, NB, iP dll )? Tidak Tahu atau dan Tahu ? oleh karenanya BELAJAR, dimana berasal dari awalnya ketidaktahuan kita, jangan melontarkan pendapat berdasar pemikiran kita, akhirnya semua “Korslet”, tidak berjalan sistem yang sudah Allah Ta’ala rencanakan, prosedurkan, dirumuskan, digarisbawahi dan sudah diterapkan semuanya oleh Nabiyullah.

    “Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat” (QS:Al A’laa 9)..

    Perbanyak Akhi, artikel seperti ini, karena pada dasarnya kita hanya jenis terima jadi (termasuk ana)dan terlena berkat ni’mat “Fast Food” yang tersedia…Sudah jelas, sedari awal tulisan ada prosesnya, paling kuat Powernya “Kalamullah” dengan Penyangga’nya “Hadits Rasulullah”…

    Barakalloh Fiikk.. Allah Akbar

    Jazakumullah Hairon Katsir Akhi…

  108. Dewe mengatakan:

    bagus banget isinya, kalau bisa disebarluaskan ke seluruh pelosok….

  109. akram ibnu umar mengatakan:

    masya ALLAH.. artikel antum sangat bagus.. ana berharap bisa kenal lebih dekat dengan antum.. dan bisa mendapatkan artikel yg ilmiah dari antum.. klo antum punya FB.. ini almat FB ana.. akram_chute@yahoo.co.id ..

    ana ada sedikit pertanyaan..

    bagaimana hukum menyertakan foto di fb. ? klo antum bisa.. tlong di keluarkan artikel ttg i2, supaya kmi bisa menyadari kesalah kami..

    BARAKALLAHU FIK akhi..

    ==================
    Admin

    Wa fiika baarakallah. Tidak perlu memajang foto di FB karena tidak ada hajah di dalamnya.

  110. ridho mengatakan:

    artikelnya sangat bagus isinya akhi,,, meskipun bahasa2 semacam ini sangat provokatif n menuai pro kontra,,hehe,,,
    hmm,,, bertanya sedikit akhi,,, kalau kita hapus semua akhwat atau wanita2 dr acount fb bukane malah menimbulkan bahaya? kan mereka bs tersinggung n bertanya2 kenapa kita hapus,,, salah2 malah dianggap mau memutus silaturrahmi,,, hmmm,, kalau saran saya sih mendingan di deactive atau dimatikan saja acount fb nya kan lbh enak,, trus diganti acaunt fb nya( dg fb yg baru dg tdk menjadikan akhwat2 sbg temen) gampang toh ^_^

  111. Rozqiyyatul Fitry mengatakan:

    Assalamu’alyakum warohamatulloh wabarokaatuh,..
    Alhamdulillah Artikelnya sudah saya baca dan saya sebarkan. Seperti biasa ada yang pro dan kontra.
    Bahkan Saya di kasih Surat Ash-Saff 2-3.

    Setelah saya baca Artikel ini saya hanya menangis dan menyesali,apa yang telah saya lakukan selama ini.

    Saya MALU kepada Allah yang selalu mengawasi, setiap apa yang kita lakukan baik yang terang2an maupun sembunyi2.

    Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan oleh Allah, untuk membaca artikel ini.

    Untuk kita Renungkan…

    “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperthatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hasyr:18)

  112. Ihfazhillah mengatakan:

    Alhamdulillah akhi, artikel yang sangat bermanfaat, terutama teruntuk ana yag sebagai remaja.
    Jazakallahu khiron

  113. abu aisyah mengatakan:

    wah…ane udah terlanjur punya account FB yang ada akhwatnya.
    @Ridho & ikhwan yg lain, bagamaina cara mendeaktifkan account FB punya akhwat? Dan bagaimana menghapus foto saya (dulu) yang pernah di upload oleh teman saya di FB?
    Afwan jiddan ane gaptek berat..

  114. abu fatimah mengatakan:

    subhanallah

    semua dialog ilmiyah ini buat saya terharu,
    begitu indah apabila semua dilandasi dengan ‘ilmu..
    jauh sekali dari kesan perang.

    barokallohu fiikum yaa ikhwatufillah.

  115. ridho mengatakan:

    @abu aisyah: maksudnya yg di deaktif bukan acount fb akhwat2 yg jd temen kita ,, tp acount fb kita,, kalau sudah di deaktif kan siapapun tdk bs melihat atau menulis di fb kita,,, bahkan seperti kita belum pernah punya fb,,,

    nah kalo dah gtu tinggal bikin fb yg baru n cr temen yg ikhwan semua,, jangan ada akhwat

  116. *ummu* mengatakan:

    Bismillah.

    @ Abu Aisyah > Tinggal di block saja FB akhwat tersebut. Tidak perlu pikir panjang, jika akhwat tersebut bukan mahram anda. Dan inipun juga sama pada akhwat yang ingin FB ikhwan tidak masuk ke FBnya. Kami rasa kecanggihan sistem di FB sudah bisa kita pelajari, bagaimana seharusnya agar FB kita tidak diintip. Namun kebanyakan fenomena yang terjadi banyak ikhwan2 yang punya FB menggunakan nama akhwat dengan identitas akhwat. Tidak tau tujuannya apa. Memalukan jika seorang ikhwan yang berilmu, melakukan hal yang demikian.

    @Ridho > Bisa seperti itu, tapi hati2 juga setelah membuat FB lagi, kemudian yang di add akhowat luar negeri. Dan ini bisa juga menimbulkan fitnah. Para akhwat yang berdomisili di luar negeri yang ilmunya sudah mumpuni atau yang benar2 menjaga dirinya akan sangat selektif ketika menerima pertemanan, walaupun itu seorang akhwat. Biasanya akan ditanya rinci.

    Wallahu a’lam.

  117. hery yana ajah mengatakan:

    Jadi intinya,tergantung pemanfaatannya. Kalau pemanfaatannya adalah untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat, maka facebook pun bernilai sia-sia dan hanya membuang-buang waktu. Begitu pula jika facebook digunakan untuk perkara yang haram, maka hukumnya pun menjadi haram.

  118. green mengatakan:

    terimakasih masukannya…
    notes diatas lebih menegaskan lagi pengetahuan yang saya tau untuk tidak berkata lemah lembut kepada laki-laki, dan sedikit saja berbicara dengan laki-laki, seperlunya saja.
    tapi mau nanya, kalau harus ngehapus semua friend laki-laki dari fb, masih kurang setuju.. ini salah satu bentuk silaturahmi dengan teman-teman yang jauh. kebetulan saya dulunya sekolahnya pindah-pindah, jadi daripada nulis surat atau tlp2an, lebih mudah lewat fb. selain itu list friend itu jadi link buat urusan saya kedepannya.
    mungkin yang bener adalah memberitahu bagaimana cara menggunakan fb yang baik dan benar. misalnya jangan upload foto-foto.. dikasih tau untuk digunakan utk hal-hal yang bermanfaat, bukan untuk mengumbar isi hati (maaf, saya sendiri masih seperti itu) tapi dari notes ini saya belajar utk memperbaiki.
    atau ada cara lain. kalau katanya fb dibuat sama orang yahudi, kenapa ga org islam yang jago tekhnologi, bikin semacam fb yang lebih sesuai syariat juga? pasti banyak yang mau pindah dari fb ke situ. selain bisa silaturahmi, bisa tetep sesuai syariat islam juga.
    makasih..

  119. @ Green
    Jika ada “hajah/kebutuhan syar’i”, jangankan FB-an, untuk berkomunikasi langsung dengan lawan jenis pun diperbolehkan.
    Namun, perlu diingat bahwa jika seorang wanita memutus hubungan dengan laki-laki bukan mahram, itu tidak termasuk memutus silatuahmi. Bahkan, yang dianjurkan bagi wanita adalah tidak banyak berkomunikasi dengan lawan jenis.

  120. imam mukhlish mengatakan:

    assalamu’alaykum akhy
    jazakallah atas artikelnya
    supaya lebih banyak yang baca
    ana ijin copas tuk diposting di FB

  121. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wabarakatuh.
    Silakan

  122. x-edited-x mengatakan:

    Bismillaah..

    Subhaanalloh..ana termasuk makhluk yang telat mendapati pesan ini..
    semoga Alloh mengampuni d0sa2 ana dn memperbaiki akhlaq ana..Allohumma aamiin
    boleh ana minta alamat email?
    ada sdkt yg ingin ana tanyakan..
    jazaakallohu khoyron..

  123. @ xxxxxxx
    Wa jazakillah khaira….

    ===========
    Untuk email, ke akh muhammad abduh (rumaysho.com) saja ya, beliau sering online. rumaysho@gmail.com. Akhir2 ini saya jarang OL, dan dar sisi ilmu beliau lebih utama. Insya Allah, hampir 24 jam sehari beliau OL karena hidupnya banyak dihabiskan di depan laptop/kitab.
    Namun, sekiranya bertanya kepada akhwat thalibatul ilm yang lain bisa dilakukan, hendaknya itu didahulukan karena muslimah bertanya kepada ustadz / laki-laki yang berilmu, itu kalau ada perlu saja.
    Namun, saya kira, jika Anda berusaha, niscaya share dengan sesama muslimah di dunia maya ini sudah cukup.

    Nasehat: tapi hati-hati lho kalau akhwat pakai email. Akun FB Anda dulu dibobol bermula dari email kan….

    (makanya, afwan, namanya saya edit, agar pembaca lain tidak tahu yg saya maksud)

    ============

  124. fulanah mengatakan:

    Bismillaah..
    bgmn bpk bs tw klw akun ana prnah dbobol?atw ini mslh scra umum sj kah?
    na’am, sy paham insyaAlloh..tp sy punya pertimbangan untuk menanyakan hal ini kpd bpk atw bpk muhammad Abduh (nama yg bpk rekomendasikan ke ana)tp tak apa, ana tanyakan sama beliau..
    wassalaamu ‘alaik..

  125. Ya, insya Allah tahu.
    Oleh karena itu, muslimah hendaknya tidak asal memberikan email kepada orang yang tidak dikenal. Itu saja, yang membobol Anda juga sesama muslimah kan?
    Baarakallah fiik.

  126. xxx mengatakan:

    Bismillaah..
    tak ada tanggapan..tp tak apa, mgkn bLiau lg sibuk..

    sy mdh percaya sama orang..klwpun akun dibobol sbg bentuk ^kecintaan^ pada ana tak apa2 jg..
    orang melakukan sesuatu kn krn punya alasan..
    asal bkn sy yg menzholimi mereka..

    wafiyka baarokalloh..
    zadanallohu ‘ilman wa hirshon..

  127. Khalid ibnul walid mengatakan:

    Assalamu’alaikum akhi.

    Ana sepakat dgn antum akh. .
    Tp ana jg blm smpat hpus akhwat dr friendlist fb ana. .
    Baru sdikit yg dihapus & terhapus.

    ‘afwan akh, boleh b’tanya?

  128. Boything mengatakan:

    nice info dunia & akhirat.. izin kopas, khi..
    semoga bermanfat bagi ummat.

  129. nuraini mengatakan:

    subhanallah, jazakallahu khairan..
    semoga Allah memaafkan orang2 dikala lengah, semua orang pasti punya masa lalu, namun bukan berarti kesalahan di masa lalu itu membuat kita malu untuk memperbaiki diri…
    tidak seharusnya hal2 yang remet seperti ini membuat kit meremehkannya, mungki syaitan justru bisa dengan mudahnya menjerumuskan kita sedikit demi sedikit ke dalam lubang yang lebih dalam tanpa kita sadari…
    izin copas ustadz, insya allah media blog seperti ini cukup efektif untuk berdakwah, dan menuntut ilmu bagi kami para akhwat tanpa harus bertanya secara personal kepada ikhwan tertentu dalam fb maupun chat mesenger..
    izin share tulisannya…

  130. noe mengatakan:

    tegas bukan berarti keras…
    kadang ketika kita bersikap tegas terhadap lawan jenis, kita dianggap sombong, tapi tatkala kita berusaha hikmah (bukan lembut), kadang mereka menganggap bahwa itu adalah sebuah bentuk pehatian…

  131. Seorang Akhwat mengatakan:

    Assalamu’alaikum? Afwan jiddan
    ya Akhi..ana adalh wanita bkerja yg stiap hari hrs bertemu dg ikwan yg bukn mahram krn tuntutan pekerjaan..apa yg hrs ana lakukan? mencari pekerjaan lainkah? yg zaman ini mencari pekerjaan tdklah mudah..ana bekerja atas ijin suami..syukron

  132. Wa’alaikumussalaam

    Cari pekerjaan yang tidak campur baur dengan laki-laki bukan mahram,
    atau
    Cukup suami saja yang bekerja…

  133. Abdurrob Syahidil Hayyi mengatakan:

    Assalamualaiku.Wr.Wb..
    Saudaraku,
    syukrn ya artikelnya.memang orng2 berbeda dlm menngpi’a. tpi ana rasa artikel’a sdh mncangkup penjelasan scra detail ttng mslh pergaulan dgn lawan jenis..jujur memang ana sadari terkadang kta lupa dgn hijab kita. hingga tanpa kta sadari syetan pun mnyusup k dlam hati dan membuat’a berkhianat.
    ana jujur memang masih terlalu sulit ntuk menghapus smwa tman akhwt,krna msh ada kepentingan2.. tpi ana usahakanuntuk menjauhi dlm berlama2 d fb.dan melakukan hal yang sia2..

    syukron akh..
    hati ini tergerak saat membaca artikel antm..
    smoga Alah tetap memberikan ketegaran dalam berd’wah.
    wass.. ^^

  134. Ibnu Ahmad Al-Asghar mengatakan:

    jzk Allah ya akhi..ana stuju dgn enta..

    kdg kala, komen2 membina drpd akhawat pun sudah cukup utk merosakkn keihklasan hati para ikhwan yg mgkin pd awalnya ikhlas…

    namun bgitu, pd ana…kelonggaran perlu sdikit diberikan..bukan kerana mahu menentang kebenaran Islam…tp kerana melayani corak dakwah di abad ini

    bg mereka y sudah berfikrah Islam,pastinya mudah utk menghadam dan mengamalkan nasihat akhi..insya Allah..

    tp,bg mereka y x dibesarkan dlm suasana Islam..mgkin agak berat utk menerima

    ana sndiri mpunyai FB…dan rasanya mjoriti teman2 FB ana adalah dr kaum hawa…mmg ada dlm klgn mereka yg menayangkan “gmbr2 cute” atau x menutup aurat dgn smpurna

    tp ana x smpai hati nk gugurkan mereka drpd snarai friend list ana sbb boleh jadi ada tulisan ana yg mampu menggerakkan hati mereka ke arah kebaikan (dalam ana bermujahadah menjaga hati dan mata sndiri)

    apa2 pun..ana doakan moga Allah sntiasa mjaga kesucian hati ana, enta dan para ikhwah lain..

    teruskan berjuang ya akhi…

    barak Allahu fik…

    =]

  135. ummuahmad mengatakan:

    bismillah,

    saya sepakat dengan artikel ini. semoga Allah memberi balasan kebaikan untuk yang menulis, dan siapapun yang menyampaikan nasihat ini. bagi yang berbuat seperti itu bertaubat-lah, bagi yang tidak berbuat ya jangan tersinggung toh, apalagi membantah2, ini kalam haq!!! sikap yang baik ketika mendapat nasihat adalah tawadhu’, mengambil al haq meski itu terasa sangat pahit sekalipun….
    untuk yang ga sepakat dengan tulisan ini: bayangkan saja betapa marahnya Rasulullah jika saja beliau menyaksikan tingkah laku kita yang seperti ini (dalam ber-facebook). mungkin kita harus introspeksi, apa yang telah kita lakukan ketika berfacebook, apa yang kita dapatkan dari berfacebook, apa yang kita cari dari facebook, dll-nya… baik ada timbangannya, yaitu syara’.

    kalau pake facebook menimbulkan banyak madharat, ya tinggalkan. hari gini tidak punya akun facebook, tidak masalah kan???

    *** masih banyak wasilah da’wah yang lebih selamat, insyaAllah

  136. bismillah mengatakan:

    bismillah..
    ya akhi ijin share ya..
    jazakallohu khairon

  137. Zahra AR mengatakan:

    Izin share ya… Syukrn wa jazaakumullah khairan katsiran…

  138. Silakan, wa jazakillah khaira.

  139. ummu abdirrahman mengatakan:

    afwan akhi, menurut antum kalau akhwat membuat semacam blog pribadi yg bisa diakses semua orang (akhwat maupun ikhwan) itu bolehkah? apakah akhwat semacam itu termasuk yg menjadi pajangan di dunia maya? padahal tujuannya adalah untuk berbagi ilmu, ikut andil dlm menyebarkan dakwah salaf, dan juga sebagai sarana belajar bagi dirinya. Mohon berbagi pandangan antum bagaimana. Soalnya ada salah seorang ikhwan yg mengatakan akhwat itu mestinya tidak eksis di dunia nyata dan dunia maya meskipun dg membuat blog yg bahkan tanpa menuliskan identitas lengkapnya (hanya menggunakan kun-yah),karena itu juga masih dpt memfitnah laki-laki.

  140. @ Ummu Abdirrahman
    1. Jika blog yang dibuat bisa mendatangkan manfaat, baik bagi akhwat maupun bagi ikhwan, lalu apa masalahnya? Insya Allah ini adalah perkara yang baik.
    2. Sebagian Ummahatul Mukminin eksis di dunia nyata, yang dibuktikan dengan adanya riwayat hadits yang mereka riwayatkan. Artinya, para tabi’in mengambil ilmu juga kepada ummahatul mukminin (tentu dg adab dan adanya tabir pemisah). Lalu, apa dalil ikhwan tsb melarang akhwat eksis di dunia nyata, apalagi jika keeksisan akhwat tsb dalam lingkup sesama akhwat?
    Adapun ttg dunia maya, kami ingin memberikan saran agar para wanita jangan disibukkan dengan internet, karena mereka memiliki tugas besar di rumahnya. Syaikh Al-Albani pernah mengecam wanita yg ingin aktif di dunia maya, dengan alasan dakwah. Maka, sebelum akhwat berpikir untuk berdakwah, hendaknya ia berpikir terlebih dahulu,

    a) “Siapa yang lebih pantas didakwahi, saya atau orang lain?
    b) “Ingatlah bahwa dakwah di dunia luar lebih dibebankan kepada laki-laki, bukan pada wanita.”
    c) “Ingatlah bahwa tugas pokok wanita adalah “rumahnya”. Wa qarna fii buyuutikunna

    3. Apa dalil yang mengharuskan wanita menggunakan nama kunyah dan jangan pakai nama asli? Kita mengenal nama-nama seperti Aisyah, Asma’, Shafiyyah, Hafshah, dst dari para shahabiah. Apakah ini bukan nama asli? Apakah Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam melarang para shahabiah tsb menggunakan nama asli? Tidak bukan? Menggunakan nama kunyah adalah sunnah, tetapi kita tidak boleh mengharuskan orang lain gunakan nama kunyah. Cukuplah seseorang itu dikenal dengan nama yang biasa melekat pada dirinya.
    Kemudian utk menjadi catatan: Seseorang ketika menulis risalah, ia mendapat beban untuk dapat mempertanggungjawabkan secara ilmiah. nah, kalau namanya tidak dikenal, bagaimana penelusuran ilmiahnya nanti? Penulisnya jad majhul/majhulah (tidak diketahui identitasnya) kan? Padahal, bukankalh kita semua ingat bahwa jika ada perawai yang majhul, bisa mengurangi derajat kredibilitas hadits?
    ===========

    Maka, saya justru ingin berikan nasehat utk ikhwan tsb – yang Anda singgung di atas- :

    Wara’ ya wara’, tetapi tetaplah dalam koridor ilmu. Jangan cuma semangat saja, tetapi lihat pula dalil-dalil agar tidak jadi GHULUW.

  141. Zain Abu Ashim mengatakan:

    Subhanalloh,tlng ana d tag ya akhi

  142. Tag hanya bisa di FB, akh. Di blog wordpress tidak bisa.

  143. Rifdah mengatakan:

    Assalamu’alaykum warohmatullah.
    ‘afwan akh, ana mw nanya. Gimana caranya spy bs berlangganan artikel2/catatan kakak di blog di kakak ini? Jazakallahu kho’iran katsiron. Wassalamu’alaykum warohmatullah

  144. Wa’alaikumussalaam warahmatullah wa barakatuh. ada caranya, tetapi saya tidak tahu. Coba tanya teman Anda yang tahu IT.

  145. jauhar mengatakan:

    BAARAKALLAHUFIKUM

  146. Ibnu Syihabuddin mengatakan:

    Barokallahu fiik ya akhii
    Saya sendiri merasakan hal tersebut..

    Saya yang ga punya FB aja sering kewalahan menghadapi fitnah saat sedang membuka internet… Dan sudah seringkali terjerumus sekalipun awalnya tak punya niat ke arah sana… Sedikit demi sedikit masuk perangkap, lama lama dosa menjadi bukit dan semakin sulit keluar…

    Maka, apalagi yang punya FB dan banyak teman-temannya dari lawan jenis…

    Alhamdulillah, baca artikel ini. Dalilnya sangat kuat. Sangat bermanfaat. Semoga bisa kita amalkan dengan ikhlas…

  147. Kuncoro Geismi mengatakan:

    maaf akhi,,, ijin copy,,jazakalloh sebelomnya,,,

  148. andhi mengatakan:

    afwan akhi benar kataxa ibnu alz… ana minta izin copy akhi

  149. ummu umar mengatakan:

    tulisan yang sangat bagus. izin copas untuk website kami http://www.mediamuslim.org/.
    Semoga Allah memberikan kemudahan dalam mendakwahkan ajaran Islam yang mulia ini.

  150. Oh silakan -baarakallah fiik-.
    Btw, nama majalah onlinenya persis seperti yg akan kami launch (rencananya dg offline-nya juga), cuma kami tdk pakai .org.
    Ala kulli haal. Semoga Allah memberkahi usaha Anda.
    zadakillah khaira.

  151. muhinsankamil mengatakan:

    ana ijin copas sebagian :)

  152. Nia mengatakan:

    Assalamualaikum
    ijin share artikelnya yaa akh
    syukron

  153. Ummu Zakariya mengatakan:

    subhanAllah masyaAllah.. Jazakallah khayr katsir.
    semoga artikel ini dapat membuat kita tersadar dan berjihad di jalanNya dengan lebih kaffah. amin.

  154. 'abdurrohman annawunjany mengatakan:

    izin share

  155. manusia biasa mengatakan:

    assalamuala’ikum

    jangan biarkan syaitan yang terkutuk meracuni hati kita sehingga kita saling merasa benar, tetap teguhkan tali persaudaraan kita, pendapat akh benar karena merujuk pada hadits-hadits yg shahih dan beberapa pendapat komentar juga bisa di terima dengan akal sehat
    menurut ana setiap amal perbuatan tergantungpada niatnya seperti hadits

    عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ Iيَقُوْلُ:

    (( إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ، وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ )) [رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري و ابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

    Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb t, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah r bersabda:

    “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)

    Wallahu’alam Bishawab

  156. manusia biasa mengatakan:

    izin copas yaa

  157. Mumtaz Muslimah mengatakan:

    Alhamdulillah.. at least ada teguran yang sangat mengena. ana br 2 bln join FB,smpt ingin “putus” karena mikir “koq akhwat FB-an dan peluang u bermudah2an itu memang sangat2 besar”. bismillaah.. let’s starting!

  158. ikhwan faris ibn abdurrauf mengatakan:

    Mumtaz akhi,,, tapi untuk saya, Hamba Allah yang masih dloif, masih berfikir 2 kali untuk menghapus akhwat2 dari pertemanan fb ana,, karena sebagai alat komunikasi yang sewaktu waktu butuh untuk suatu hal yang darurat,, do’akan ana agar tidak mudah tergoda, dan teguh pada pendirian iman

  159. Yuliana mengatakan:

    Kalau brteman sesama perempuan di fb ,apa hukumnya uztad, . . . ?

  160. @Yuliana
    dihindari saja.

  161. Laree Kabur Kanginan mengatakan:

    jazaakallahu khairon…
    Artikel artikel antum sangat bermanfaat akhii…
    ”Ana Uhibbu Fillah”

  162. @Laree
    Ahabbakalladzi ahbabtani lah …

  163. eL mengatakan:

    untuk artikel ini, bagian 2 nya mana?

  164. Raheel mengatakan:

    subhanallaah…sangat bagus!!! izin share ustadz

  165. abu hanifah mengatakan:

    semoga Allah subhanahu menjadikan kita semua bersaudara,saling nasehat menasihati.Bukankah iman itu bisa naik dan bisa turun?

  166. alfurqoncell mengatakan:

    Jadi krasan mampir ndene terus mas…:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 148 pengikut lainnya.

My Twitter

Copyright

“Aku akan merasa bahagia, jika semua orang mempelajari ilmu ini, dan sama sekali tidak menyandarkannya padaku.” -Muhammad bin Idris Asy-Syafi'i-

Milis Sunni Homeschooling

YM: ginanjar.indrajati

Perhatikan Temanmu

صديقي من صادقني لا من صدقني وعليك بمن ينظر الإفلاس والإبلاس وإياك من يقول لا باس لا باس. Teman baikku adalah orang yang jujur kepadaku, bukan orang yang suka membenarkanku. Bertemanlah dengan orang yang mengingatkan akan kerugian-kerugian. Dan hati-hatilah terhadap orang yang suka mengatakan: Tidak mengapa… Tidak mengapa…
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 148 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: