Kumpulan Rekaman Kajian Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i, Materi: Muqaddimah Shahih Muslim (13 Seri)

عرض جميع الملفات الخاصة بفرع شرح مقدمة صحيح مسلم

Read more…

Rekaman Kajian Syarh As-Ushul As-Sittah li Syaikh Muhammad ibn Abdil Wahab, oleh Syaikh Dr. Abdussalam bin Barjas Alu Abdul Karim

Kumpulan Rekaman Kajian Syarh Fathul Majid dengan Pemateri Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhaly

New sisters Only Class in NORTH-WEST London

New sisters only class in NORTH-WEST London

  • Delivered by our brother Ehsan Hassan

Read more…

Categories: Informasi Kajian

PARENTS REFUSE YOU TO WEAR NIQAAB ??? SubhanAllaah

Dikutip dari catatan Ummu Abdirrahman Aisyah bint Muhammad (Ibu muslimah di Mekkah Al-Mukarramah).

Penampilan di blog ini atas seizin beliau.

.

Question:

I am a 14-year-old girl. Studying in the second year in secondary school. I wear hejab that covers my entire body. My clothes are very baggy and I cover my neck and chest by my khimar. Nothing appears of my body apart from my face and hands, as explained by many scholars that face and hands are not ‘awra. There is disagreement amongst scholars regarding hejab, yet I try my best to cover more of my body. I have tried so many times to convince my parents to allow me to wear niqab, but they refuse saying that I am still very young and that I just reached the age of puberty two years ago. Read more…

Categories: English, Wanita Muslimah Tag:, ,

The TV is a S-H-A-Y-T-A-A-N

By: Abu Muhammad al-Magribi
Transcribed by:
Umm Hasna Firdous Bint Jabir Request the audio for your listening @ www.salaficast.net

Transcription:

Any Muslim with any Iman within them, and with their Aqeedah and their Manhaj try to understand that the TV is a Shatian. That the TV is behind all evils. TV is behind the destruction of families. The reason behind this talk is to remind the Muslim Brothers and sisters so they can follow the reminder when it comes to them. This is not to make them apply this to their intellect and if they do so, they will say that it doesn’t apply to them.. I am aware of the TV, Like many people say they have a TV o­nly for the CNN. Some brothers or the sisters they claim that they have the TV o­nly for the News. Some brothers they say have the TV o­nly for the Travel Show. Somebody may say what does that Travel Show have to do with the Muslim, or the Salafee? Look how twisted .. sometimes we may be and how Shaitan puts us to sleep. So we find excuses against ourselves. That brother he may say: “Yeah, I am watching the Travel Show”. What does that have to do with your life? From a channel to another, SubhanaAllah they may be watching Bay Watch, Wrestling, Ophrah ….. then what? They are not o­nly the o­nes watching, not adults o­nly, but the kids are also watching.

When the command of Allah and His messenger came to you, u must apply it. In Surah Ahzab : 36 Read more…

Categories: Nasehat Tag:

Ukhtee… You Must Read It before !!

Women and Da’wah

By Shaykh Muhammad Naasirud Deen al-Albaanee

PIVOTAL QUOTE
This is one of the innovations of modern times and it is not specific to women alone.

.

Question: What is the best way for women to give da’awah? Read more…

4 Kondisi Manusia (Antara Al-Qur’an dan Nyanyian)

4 Kondisi Manusia: Antara Al-Qur’an dan Nyanyian*

Barangsiapa menyamakan bacaan Al-Qur’an dan nyanyian, cukuplah Allah yang membalas dan menghisabnya. Pada hari kiamat nanti, akan diketahui apakah nyanyian yang mereka senandungkan itu itu akan memberatkan atau meringankan timbangan. Dalam hal ini, manusia terbagi menjadi empat kelompok: Read more…

Categories: Nasehat Tag:, ,

Cita-Citaku Adalah…

مُنَايَ مِنَ الدُّنْيَا عُلُوْمٌ أَبُثُّهَا           وَأَنْشُرُهَا فِيْ كُلِّ بَادٍ وَحَاضِرِ

دُعَاءٌ إِلَى الْقُرْآنِ وَ السُّنَنِ الَّتِيْ       تَنَاسَى رِجَالٌ ذِكْرَهَا فِي الْمَحَاضِرِ

وَقَدْ أَبْدَلُوْهَا بِالْجَرَائِدِ تَارَةْ            وَتِلْفَازُهُمْ رَأْسُ الشُّرُوْرِ وَالْمَنَاكِرِ

وَبِالرَّادِيُوْ فَلاَ تَنْسَ شَرَّهُ               فَكَمْ ضَاعَ الْوَقْتُ بِهَا مِنْ خَسَائِرِ

Read more…

Categories: Puisi Tag:, ,

Seandainya Mereka Mengetahui Jeleknya Hatiku…

وَاللهِ لَوْ عَلِمُوْا قَبِيْحَ سَرِيْرَتِيْ

لأَبَى السَّلاَمَ عَلَيَّ مَنْ يَلْقَانِيْ

وَلَأَعْرَضُوْا عَنِّيْ وَمَلُّوْا صُحْبَتِيْ

Read more…

Categories: Puisi Tag:,

Akhi… Apa Susahnya Kau Hapus Akhwat dari Friendlist Facebookmu?

[Renungan untuk Ikhwan-Akhwat Pengguna Facebook: bagian I]

alashree.wordpress.com

Penyusun: Abu Muhammad Al-Ashri

Muraja’ah dan koreksi ulang: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar

.

Akhi…

Bila kita sempatkan diri kita untuk membaca sejarah hidup para pendahulu kita yang shalih mulai dari masa shahabat hingga para ulama salafi, niscaya kita dapati akhlak, adab, dan ketegasan mereka yang menakjubkan. Read more…

AWAS! Pacaran Terselubung Ikhwan – Akhwat via Internet dan SMS !!!

sumber: [www.ustadzaris.com]

awas! Talbis Iblis via SMS dan Facebook!!!

Pertanyaan:

Aku adalah seorang pemuda. Aku punya hobi main internet dan ngobrol (chatting). Aku hampir tidak pernah chatting dengan cewek. Jika terpaksa aku chatting dengan cewek maka aku tidaklah berbicara kecuali dalam hal yang baik-baik.

Kurang dari setahun yang lewat ada seorang gadis yang mengajak aku chatting lalu meminta no hp-ku. Aku katakan bahwa aku tidak mau menggunakan hp dan aku tidak ingin membuat Allah murka kepadaku.

Dia lalu mengatakan,

“Engkau adalah seorang pemuda yang sopan dan berakhlak mulia. Aku akan bahagia jika kita bisa berkomunikasi secara langsung”.

Kukatakan kepadanya,

“Maaf aku tidak mau menggunakan HP”.

Kemudian dia berkata dengan nada kesal, “Terserah kamulah”.

Selama beberapa bulan kami hanya berhubungan melalui chatting.

Suatu ketika dia mengatakan,“Aku ingin no HP-mu”.

“Bukankah dulu sudah pernah kukatakan kepadamu bahwa aku tidak mau menggunakan HP”, jawabku. Read more…

Nunasi dalam Bahasa Arab

Abstrack
At the ends of noun and adjectives, when indefinite, the vowel signs are written double, thus ُ ٍ ً . This means taht they are to be pronounced with a final “n”, un, an, in. This called تنوين /tanwin/ or nunation, e.g. باَبٌ /baabun/, باَباً /baaban/, باَبٍ /baabin/, “a door’. Note that with fatha, the letter ‘alif is added. But if the word ends in ta` marbutha, the ‘alif is not added, as خليفة /khalifatan/ “caliph”.
When a noun or an adjective is indefinite it carries Nunation, which is any of the short vowels plus /n/ sound.

(a) -ٌٌ indicates Nominative case as in استاذةٌ
(b) -ً indicates Accusative case as in استاذةً
(c) -ٍ indicates Genitive case as in استاذةٍ

Please notice that the accusative Nunation -ً is always written on ( ا ) as in بيتاً. An exception to that is when the final consonant is either the feminine marker, Taa’ MarbuTa طالبة ً, or Hamza, سماءً

—————–

Dalam bahasa Arab, dikenal adanya bunyi /n/ yang pada umumnya dapat ditemui pada akhir nomina (kata benda) yang indefinit (tidak tentu). Bunyi tersebut diabstraksikan dengan tanda ً – ٍ – ٌٌ /an – in – un/. Ketiga tanda itu, disebut dengan istilah TANWIN “nunasi”.

  • ً /an/ ditulis pada nomina yang berkasus akusatif.
  • ٍ /in/ ditulis pada nomina yang berkasus genitif.
  • ٌ /un/ ditulis pada nomina yang berkasus nominatif.

Khusus nomina yang berkasus akusatif, penulisan tanwin (nunasi) adalah dengan menambahkan huruf ا /alif/. Namun, jika huruf akhir nomina tersebut terdapat tanda feminin ة (ta’ marbuthah) atau ء (hamzah), penulisan nunasinya adalah tanpa dengan ا (alif).

Contoh:
رَأَى عُمَرُ رَجُلاً /ro`aa – ‘umaru – rojulan/ “Melihat – Umar – seorang laki-laki”
(Umar melihat seorang laki-laki).

Nomina akusatif dalam klausa di atas adalah رَجُلاً /rojulan/ “seorang laki-laki”.

  • Maka, karena رجل berkasus akusatif, huruf akhir kata tersebut harus ditambah ا (alif) sehingga menjadi رجلا.

  • Kemudian, jika dimisalkan nomina akusatifnya adalah خليفة /khalifah/, penulisan nunasinya adalah tanpa ا (alif) sehingga kata tersebut ditulis خَلِيْفَةً /khalifatan/, dan bukan خَلِيْفَةًا atau خَليْفَتا. Mengapa demikian? Jawabnya adalah sebagaimana kaidah yang telah dijelaskan di atas bahwa jika huruf akhir nomina akusatif adalah ة, nunasinya tanpa huruf ا.

  • Demikian pula jika dimisalkan nomina akusatifnya adalah سَماَء /samaa`/ “langit”, penulisan nunasinya adalah tanpa ا (alif) sehingga kata tersebut ditulis سَماَءً . Mengapa demikian? Jawabnya adalah sebagaimana kaidah yang telah dijelaskan di atas bahwa jika huruf akhir nomina akusatif adalah ء /hamzah/, nunasinya tanpa huruf ا (alif).


Penutup

Pembaca mulia, mudah kan? Namun, mungkin di antara pembaca ada yang bingung dengan istilah akusatif. Insya Allah, ini akan dibahas dalam kajian mendatang (semoga dimudahkan Allah). Hanya saja, sekadar “tips singkat”, untuk mempermudah pemahaman saat ini, anggap saja semua posisi obyek adalah akusatif. Jadi, setiap obyek pasti berkasus akusatif.
Anda tentu ingat subjek – predikat – obyek kan?

—bersambung—

Categories: Arabic Tag:, ,

Vokal, Konsonan, dan Deklensi dalam Bahasa Arab

A. Vokal dalam Bahasa Arab

Pada dasarnya, bahasa Arab tidak mengenal huruf hidup (vocal), tetapi tanda baca (yang disebut شَكْل atau حَرَكَةsyakl, harakah). Ada empat tanda baca, yaitu:

  1. fathah ( فَتْحَة ),
  2. kasrah ( كَسْرَة ),
  3. dammah ( ضَمَّة ),  dan
  4. sukun ( سُكُوْن ).

B. Konsonan dalam Bahasa Arab

Dalam bahasa Arab, konsonan dibaca dengan aturan-aturan tertentu. Untuk memandu dalam pembacaan konsonan tersebut, diperlukan ilmu Morfologi Arab (sarf) dan sintaksis Arab (nahw).

Pembacaan konsonan secara morfologis lebih banyak dilakukan secara arbiter sesuai pengucapan oleh orang Arab ( سَِمَاعِيّ , sima‘iy, sama‘iy). Pembacaan secara morfologis diakukan pada konsonan yang tidak terletak di akhir kata. Untuk konsonan yang berada di bagian akhir kata, dilakukan pembacaan secara sintaktik. Pembacaan sintaktik terkait dengan adanya deklensi (i‘rab, إِعْرَاب ), yaitu perubahan pada akhir kata karena masuknya faktor-faktor tertentu dalam suatu satuan tuturan.

C. Deklensi dan Kasus dalam Bahasa Arab

Deklensi itu terdiri atas empat macam kasus, yaitu

  1. nominatif ( رَفْع , raf‘),
  2. akusatif (نَصْب , nasb),
  3. genitif (جَرّ , jarr),
  4. jusif (  جَزْم , jazm)

D. Kategori Kata dalam Bahasa Arab

Bila kita berbicara tentang deklensi, kita tidak bisa terlepas dari pembicaraan mengenai kategori kata dalam bahasa Arab. Kata-kata dalam bahasa Arab terbagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Nomina ( اِسْم , ism, kata benda),
  2. Verba (فِعْل , fi‘l, kata kerja),
  3. Partikel ( حَرْف , harf).

Dari ketiga macam kata di atas, deklensi hanya terjadi pada nomina dan verba. Namun, perlu dicatat bahwa ADA NOMINA DAN VERBA YANG TIDAK MENGALAMI DEKLENSI.

Nomina dan verba yang tidak mengalami deklensi disebut mabniy ( مَبْنِيّ )

Adapun nomina dan verba yang mengalami deklensi disebut mu‘rab ( مُعْرَب ).

Deklensi pada nomina terjadi dalam tiga kasus, yaitu nominatif, akusatif, dan genitif, Deklensi pada verba juga terjadi dalam tiga kasus, yaitu nominatif, akusatif, dan jusif. Partikel selamanya mabniy.

Kasus deklensi pada tiap kata dapat diidentifikasi dari tanda-tandanya. Setiap kasus memiliki tanda-tandanya sendiri. Nomina dan verba mengalami deklensi sesuai dengan fungsinya dalam kalimat. Distribusi kasus deklensi dan tanda-tanda deklensi akan dijelaskan dalam kesempatan berikutnya.

—bersambung—

Categories: Nasehat

Biografi Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Ustadz Abu Ubaidah yang Kukenal…

disusun oleh:

Abu Muhammad Al-’Ashri

A. Pengantar

biografi ustadz yusufPembaca mulia, mungkin di antara pembaca, banyak yang bertanya-tanya, siapa itu Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi? Na’am, ketika awal mula blog ini dibuat, tercatat ratusan orang mengklik halaman “Tentang Ustadz” (sekarang kami ganti “Biografi Ustadz“). Kami memohon maaf apabila halaman tersebut kosong cukup lama. Perlu pembaca ketahui bahwa Ustadz Abu Ubaidah sebenarnya enggan dan malu menulis risalah biografi yang menceritakan dirinya sendiri. Kamilah yang terus menerus mendesaknya. Kami berharap agar apa yang beliau ceritakan dari perjalanan beliau menuntut ilmu, dapat menjadi contoh bagi kita semua, khususnya kita yang masih muda. Ini karena aktivitas thalabul ilmi yang beliau jalani, dimulai semenjak beliau masih kecil. Dan di saat beliau masih dikatakan sebagai pemuda, beliau sudah memasuki dunia dakwah, khususnya dakwah dengan tulisan-tulisan beliau di Majalah Al-Furqon. Kami sangat berharap agar kita, khususnya yang masih muda, dapat meniru kesungguhan beliau dalam ilmu, amal dan dakwah. Betapa sangat disayangkan, kita melihat kebanyakan anak muda kaum muslimin (mudah-mudahan Allah memperbaiki kita semua) terbuai dalam hal sia-sia atau terlena dalam urusan dunia. Selain itu, ditulisnya biografi ini adalah untuk menjawab pertanyaan saudara-saudara yang “anti salafi” yang menanyakan, Siapa ini “Abu Ubaidah”?

Beberapa isi pokok biografi beliau adalah dari risalah beliau sendiri yang ditulis pada 15 Syawal 1430, yang dikirimkan ke email saya. Kemudian, saya edit, saya tambah dan saya susun ulang dengan harapan dapat dengan mudah diterima pembaca. Read more…

Categories: Kisah Tag:, ,

Haruskah Kau Lepas Jilbabmu hanya Karena Kontes Murahan Itu…?

Sekitar dua tahun yang lalu, saya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan diskusi dengan salah satu tokoh pendidikan, seorang Doktor lulusan salah satu Universitas terkemuka di USA. Ada banyak hal yang ia bicarakan. Ia memfokuskan bahasan bahwa seseorang itu harus terlepas dari belenggu agar dirinya bisa berkembang. Setelah itu, sang Doktor pun bertanya kepada salah satu mahasiswi berjilbab, yang juga diundang dalam acara tersebut. Read more…

Categories: Nasehat Tag:, , , , ,

Siapa Bilang Pacaran Haram ??!!!

I. Pengantar Admin

زهرة 2Pembaca mulia, di antara musibah yang tersebar di tengah-tengah kaum muslim pada masa sekarang ini adalah mulai menipisnya rasa malu. Betapa tidak, apa yang dianggap tabu di masa salaf kini dianggap sebagai hal yang biasa. Apalagi, saat ini kita dihadapkan dengan arus teknologi yang demikian dahsyat. Allahu musta’an, sarana-sarana menuju pintu kemaksiatan demikian mudah didapat dengan biaya yang murah. Seiring dengan itu, rasa malu semakin terkikis, rasa cemburu pun ikut menipis, dan manusia pun semakin terjerumus dalam pelanggaran, tanpa merasa bahwa mereka berbuat dosa. Coba anda perhatikan di antara kawan-kawan Anda, atau bahkan teman ngaji anda. Siapa di antara mereka yang akun facebooknya  bersih dari teman lawan jenis? Siapa di antara mereka yang membersihkan akun FBnya dari gambar-gambar makhluk bernyawa yang terlarang? Inilah realita yang terjadi, wallahu musta’an. Akhirnya, manusia pun menjadi lupa batasan syari’at dalam saling berkomunikasi kepada lawan jenis. Maka, tidak sedikit yang terjerumus ke dalam perbuatan pacaran, meskipun sebagiannya berdalih dengan alasan ta’aruf. Inna lillah! Maka, tukar foto pun menjadi hal yang dianggap biasa oleh kebanyakan orang, bahkan di antaranya dilakukan oleh sebagian yang sudah kenal ngaji. Ya Allah, sesungguhnya kuadukan mereka hanya kepada-Mu.

Saya teringat nasehat shahabat saya, al-akh al-ustadz Ibnu (pengajar hafalan kitab-kitab aqidah di Ma’had Al-Irsyad tengaran) yang mengatakan,

“Sesungguhnya anugerah Allah tidak akan diraih dengan cara maksiat”

Engkau benar sekali wahai shahabatku – بارك الله فيك -.

Thoyyib ikhwaaan. Silakan kalian add sebanyak-banyaknya akhwat di akun kalian! Silakan kalian berta’aruf dengan wanita yang kalian suka!!! Adapun kami, walhamdulillah, akan katakan sebagaimana yang sering dikatakan orang Arab terdahulu,

إذا سقط الذباب على طعام … رفعت يدي و نفسي تشتهيه
و تجتنب الأسود ورود ماء … إذا كان الكلاب ولغن فيه

Jika lalat jatuh ke makanan, maka tangan ini mengangkatnya,…
Walaupun diri ini menginginkannnya…
Dan singa akan menjauhi aliran air,
Jika air itu pernah dijilat anjing….

Sebagai nasehat dan renungan, saya nukilkan sebuah risalah yang ditulis oleh salah satu shahabat terbaik saya, teman زهرة 3KKN, teman ngaji, teman diskusi, sekaligus guru saya dalam kitab Qowa’idul Hisan karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Al-Akh Abu Halim Aditya Budiman, yang beliau tulis di blog wisma Al-Hijroh http://alhijroh.co.cc/ Beliau membahas masalah yang kini mulai menjamur di tengah-tengah kaum muslimin, yaitu PACARAN. Semoga Allah membalas beliau dengan kebaikan yang banyak. Read more…

Categories: Cinta, Nasehat Tag:, , , ,

Kajian Rutin: Adab dan Akhlak Seorang Muslim

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Beradablah dengan adab Rasulullah dan adab salaf

Insya Allah, kajian rutin adab dan akhlak di Masjid al-Ashri dimulai kembali setelah kita libur hari raya iedulfitri 1430 H.

Keterangan:

  • Materi: Adab dan Akhlak
  • Pemateri: Ustadz Abu Ukasyah Aris Munandar (http://ustadzaris.com)
  • Buku Panduan: Kitab Adabul Mufrod karya Imam Bukhari -rahimahullah-
  • Hari pelaksanaan: Tiap Kamis
  • Waktu: Ba’da Maghrib hingga Isya’
  • Insya Allah, disiarkan langsung via http://radiomuslim.com
  • Khusus Putra
  • Adapun Putri (muslimah) dapat mengikuti langsung via http://radiomuslim.com

Kitab dapat didownload di sini:

  1. Versi Al-Meshkat (zip)
  2. Versi Waqfeya
  3. Versi Bahasa Inggris
  4. Versi kitab yang telah dita’liq oleh Syaikh Al-Albani
  5. Syarah Adabul Mufrad (Rekaman Kajian Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad)
  6. Rekaman Kajian Adabul Mufrod dengan Syaikh Al-Albani

Karna ‘Kau Bodoh Kumaafkan Dirimu…

Abu Muhammad Al-’Ashri,

6 Syawal 1430 H

لو كنت تعلم ما أقول عذرتني

أو كنت أعلم ما تقولو عذلتكا

لكن جهلت مقالتي فعذلتني

و علمت أنك جاهل فعذرتك

Andai ‘kau paham apa yang kuucapkan,
Niscaya ‘kau ‘kan maafkan diriku…

Atau ‘ku tahu ucapanmu,
Maka ‘ku kritik dirimu…

Namun, ‘kau ‘tak pahami untaian kataku,
Hingga ‘kau cela diriku…

Dan ‘ku tahu dikau bodoh,
Maka ‘ku maafkan dirimu…..!

[Puisi Khalid bin Ahmad Al-Farahidi, ahli nahwu pencetus ilmu ‘arudh. Lihat syair ini di kitab الوافي و الوفيات , halaman 1884 dan kitab مجمع الحكم و الأمثال, keduanya via software المكتبة الشاملة]

alashree.wordpress.com

Categories: Puisi Tag:, , , ,

I’tikaf Ramadhan di Al-’Ashri

Assalamu’alaikum.

Diberitahukan kepada Kaum Muslimin, bahwa Insya Allah mulai tahun ini di masjid Al-’Ashri akan diadakan I’tikaf sepuluh hari Terakhir bulan Ramadhan. Adapun Perinciannya sebagai berikut:

> Waktu Pelaksanaan: Rabu, 9 September – Jumat 18 September 2009

(10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan)

> Pendaftaran: Rp 15.000,00 (termasuk fasilitas)

> Kaum Muslimin yang ingin mengikuti kegiatan i’tikaf ini, dipersilakan mendaftar langsung kepada Takmir Mahasiwa Masjid Al-’Ashri (Abu Muhammad).

> Fasilitas:

  1. Menu Sahur dan Buka Puasa (makan-Minum) selama 10 hari
  2. LAUNDRY Pakaian
  3. Penggunaan listrik dan air

> Khusus Putra

> Informasi: Abu Muhammad 081.328.319.185
( nomor hanya sebagai informasi, adapun yang dianggap sebagai pendaftar adalah yang datang mendaftar langsung ke Masjid Al-’Ashri)

> CATATAN:

  • Kami mengundang kaum muslimin, khususnya di sekitar Pogung/Yogya untuk mengikuti buka bersama di Masjid Al-’Ashri, GRATIS. Dianjurkan bagi mahasiswa yang ingin “berhemat” untuk mengikuti kegiatan ini.
  • Kaum muslimin yang tidak mendaftar program i’tikaf, tetapi ingin melakukan ibadah malam Ramadhan di Masjid Al-Ashri, DIPERSILAKAN untuk turut mengambil hidangan atau sekadar snack dan minuman ringan/hangat yang disediakan takmir.
Categories: Informasi Kajian